Batik Betawi

Motif Batik Betawi – Siapa sih yang tidak kenal dengan seni kerajinan batik? Bahkan seperti yang kita ketahui bahwa batik sendiri sudah diakui oleh UNESCO (United Nation Educational Scientific Cultural Organization) sebagai salah satu budaya warisan dunia asli dari Indonesia.

Setiap daerah di wilayah Indonesia tentunya memiliki ciri khas motif batiknya tersendiri, begitu juga dengan suku Betawi. Salah satu ciri khas dari batik Betawi adalah warna yang mencolok dan gambar-gambar berupa tentang kebudayaan Betawi.

Selain itu, motif batik Betawi juga banyak dipengaruhi oleh berbagai kebudayaan luar, seperti Arab, India, Belanda dan China. Batik Betawi memiliki bentuk yang panjang dan kain sarung yang motifnya dikerjakan dengan canting tulis dan cap.

Hayo, penasaran kan dengan ragam hias batik Betawi? Nah, untuk menjawab rasa penasaran kalian tentang batik-batik yang berasal dari suku Betawi, simak saja penjelasan dibawah ini.

Sejarah Batik Betawi

Gambar contoh motif ondel-ondel dalam sejarah

Ibu kota Jakarta pada zaman dahulu yang disebut dengan Batavia adalah pusat perdagangan di masa pemerintahan kolonial Belanda. Oleh karena itu, banyak sekali pedagang dari negara lain yang singgah untuk melakukan transaksi, seperti dari China, Arab, Belanda, Portugis.

Berawak dari sinilah, budaya asing tersebut mempengaruhi suku Betawi atau Batavia memiliki karakter budaya yang fleksibel. Sehingga berbagai bentuk kebudayaan yang dilahirkan menjadi unik, sebab mendapatkan pengaruh dari bangsa-bangsa luar.

Salah satu dari hasil produk akulturasi budaya tersebut adalah batik Betawi yang cukup terkenal sekarang ini. Sebab banyaknya permintaan pasar akan kerajinan batik, maka menyebabkan kenaikan yang pesat.

Para pengrajin batik pada zaman dahulu masih banyak didominasi oleh pengusaha Tionghoa, kemudian banyak mendatangkan perajin batik dari daerah Pekalongan dan Solo untuk mengerjakan batik Batavia.

Tentunya batik Betawi banyak mengadopsi motif-motif yang sudah berkembang seperti batik Solo, batik Pekalongan, dan juga batik Pesisiran yang dikombinasikan dengan selera pasar.

Semua pengrajin batik, baik dari Tionghoa ataupun Pulau Jawa mengajarkan teknik dan keterampilan membatik pada masyarakat Betawi. Oleh karena itu, bisa dijadikan sebagai ladang mata pencaharian penduduk setempat.

Ciri Khas Batik Betawi

Gambar ragam ciri khas batik

Seperti yang telah sedikit saya singgung diatas, bahwa batik Betawi motifnya banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Tiongkok, khususnya dalam penggunaan warna dasar. Biasanya warna dasar yang dipakai oleh motif batik Betawi adalah merah, kuning, hijau dan biru, serta semuanya cenderung cerah.

Pengaruh dari kebudayaan Islam juga terlihat pada motif kain batik yang ada di daerah Betawi. Sebagian motifnya ada yang menggunakan kaligrafi sebagai ciri khas Timur Tengah yang dikenalkan oleh Kesultanan Demak dan Kesultanan Cirebon.

Pelajari Juga! Motif Batik Jawa Timur

Ragam Motif Batik Betawi

Jika dilihat secara keseluruhan, motif batik Betawi terdiri dari 12 macam, yang masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Untuk penjelasan dari 12 motifnya berada di bawah ini:

1. Batik Betawi Salakanegara

Gambar motif salakanegara

Motif batik Betawi yang satu ini mendapatkan inspirasi atau mengangkat tema tentang kerajaan yang ada di tanah Batavia pertama kali sekitar tahun 13 Masehi. Penggunaan namanya sendiri merujuk pada kepercayaan masyarakat setempat yang menganggap gunung salak mempunyai sebuah kekuatan besar.

2. Batik Betawi Loreng Ondel-Ondel

Gambar motif loreng ondel-ondel Betawi

Masyarakat Betawi memang sudah sangat melekat dengan kebudayaannya berupa kesenian ondel-ondel. Penampilan badut yang sangat khas ini sudah menjadi ikon bagi Ibu Kota Jakarta.

Oleh sebab itu, sebagai bentuk akulturasi budaya, gambar ondel-ondel pun dimasukkan ke dalam motif batik dan diberi nama loreng ondel-ondel. Konon katanya banyak masyarakat Betawi yang mempercayai bahwa penciptaan ondel-ondel pada awalnya adalah sebagai penolak bala atau mengusir hal yang buruk.

3. Batik Betawi Nusa Kelapa

Gambar motif nusa kelapa

Bentuk pemandangan alam sepertinya sudah menjadi salah satu keindahan dari motif batik Betawi Hal ini bisa dilihat dari motif nusa kelapa yang awalnya mendapatkan ide desain dari Peta Caila yang dibuat sekitar tahun 1482-1521 ketika pemerintahan Prabu Siliwangi.

Jika dilihat dari peta tersebut, dapat diketahui bahwa Jakarta pada masa lalu bernama Nusa Kelapa. Kemudian dirubah menjadi Sunda Kelapa, diubah lagi menjadi Jayakarta, diubah lagi menjadi Batavia, dan akhirnya tercipta nama Jakarta.

