Daur Hidup Nyamuk

Riverspace.org – Tentunya kalian sudah tidak asing lagi dengan hewan nyamuk ini, kok bisa sangat banyak sekali ya, apakah disebabkan oleh siklus daur hidup nyamuk yang cepat? Mungkin salah satunya memang faktor dari siklus daur hidup dari nyamuk itu sendiri.

Selain itu, nyamuk jika sekali melakukan proses daur hidup, ketika masuk fase bertelur, mereka akan menghasilkan banyak sekali.

Namun penting untuk kalian ketahui juga, bahwasanya siklus daur hidup hewan ini sangat bergantung dengan keberadaan air. Apabila tidak terdapat air di lingkungannya, maka nyamuk tidak bisa berkembang biak dan mati.

Penasaran kan dengan proses daur hidup hewan satu ini? Nyamuk sendiri akan mengalami siklus hidup dengan metamorfosis sempurna. Apa lagi itu metamorfosis? Yuk lah langsung aja kepoin penjelasan dibawah ini.

Apa Itu Nyamuk?

Penjelasan tentang nyamuk

Nyamuk merupakan salah satu dari sekian banyaknya jenis serangga yang termasuk dalam famili culicidae dan ordo diptera. Serangga kecil ini mempunyai banyak sekali spesies, bahkan hingga saat ini sudah ditemukan kurang lebih 27.000 spesies nyamuk.

Nyamuk memiliki sepasang sayap yang bersisik serta bentuk tubuhnya yang panjang. Bukan hanya itu saja, bentuk moncong dari nyamuk yang panjang berguna untuk menghisap makanan.

Biasanya, ukuran panjang tubuh nyamuk kurang dari 15 cm serta mempunyai kaki panjang.

Ukuran tubuh nyamuk pun bisa berbeda-beda tergantung dari spesiesnya. Bentuk mulut nyamuk jantan dengan nyamuk betina  juga memiliki perbedaan.

Nyamuk betina akan mempunyai mulut yang berbentuk layaknya jarum suntik, runcing dan panjang. Bentuk dari mulut nyamuk betina itu berguna untuk menusukkan pada hewan lain ataupun manusia sebagai penghisap darah.

Sementara nyamuk jantan akan mempunyai bentuk mulut yang lebar. Hal ini disebabkan nyamuk jantan tidak menghisap darah, namun hanya memangsa larva nyamuk.

Sayur dan sari buah juga bisa dijadikan sebagai makanan nyamuk. Tujuan dari nyamuk yang menghisap darah adalah untuk memenuhi kebutuhan proteinnya.

Selain itu, nyamuk betina akan menghisap darah sebab untuk memberikan nutrisi pada tubuhnya yang sedang mengandung.

Siklus Daur Hidup Nyamuk

Gambar skema tahapan daur hidup nyamuk

Seperti yang sedikit saya singgung diatas, nyamuk akan melakukan daur hidup dengan metamorfosis. Artinya adalah nyamuk akan melewati 4 tahap di dalam daur hidupnya, yakni akan dimulai dari fase telur, larva atau jentik, pupa dan diakhiri dengan nyamuk dewasa.

Dibawah ini adalah penjelasan dari 4 tahapan daur hidup nyamuk secara singkat supaya mudah dipahami:

1. Fase Telur

Layaknya jenis hewan ovipar pada umumnya, daur hidup nyamuk akan diawali dengan fase telur. Nyamuk yang sudah dewasa akan melakukan proses perkawainan dan hasil pembuahannya berupa telur.

Umumnya induk nyamuk akan meletakkan telur-telurnya di dalam air. Sebab pada dasarnya nyamuk tidak akan bisa bertahan hidup jika berada di area atau kawasan yang kering.

Fase bertelur setiap nyamuk juga berbeda-beda, tergantung dari jenis spesiesnya. Contohnya nyamuk jenis Culex yang suka meletakkan telurnya secara bergerombol yang mengakibatkan telur mereka akan mengapung pada permukaan air.

Nyamuk dengan jenis anoplheles umumnya akan meletakkan telurnya secara satu per satu. Kolam, rawa dan genangan air hujan akan menjadi tempat yang paling disukai oleh nyamuk jenis anopheles untuk meletakkan telurnya.

Sementara jika sedang terjadi musim kemarau. nyamuk bisa mencari tempat yang basah dengan menggunakan reseptornya.

Di bagian bawah perut nyamuk ada reseptor yang dipakai untuk menemukan tempat-tempat basah. Selain itu, dalam satu kali reproduksi, nyamuk bisa menghasilkan telur hingga 300 butir.

2. Fase Jentik Nyamuk

Telur nyamuk yang memiliki kualitas baik dan aman dari serangan predator akan menetas dengan selamat. Nah, setelah daur hidup nyamuk berhasil pada fase telur menetas, maka akan dilanjutkan lagi dengan fase larva atau jentik nyamuk.

Di dalam tahap ini biasanya orang lebih mengenal dan sering menyebutnya dengan jentik nyamuk dan hidup di dalam perairan atau tempat yang basah. Jentik nyamuk mempunyai bentuk layaknya benang dan berwarna hitam.

Di dalam fase jentik nyamuk atau larva ini biasanya akan berlangsung sekitar 8 hingga 10 hari. Namun waktu yang dibutuhkan juga akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti suhu, udara, dan serangan predator. Sementara alat pernapasan dari jentik nyamuk berada di bagian ujung ekornya.

