Motif Batik Jawa Timur

Motif Batik Jawa Timur – Sudah tidak heran sih jika membicarakan berbagai ragam kebudayaan yang ada di Indonesia. Sebab Indonesia memang terkenal sebagai negara yang kaya akan kekayaan alam dan keragaman budaya.

Salah satu seni tradisional yang cukup terkenal bukan hanya di dalam negeri saja, namun sudah ke lingkup internasional. Coba tebak apa hayo yang saya maksud?

Ya benar sekali, batik memang salah satu kerajinan tradisional Indonesia yang sudah melegenda dan mendapatkan pengakuan dari UNESCO.

Di Indonesia sendiri memiliki banyak sekali jenis motif batik, salah satu Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari banyak kabupaten. Tentunya sangat banyak ragam motif batik yang terdapat di setiap daerah Jawa Timur.

Seperti apa penjelasannya? Langsung saja simak uraian-uraian dibawah ini.

Sejarah Batik Jawa Timur

Gambar sejarah batik di Jawa Timur

Catatan sejarah tentang lahirnya batik di Nusantara berhubungan erat terhadap perkembangan ketika masa Kerajaan Majapahit. Selain itu, ada juga pengaruh dari persebaran agama Islam di Jawa Timur, sebab corak dan indpirasi utama motif batik di Jawa Timur sedikit terpengaruh dari budaya luar.

Namun ada juga beberapa catatan lain yang mengatakan bahwa pengembangan batik dilakukan ketika masa Kerajaan Mataram (Jawa Tengah). Kerajaan Mataram inilah yang dulunya bisa meruntuhkan Kerajaan Majapahit, kemudian terpecah menjadi Keraton Solo dan Yogyakarta.

Seni kerajinan batik menjadi menyebar luas pada masyarakat Indonesia khususnya Pulau Jawa, sekitar akhir abad ke XVII atau permulaan abad ke XIX. Kerajinan batik yang dihasilkan merupakan jenis batik tulis hingga sekitar abad ke XX, barulah jenis batik cap dikenalkan setelah perang dunia berakhir yakni tahun 1920.

Terdapat banyak sekali daerah-daerah pusat perbatikan di Pulau Jawa dan daerah-daerah santri yang kemudian menjadi alat perjuangan ekonomi. Kesempatan ini lalu dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh pergerakan umat Islam untuk melakukan perlawanan terhadap ekonomi Belanda.

Ciri-Ciri Batik Jawa Timur

Ciri-ciri batik khas Jawa Timuran

Ragam motif batik yang berkembang di Jawa Timur mempunyai ciri-ciri yang khas di dalam setiap motifnya. Ciri-ciri batik Jawa Timur antara lain adalah:

1. Motifnya Cenderung Bebas

Ciri pertama berupa ragam motif yang cenderung bebas, artinya motifnya tidak terikat oleh pakem-pakem motif sebelumnya. Hal ini juga yang menjadi pembeda dari motif Jawa Timur dengan Jawa Tengah yang terikat oleh motif atau pakem.

Pada dasarnya motif batik Jawa Tengah baku sebab terdapat norma-norma budaya Keraton di Yogyakarta dan Surakarta. Oleh sebab itu, ragam motif Jawa Timur lebih bebas sebab lokasinya yang jauh dari keraton seperti di Jawa Tengah.

2. Ragam Hias Pengaruh Budaya Asing

Jawa Timur mempunyai pengaruh yang cukup kuat dari berbagai kebudayaan asing seperti India, Jepang, dan China. Hal ini tidak jauh dari akibat perdagangan maritim dan perdagangan Jawa Timur, ditandai dengan adanya pelabuhan seperti di daerah Tuban, Gresik dan Surabaya.

Misalnya seperti pengaruh motif kain China dalam batik berupa warna merah terang dan kaya akan perbedaan warna yang cukup mencolok atau kontras.

3. Ragam Hias Bersifat Naturalis

Seperti yang telah sedikit saya jelaskan pada poin pertama, bahwa batik Jawa Tengah banyak mengandung motif abstrak dan motif mitologis, Sedangkan batik Jawa Timur ditandai dengan motif yang lebih kaya fitur alam, seperti bunga, bambu pepohonan dan binatang.

Ragam Motif Batik Jawa timur

Batik Jawa Timur aslinya sudah tersebar merata di berbagai wilayah yang ada di Provinsi Jawa Timur. Akan tetapi tidak semua daerah tersebut memproduksi batik berskala besar-besaran.

