Daur Hidup Kecoa

Riverspace.org – Tahapan dari daur hidup kecoa sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis serangga lainnya, misalnya jangkrik dan belalang. Tentunya kalian sudah tidak asing dengan serangga satu ini yang kerap membuat kebanyakan orang geli.

Namun perlu kalian ketahui bahwa kecoa akan mengalami proses daur hidup dengan metamorfosis secara tidak sempurna. Kok bisa begitu, alasannya apa ya?

Sebab pada dasarnya, di dalam siklus daur hidup dari kecoa hanya melewati 3 tahapan saja, yakni fase telur, nimfa dan menjadi lalat dewasa.

Penasaran kan tentang bagaimana penjelasan yang lebih detail tentang kecoa beserta metamorfosisnya? Yuk lah biar tidak semakin penasaran, simak saja penjelasan dibawah ini.

Sekilas Tentang Kecoa

Gambar informasi seputar kecoa

Kecoa merupakan salah satu spesies serangga yang sangat mudah sekali ditemukan di berbagai tempat. Bahkan kecoa sering ditemukan dirumah-rumah, sekolahan, kantor, tempat ibadah, kamar mandi dan tempat-tempat lainnya.

Pada dasarnya kecoa akan suka hidup di berbagai tempat yang lembab dan hangat.

Kecoa sendiri banyak dianggap sebagai hewan yang menjijikkan, sehingga keberadaannya bisa merugikan manusia. Kotoran yang dibawa bersama kecoa bisa menular ke tubuh manusia dan mengakibatkan berbagai penyakit.

Jenis serangga ini mempunyai bentuk tubuh yang pipih dan lonjong degan warna tubuh gelap dan memiliki tinggi sekitar 5 cm.

Walaupun ukuran dari kecoa tidak terlalu besar, namun hewan ini sangat menjijikkan bagi sebagian orang. Umumnya kecoa akan melakukan aktivitasnya pada malam hari.

Mereka sangat suka sekali bersembunyi di tempat yang gelap atau minim penerangan. Oleh sebab itu, kecoa sering kali muncul dari tempat-tempat gelap seperti lemari, bawah meja dan lainnya.

Selain itu, salah satu keunikan yang dimiliki oleh kecoa adalah mempunyai kepala yang tersembunyi di bawah pronotum kepalanya. Kecoa juga hanya memiliki satu mata saja.

Walaupun begitu, mata kecoa adalah organ yang mata majemuk serta memiliki sepasang sayap sehingga bisa terbang.

Sebelum masuk ke siklus dari daur hidup hewan kecoa, berikut ini adalah klasifikasi ilmiah dari kecoa:

Kingdom:Animalia
Filum:Arthropoda
Kelas:Hexapoda
Ordo:Orthoptera
Family:Blattidae
Genus:Periplaneta
Spesies:Periplaneta

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Nyamuk

Siklus Daur Hidup Kecoa

Ilustrasi tahapan dari daur hidup kecoa

Seperti yang sudah sedikit saya singgung dibagian atas, bahwa kecoa akan mengalami proses daur hidup dengan metamorfosis tidak sempurna. Sebab pada dasarnya kecoa hanya mengalami 3 fase dalam daur hidupnya.

Untuk lebih memudahkan pemahaman kalian, berikut ini penjelasan setiap fasenya:

1. Fase Telur

Setelah kecoa melakukan masa perkawinan kurang lebih 7 hari, maka kecoa betina akan menghasilkan sel telur yang dilindungi oleh kapsul atau yang biasa dikenal dengan Ootheca,

Pada umumnya, Ootheca memiliki bentuk seperti kacang merah atau dompet dengan ukuran kurang lebih 8 hingga 11 mm untuk kecoa jenis oriental yang lebih besar dari ukuran Ootheca kecoa Amerika.

Sesudah masa kawin berlangsung, kecoa betina dewasa bisa menghasilkan kurang lebih 16 hingga 40 telur dalam masa hidupnya. Setiap Ootheca biasanya akan mengandung sekitar 15 embrio.