Corak alam tersebut juga yang kemudian menggambarkan kondisi Jakarta pada masa lalu yang penuh dengan kekayaan alam yang indah, suasana pegunungan dan persawahan yang luas.

4. Batik Betawi Rasamala

Gambar motif rasamala

Motif batik Betawi yang satu ini menggambarkan kolonial Belanda ketika masuk Sunda Kelapa. Ketika itu, daerah Sunda Kelapa masih berupa hutan belantara yang dipenuhi dengan pohon jenis Rasamala.

Banyak sekali orang Betawi pada saat itu yang menganggap pohon rasamala sebagai pohon keramat. Sebab baunya yang khas dan batangnya dapat dijadikan setanggi atau kemenyan berbau wangi.

5. Batik Betawi Kali Ciliwung

Gambar motif kali ciliwung

Motif batik Betawi ini menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir sungai yang membentang di ibukota. Banyak cerita yang menganggap penjajah Portugis dan Belanda sangat tertarik dengan sungai Ciliwung.

Mereka memiliki niat untuk menguasinya sebab tertarik dengan keindahan dan alirannya dianggap sebagai simbol pembawa rezeki. Hal ini juga disesuaikan dengan catatan sejarahnya, pengguna batik motif Ciliwing bisa menjadi pusat daya tarik dan rezeki akan mengalir pada kehidupannya.

Pelajari Juga! Motif Batik Banten

6. Batik Betawi Buah Mengkudu

Gambar motif mengkudu

Buah mengkudu ternyata menjadi salah satu motif andalan dan ciri khas dari perajin batik Betawi Terogong. Mekngkudu sendiri berarti berupa memang kudu (harus) tekun dan sabar.

Bisa juga diartikan sebagai penyemangat bagi masyarakat Betawi untuk terus berusaha, jangan sampai mudah menyerah dalam menggapai impian dan cita-cita. Makna yang terkandung dalam batik Betawi ini supaya si pengguna bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar, layaknya buah mengkudu yang banyak memiliki khasiat untuk kesehatan.

7. Batik Betawi Monas

Gambar motif monas

Ikon lain dari Jakarta selain ondel-ondel adalah tugu monas yang terletak di jantung kota Jakarta. Monas sendiri menjadi simbol perjuangan rakyat Indonesia yang berkobar penuh semangat ketika melawan penjajahan.

Tugu monas juga melambangkan tingginya cita-cita hingga siap untuk selalu berusaha mencapai kesejahteraan dan tingkat taraf hidup masyarakat yang senantiasa bergotong-royong.

Jadi, makna yang termuat dalam motif batik Betawi berupa monas ini adalah supaya mempunyai cita-cita yang tinggi dan senantiasa bersemangat untuk mencapai impiannya.

8. Batik Topeng Betawi

Gambar motif topeng

Topeng sendiri adalah penutup wajah yang menggambarkan berbagai macam karakter. Di dalam kesenian topeng Betawi, karakter yang ditampilkan merupakan wajah kegembiraan dan keceriaan sesuai dengan keseharian warga penghuni Ibukota Jakarta.

Makna yang diharapkan kepada si pengguna motif ini adalah selalu memiliki sifat gembira dan ceria di setiap waktu sepanjang hidupnya.

9. Batik Betawi Pengantin

Gambar motif pengantin

Pada batik Betawi berupa motif pengantin perempuan Betawi nampak menggunakan cadar yang menunjukan sisi religius masyarakatnya. Penggunaan cadar dalam hal ini memiliki makan bahwa perempuan Betawi senantiasa menjaga sifat malu, dalam artian tidak memperlihatkan wajah ataupun auratnya pada laki-laki yang belum mahramnya.

10. Batik Betawi Penari Yapong

Gambar motif penari yapong

Tarian yapong sendiri menggambarkan kehidupan masyarakat Betawi perasaan gembira dengan ragam gerakan yang dinamis dan eksotis. Oleh sebab itu, si pengguna motif batik Betawi penari yapong supaya menjadi gembira dan mempunyai suasana hati riang, penuh dengan semangat, dinamis serta memiliki daya tarik tersendiri.

11. Batik Betawi Bajaj

Gambar motif bajaj

Kendaraan yang cukup terkenal dari ibukota Jakarta pada masa lalu berupa bajaj juga dimasukkan ke dalam motif batik dari Betawi. Alat transportasi ini sebenarnya berasal dari negara India yang mengembangkan perdagangannya hingga ke Jakarta pada tahun 40 tahun lalu.

Berawal dari sinilah bajaj mulai terkenal di Jakarta, seakan-akan sudah dianggap sebagai ikon selain ondel-ondel dan monas. Pesan yang termuat pada motif ini berupa usaha kerja keras, tekun dan bersabar dengan jalan yang halal.

12. Batik Betawi Pedagang Kerak Telor

Gambar motif kerak telor

Kerak telor sendiri merupakan kuliner khas Betawi yang dibuat dari bahan campuran telor dan nasi ketan aron dipanggang serta diberi tambahan serundeng. Makna yang diharapkan dari pengguna motif ini adalah bisa bekerja keras dan tekun layaknya pedagang kerak telor yang membuat makanan ini dengan cara mengipasinya hingga matang.

Pelajari Juga! Motif Batik Bali

Akhir Kata

Mungkin hanya itu saja penjelasan yang bisa saya berikan untuk Anda tentang berbagai ragam hias motif batik Betawi beserta maknanya. Semoga dengan adanya artikel ini bisa memberikan Anda tambahan ilmu dalam bidang budaya Indonesia.

Tinggalkan komentar