Dari berbagai wilayah yang ada di Jawa Timur, saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang  motif dari mana saja yang tetap memproduksi batik dari tempat asalnya. Berikut ini adalah motif-motif batik yang tersebar di Jawa Timur, antara lain:

1. Batik Tuban

Gambar motif batik Tuban

Kota Tuban sebagai salah satu tempat yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa, tidak kalah dalam masalah pengembangan desain batiknya sendiri. Dalam awal mula kemunculannya, batik Tuban medapatkan pengaruh yang cukup besar dari kebudayaan China.

Hal ini ditandai dengan adanya motif lok chan yang sangat terkenal di kawasan Tuban. Selain motif lok chan, ada juga motif lain yang tidak kalah terkenal berupa motif macanan dan guntingan.

Penggunaan unsur warna dalam motif batik Tuban pada awalnya menggunakan warna biru, merah mengkudu, hitam dan kuning. Namun seiring berkembangnya zaman, pemakaian warna pun semakin beragam.

Dimana terdapat juga batik Tuban yang menggunakan warna putihan (latar putih dengan kombinasi warna biru tua dan hitam), warna pipitan (warna putih dengan penambahan warna merah dan biru tua).

Batik yang berkembang di Kota Tuban dapat dikatakan yang paling khas dari Jawa Timur. Sebab proses dalam pembuatan batiknya dimulai dari bahan kain yang dipakai untuk membatik dipintal langsung dari kapas.

Kemudian dari gulungan kapas tersebut akan dianyam menjadi benang dan ditenun, setelah menjadi lembaran kain barulah dibatik. Motif batik yang saya maksud ini biasa disebut oleh masyarakat setempat sebagai batik gedog.

Pada sebuah buku yang memiliki judul “Batik Fabled Cloth of Java” yang ditulis oleh Inger McCabe Elliot. Beliau memberikan keterangan bahwa batik Tuban memiliki sedikit kesamaan dengan motif batik yang ada di daerah Cirebon dalam pertengahan abad ke19.

Persamaan ini ada diakibatkan dari penggunaan bahan benang pintal dan pemakaian warna merah dan biru ketika proses pencelupan.

2. Batik Banyuwangi

Gambar motif batik Banyuwangi

Masih sedikit sekali yang mengetahui bahwasanya batik Banyuwangi adalah salah satu adanya keindahan motif yang tersebar di Indonesia. Terdapat banyak sekali motif asli batik yang berasal dari bumi Blambangan ini, tapi hingga sekarang ini baru 21 jenis motif saja yang diakui secara nasional.

Namun dari banyaknya jenis motif batik dari Banyuwangi, ada motif yang cukup terkenal, antara lain:

  • Gajah Oling.
  • Kangkung Setingkes.
  • Alas Kobong.
  • Paras Gempal.
  • Kopi Pecah dan lain-lain.

Pada dasarnya semua nama dari berbagai motif batik Banyuwangi dipengaruhi oleh kondisi alam daerah setempat. Misalnya saja seperti motif gajah oling yang cukup terkenal, sebab motifnya berupa hewan yang unik seperti belut yang ukurannya cukup besar.

Ada juga motif lain berupa sembruk cacing dan motif gedegan (anyaman bambu) yang kesemuanya berupa penggambaran kekayaan alam di bumi Blambangan. Namun perlu diingat bahwa motif batik Banyuwangi akan sangat suit sekali ditemukan di daerah lain, sebab sudah menjadi khas dari daerah ini sendiri.

3. Batik Madura

Gambar motif batik Madura

Selain Tuban dan Banyuwangi, ada juga Pulau Madura yang terkenal dengan karapan sapi dan ladang garamnya. Madura ini masih termasuk daerah di Jawa Timur lo ya, dan ternyata banyak juga masyarakat yang menekuni kerajinan batik, bahkan memiliki ragam warna dan motif yang tidak kalah menarik dengan daerah lain.

Motif batik Madura pada dasarnya menggunakan warna alami, sehingga warnanya cukup terang dan mencolok. Selain dari segi warna yang mencolok seperti merah, hijau dan kuning, batik Madura juga mempunyai ragam motif yang menarik.

Berbagai jenis motif yang berkembang dan cukup terkenal di Pulau Madura antara lain seperti pucuk tombak, belahan ketupat, dan rajut.

Namun ada juga sebagian motif batik Madura yang mengangkat tema aneka flora dan  fauna yang ada di sekitar kehidupan mereka.

4. Batik Ponorogo

Gambar motif batik Ponorogo

Jika mendengar nama Ponorogo, tentunya akan mengingat kesenian yang sangat terkenal dari daerah ini berupa reog. Namun perlu diketahui juga, bukan hanya reog saja kesenian yang dimiliki Ponorogo, ada juga seni kerajinan batik yang sangat melegenda.