Selain itu, induk kecoa akan membawa kandung telur di ujung perutnya selama berjam-jam hingga beberapa hari. Sang induk menyimpan telurnya di lokasi yang aman, tersembunyi dan dekat dengan sumber makanan.

Mereka akan menempelkan telur tersebut di permukaan lokasi bertelur dengan bantuan air liur betina. Di dalam fase ini, biasanya kecoa akan membutuhkan waktu 23 hingga 38 hari atau 6 sampai 7 minggu.

Namun semua itu tetap tergantung dari spesies kecoa dan kondisi lingkungan pada saat itu, maka disinilah awal mula kehidupan kecoa dimulai.

2. Fase Nimfa

Telur kecoa yang baru menetas akan keluar menjadi nimfa atau yang biasa dikatakan sebagai anak kecoa. Untuk nimfa kecoa Jerman memiliki ukuran kurang dari 3 mm pada saat baru menetas.

Selain itu, jenis serangga ini akan tumbuh dengan berganti kulit selama beberapa kali hingga mencapai usia dewasa. Hal ini adalah salah satu proses yang dikenal sebagai molting.

Setiap proses pergantian kulit, kecoa yang awalnya bertubuh lunak dan berwarna putih akan berkembang menjadi lebih besar dengan warna tubuh gelap dan kulit yang mengeras.

Nah, untuk nimfa kecoa Amerika berwanra abu-abu kecoklatan dan secara bertahap akan memerah. Nimfa kecoa yang baru saja molting kerap kali salah diidentifikasi sebagai kecoa albino.

Di dalam beberapa jam setelah berganti kulit, nimfa akan mengalami proses molting lagi dengan berubah warna menjadi lebih gelap dengan kulit yang mengeras.

Tingkat kecoa ketika melewati tahap nimfa menjadi dewasa sepenuhnya akan tergantung pada beberapa faktor seperti spesies dan kondisi lingkungan sekitarnya. Pada kondisi yang menguntungkan, nimfa kecoa bisa mencapai usia dewasa dalam hitungan sekitar 9 bulan.

Namun semua itu tetap tergantung dari spesies, sebab ada juga yang mengalami 8 kali proses molting.

Nimfa disini sudah mempunyai penampilan dan perilaku layaknya kecoa dewasa, walaupun dilihat dari ukurannya lebih kecil dan tidak ada sayap. Selain itu, nimfa akan mengalami beberapa rangkaian molting sebelum berkembang menjadi dewasa sepenuhnya.

Setelah nimfa melalui beberapa tahap molting, maka pada ganti kulit terakhir akan tumbuh dan berkembang serta dilengkapi sayap.

3. Fase Kecoa Dewasa

Pada saat seekor kecoa sudah berada pada tahap dewasa, maka akan berhenti berganti kulit. Sebab pada tahap ini kecoa akan menumbuhkan sepasang sayap.

Sayap tersebut biasanya menjadi indikasi suatu serangga memasuki tahap dewasa. Kecoa betina bisa menghasilkan sekitar 300 hingga 400 keturunan dalam masa hidupnya.

Dalam segi umur kecoa juga bervariasi, namun biasanya berkisar antara 3 hingga 4 bulan hingga 2 tahun, tergantung dari jenis, spesies dan kondisi lingkungan. Selain itu, kecoa termasuk serangga jenis nokturnal, yakni mereka akan bersembunyi pada siang hari dan lebih aktif di malam hari.

Daur hidup kecoa akan berulang saat seekor induk kecoa melakukan perkawinan dan menghasilkan telur dan anak kecoa.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Kupu-Kupu

Fakta Unik Seputar Kecoa

Ilustrasi kecoa bisa hidup tanpa kepala

Setelah belajar tentang daur hidup kecoa diatas, ternyata ada hal menarik dari jenis serangga satu ini lo, apa saja itu? Berikut ini adalah beberapa fakta unik seputar hewan kecil serangga ini, antara lain:

1. Menyebabkan Efek Rumah Kaca

Salah satu faktor penyebab rumah kaca adalah gas metana. Sebab pada dasarnya kecoa adalah hewan yang sering sekali kentut yang mengandung gas metana.