Kurang lebih ada 25 motif yang tersebar di berbagai daerah kabupaten Ponorogo yang sangat beragam dan unik. Ragam motif yang cukup terkenal dari daerah ini antara lain seperti merak tarung, merak romantis, sekar jagad dan motif reog.

Macam-macam motif yang tersebar, memang rata-rata masih berkaitan dengan kesenian reog yang mengutaman burung merak sebagai karakter utamanya.

5. Batik Mojokerto

Gambar motif batik Mojokerto

Seperti yang tercatat dalam sejarahnya, bahwa perkembangan batik berawal pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Oleh sebab itu, keistimewaan yang dimiliki berupa nama-nama coraknya yang sangat aneh dan asing bagi sebagian orang.

Misalnya, motif gedeg rubuh, matahari, mrico bolong, pring sedapur, gringsing atau surya Majapahit.

Namun Mojokerto sekarang ini sudah mempunyai 6 motif yang dipatenkan, yakni:

  1. Pring sedapur.
  2. Mrico bolong.
  3. Gringsing.
  4. Koro renteng.
  5. Rawan indek.
  6. Matahari.

Pada dasarnya semua motif batik dari Mojokerto ini mengambil corak dari alam dikehidupan sekitar manusia. Seperti yang saya sebutkan diatas, berupa pring sedapur yang menjadi pengambaran rumpun bambu dengan daun-daun menjuntai dan ada burung merak sedang berkelahi.

Sedangkan dalam unsur warna yang digunakan dalam motifnya cenderung putih dengan batang babu berwarna biru, sementara bagian daunnya berwarna hitam.

Motif batik Jawa Timur yang berasal dari Mojokerto ini cukup menarik dan unik, salah satunya adalah motif bambu rubuh yang coraknya sama seperti anaman bamu yang miring. Sedangkan pada motif mrico bolong segi coraknya berupa bulatan merica berlubang.

6. Batik Pacitan

Gambar motif batik Pacitan

Kabupaten Pacitan juga ikut berpartisipasi menyumbangkan pesona motif batik Jawa Timur. Adapun ciri khas dari motif batik Pacitan ini cenderung klasik atau lama, seperti motif sidomulyo, sekar jagad, semen romo dan kembang-kembang.

7. Batik Bojonegoro

Gambar motif batik Bojonegoro

Tidak mau kalah dengan Pacitan ataupun daerah lainnya, Kabupaten Bojonegoro juga ikut menyumbang motif batik yang lebih sering disebut sebagai batik jonegoroan.

Kabupaten Bojonegoro adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa berupa minyak bumi. Maka dari sinilah, Ibu Mafudho Suyoto mendapatkan ide untuk menyumbangkan motif batik Jawa Timur.

Melalui adanya lomba mendesain batik, maka terciptalah 9 motif batik asli Bojonegoro, dan semuanya merupakan hasil dari gambaran kekayaan budaya di Bojonegoro.

Ragam motif yang disumbangkan Bojonegoro untuk Jawa Timur adalah sebagai berikut:

  1. Motif gastro rinonce (motif kilang minyak dan gas bumi).
  2. Jagung miji emas (motif tanaman jagung).
  3. Meliwis mukti (burung legendaris jelmaan Prabu Angling Dharma).
  4. Parang dahono munggal ( wisata api abadi kayangan api).
  5. Parang jembul sekar rindandar.
  6. Pari Sumilak (motif tanaman padi).
  7. Ranchak tengul.
  8. Sata gondowangi.
  9. Sekar Jati.

8. Batik Sidoarjo

Gambar motif batik Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo juga tidak mau kalah dalam ikut serta menyumbang kekayaan motif bati Jawa Timur dengan motif yang khas daerah sendiri. Motif batik yang berasal dari Jetis Sidoarjo biasanya adalah flora dan fauna khas Sidoarjo yang cenderung berwarna cerah, kuning, merah, dan hijau.

Ragam motif batik Sidoarjo masih tergolong kuno, namun tidak banyak perubahan dari motif yang dulu yang dipakai para pendahulu. Misalnya seperti:

  1. Ijo-ijoan (gaya maduran).
  2. Abangan (motif beras kutah).
  3. Motif krubutan (campur-campur.
  4. Motif burung merak.

9. Batik Jombang

Gambar motif batik Jombang

Kerajinan batik di Kabupaten Jombang masih dibilang tergolong baru dalam budaya perbatikan, yakni sekitar tahun 2000-an baru berkembang. Ketika awal kemunculannya, motif batik Jombang banyak yang memakai motif tawangan dan kaning dengan warna dasar yang sangat khas dari kota Jombang, yakni merah dan hijau.

Batik dari Jombang ini masih belum terkenal layaknya motif lainnya di pasaran, maka tidak heran jika belum banyak yang mengetahuinya.

10. Batik Kediri

Gambar motif batik Kediri

Kabupaten Kediri juga tidak mau ketinggalan dalam menyumbang motif batik di Jawa Timur. Bahkan Kediri ini menjadikan batik sebagai ikonnya kotanya, selain dikenal sebagai kota tahu.

Memang berbagai olahan makanan berbahan dasar tahu bisa banyak ditemukan di kota Kediri ini.

Sedangkan ragam motif batik yang terkenal dari kota Kediri adalah motif bolleches, yakni motif yang menggunakan bulatan dan titik. Biasanya motif ini dapat dikatakan oleh masyarakat Kediri sebagai lambang keramahannya.

11. Batik Lamongan

Gambar motif batik  Lamongan

Motif batik yang berasal dari Lamongan dalam upaya menyumbang kekayaan budaya di Jawa Timur memiliki motidf yang cukup rumit. Termasuk juga motif tradisional tulisnya yang dibuat membutuhkan ketelitian dari pengrajin.

Pada umumnya motif yang berasal dari Kabupaten Lamongan ini mewakili corak kekayaan alamnya, seperti flora dan fauna.

12. Batik Tulungangung

Gambar motif batik Tulungagung

Berbeda dengan motif batik Lamongan, batik Tulungagung adalah termasuk jenis batik yang telah ada sebelumnya dan dilakukan pengembangan.  Dikatakan juga bahwa perkembangan batik di Tulungangung dimulai dari Tulungagung yang dulunya bernama Bonorowo di taklukan oleh Kerajaan Majapahit.

Berbagai daerah di Tulungagung kemudian terkenal sebagai sentra pengrajin batik, seperti Desa Sembung dan Desa Majan.

Sekarang ini kurang lebih terdapat 86 motif batik Tulungagung yang telah dikembangkan. Namun dari jumlah motif tersebut ada motif yang paling terkenal berupa buket ceprik gringsing, buket ceprik pacit dan lerang buket.

13. Batik Surabaya

Gambar motif batik surabaya

Kota Surabaya tidak mau kalah dalam menyumbang ragam motif batik yang ada di Jawa Timur, Untuk motif yang paling terkenal dari daerah Surabaa adalah motif sura (hiu) dan baya (bauaya) yang sedang bertarung layaknya ikon Kota Surabaya.

Selain itu, Surabaya juga mempunyai motif lain seperti batikCeng Ho dan juga batik mangrove Rungkut.

14. Batik Malang

Gambar motif batik  Malang

Selain Surabaya, Kota Malang juga tidak mau kalah dalam menyumbangkan kekayaan motif dalam kerajinan batik. Motif yang dimiliki Kota Malang hampir sama dengan Surabaya, yakni mengambil ikon dan kehidupan di daerah tersebut.

Contohnya, seperti tugu Malang, rumbai singa, mahkota, bunga teratai, arca, tugu kota hingga topeng Malangan. Namun ada juga motif lain dari Malang yang cukup terkenal berupa motif kucawara yang berkembang baik.

15. Batik Magetan

Gambar motif batik Magetan

Batik yang ada di Kabupaten Magetan terkenal dengan coraknya yang disebut pring sedapur. Motif ini sangat didominasi oleh gambaran-gamabaran jenis tanaman bambu yang mempunyai makna dalam kerukunan hidup.

Awal mula sejarah kerajinan membatik di daerah Magetan bermula sekitar tahun 1970-an di Dusun Papringan, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Alasan mengangkat tema pring sedapur adalah karena di dusun tersebut tempat lahirnya batik Magetan yang banyak tanaman bambu.

16. Batik Probolinggo

Gambar motif batik Probolinggo

Motif batik Jawa Timur terakhir adalah berasal dari Kabupaten Probolinggo yang tidak mau kalah dengan daerah lainnya. Catatan sejarah awal mula adanya batik di daerah ini adalah menggunakan manggur sekitar tahun 1833.

Ketika masa tersebut, diadakan pameran khusus batik Probolinggo di Amsterdam Belanda dengan total 150 motif.

Motif yang berasal dari kota ini cenderung alami, sebab diambil dari nuansa alam seperti motif anggur, mangga, bayu dan angin, dikatakan juga perpaduan antara keempat unsur tersebut.

Oleh karena itu, bisa memberikan nuansa alami dan khas bagi para penggemar kain ataupun baju batik.

Akhir Kata

Mungkin hanya itu saja sedikit penjelasan yang dapat saya berikan untuk Anda tentang seni kerajinan batik yang berasal dari Jawa Timur. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda dalam bidang budaya Indonesia.

Tinggalkan komentar