Kecoa bisa kentut dalam setiap 15 menit sekali, bahkan mereka akan tetap kentut walaupun sudah mati selama 18 jam.

Selain itu, populasi kecoa di dunia ini sangat banyak, sehingga gas metana yang dihasilkan pun cukup banyak. Namun gas metana yang berlebihan bisa menyebabkan kerusakan ozon dan mengakibatkan populasi udara.

2. Bisa Hidup Tanpa Kepala

Kepala kecoa bukan termasuk organ vital bagi hewan ini, sehingga kecoa bisa hidup tanpa adanya kepala. Fakta yang menunjukan bahwa hewan ini bernapas dengan menggunakan ventilator, maka kecoa bisa hidup tanpa kepala selama 7 hari.

3. Menyebabkan Asma

Kecoa juga ternyata bisa mengakibatkan gangguan pernapasan pada manusia berupa asma. Sebab kecoa bisa menghasilkan sebuah bubuk halus yang bisa menembus saluran pernapasan dan mengakibatkan seseorang kesulitan bernapas.

4. Tahan Terhadap Radiasi

Walaupun masih belum terbukti secara akurat, namun ada kecoa yang tidak mati ketika bom nuklir di Jepang. Sebab ada sebuah penelitian menyebutkan bahwa kecoa lebih tahan radiasi 10 kali lebih banyak dibanding manusia.

5. Membawa Berbagai Penyakit

Tubuh kecoa mempunyai beberapa patogen serangga seperti salmonella dan streptococcus. Kedua bakteri patogen tersebut bisa mengakibatkan berbagai penyakit seperti tifus, diare, disentri, polio, kolera, dan hepatitis A.

Cara Mudah Membasmi Kecoa

Gambar cara mudah bisa membasmi kecoa

Pada dasarnya tidak sedikit juga orang yang jijik dan ingin membasmi kecoa dari lingkungan sekitarnya. Hal itu disebabkan oleh kecoa yang bisa membuat kerugian pada manusia.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai pencegah penyebaran kecoa, antara lain:

1. Bawang Putih

Bumbu rempah dapur ini ternyata bisa digunakan untuk membasmi berbagai jenis serangga seperti kecoa. Sebab bawang putih mempunyai kandungan zat antikbakteri yang tidak disukai oleh kecoa.

Oleh sebab itu, dengan menggunakan bawang putih bisa membuat kecoa melarikan diri. Caranya pun cukup mudah, hanya dengan mengiris bawang putih dan meletakkan di area yang banyak kecoa.

2. Air Panas

Cara kedua ini memang sedikit sadis sih, namun termasuk cukup efektif untuk menghilangkan sekumpulan kecoa. Apabila Anda menemukan sekumpulan kecoa, maka coba siram dengan air panas yang akan membuat mereka mati.

3. Mentimun

Mentimun adalah salah satu jenis buah yang tidak disukai oleh kecoa dan sangat cocok untuk digunakan sebagai pencegahan. Caranya hanya cukup meletakkan mentimun di meja makan atau di dekat makanan, sehingga mereka tidak akan mau mendekatinya.

4. Pembasmi Serangga

Cara satu ini termasuk yang paling ampuh untuk digunakan sebagai pembasmi kecoa atau jenis serangga lainnya.

5. Air Sabun

Pada dasarnya kecoa tidak akan tahan dengan deterjen atau hal yang berbau wangi, maka campurlah sabun untuk mencuci makan dengan air.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Capung

Akhir Kata

Nah, bagaimana apakah masih kurang jelas informasi yang saya berikan tentang siklus daur hidup kecoa? Semoga saja sudah jelas sih, semoga dengan adanya artikel yang saya tulis dalam blog ini bisa membantu dan mempermudah kegiatan belajar Anda.

Tinggalkan komentar