Makanan dari jentik nyamuk biasanya berupa organisme air yang mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil. Jika tidak tersedia makanan, mereka akan menjadi kanibal atau pemakan jentik nyamuk lainnya.

3, Fase Pupa

Di dalam fase pupa ini, biasanya akan sering disebut dengan fase kepompong nyamuk. Tidak jauh berbeda dengan fase jentik nyamuk, tempat tinggal pupa juga berada di dalam air.

Fase pupa yang termasuk siklus daur hidup nyamuk akan berlangsung kurang lebih sekitar 1 hingga 2 hari. Namun lama dari fase ini juga tergantung beberapa faktor seperti suhu, udara dan serangan dari predator.

Untuk bagian gelung thoracis, ada alat pernapasan pupa yang bernama tanduk thoracis. Pupa nyamuk akan terus mengalami perkembangan hingga membentuk sayap.

Apabila sayap nyamuk sudah tumbuh sempurna, maka nyamuk muda akan keluar dari cangkang pupa.

Selama nyamuk menjadi pupa, hampir semua bagian tubuh nyamuk tidak bisa menyentuh air. Hanya bagian kaki saja yang bisa menyentuh air.

Hal ini disebabkan sayap nyamuk harus dikeringkan dulu supaya bisa langsung terbang. Ketika saat itu, jenis kelamin nyamuk sudah bisa dilihat dengan jelas.

4. Fase Nyamuk Dewasa

Tahap terakhir dari siklus daur hidup nyamuk setelah berhasil melewati fase pupa adalah menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk muda yang sudah keluar dari pupa akan terus mengalami perkembangan hingga menjadi nyamuk dewasa.

Di dalam fase ini, organ nyamuk sudah bisa berfungsi secara normal.

Sesudah 1 hingga 2 hari maka akan menjadi nyamuk dewasa dan akan melakukan proses perkawinan untuk menghasilkan individu baru.

Bisa dikatakan pula bahwa daur hidup nyamuk terjadi sangat cepat, oleh karena itu populasi nyamuk di sekitar kita sangat banyak sekali.

Penyakit yang Disebabkan Nyamuk

Gambar metamorfosis sempurna nyamuk

Nyamuk adalah jenis serangga yang bisa menyebabkan penyakit bagi manusia. Dibawah ini adalah beberapa penyakit yang dapat disebabkan oleh nyamuk, antara lain:

1. Malaria

Malaria merupakan penyakit yang terjadi akibat gigitan nyamuk parasit plasmodium. Terdapat beberapa jenis nyamuk yang bisa mengeluarkan parasit plosmodium ke tubuh manusia.

Salah satunya adalah jenis nyamuk yang menjadi perantara penularan penyakit nyamuk anopheles betina.

2. Demam Berdarah

Demam berdarah adalah penyakit yang bisa membuat orang meninggal dan sudah banyak terjadi di negara Indonesia. Jenis nyamuk yang bisa menyebabkan penyakit ini adalah nyamuk Aedes Aegypti.

Penyakit yang sering disebut sebagai DBD ini tidak menular langsung dari penderita. Nyamuk jenis Aedes Aegyptia banyak berkembang biak pada iklim yang hangat dan lembab serta kawasan yang padat penduduk.

Biasanya gejala yang ditimbulkan dari demam berdarah adalah nyeri sendi, sakit kepada, demam tinggi, mata nyeri dan lain-lain.

3. Cikungunya

Penyakit ini sebenarnya hampir sama dengan berdarah, yakni disebabkan oleh jenis nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

Orang yang menderita penyakit ini akan menunjukan gejala demam yang sangat tinggi beserta menggigil. Selain itu, penderita juga akan merasakan nyeri pada bagian otot, sehingga akan mengganggu aktivitas.

4. Demam Kuning

Demam kuning atau yang sering disebut yellow fever adalah penyakit yang sering menjangkit orang-orang pada daerah iklim tropis, khususnya Afrika.

Penyebab utama dari penyakit demam kuning adalah virus, dimana perantaranya adalah nyamuk Aedes dan Haemagogus.

Ada beberapa tahapan jika seseorang terkena penyakit ini, yakni pada fase pertama penderita akan mengalami demam secara mendadak, menggigil dan sakit kepala. Biasanya penderita juga akan mengalami mual, muntah, lemah dan mudah sekali lelah.

Sedangkan pada tahap kedua berupa fase remisi yang akan lebih berbahaya dan berisiko cukup tinggi. Lalu organ liver seseorang akan mengalami kerusakan yang mengakibatkan mata dan kulit penderita berubah menjadi kering.

5. Filariasis

Filariasis adalah penyakit yang sering disebut sebagai kaki gajah dan banyak terjadi di daerah beriklim tropis.

Parasite cacing yang berbentuk seperti benang merupakan penyebab utama dari penyakit ini. Jenis cacing itu biasa dikatakan sebagai Brugia Malayi dan Wucheria Bancrofti.

Nyamuk juga menjadi salah satu hewan yang bisa merugikan manusia sebab berbagai penyakit yang dibawanya.

Cara Memutuskan Rantai Daur Hidup Nyamuk

Cara mencegah siklus perkembangan nyamuk

Setelah mengetahui tahapan daur hidup nyamuk yang merugikan manusia, maka saya akan memberikan sedikit cara untuk mengatasinya yakni dengan 3M dan 1 tambahan, antara lain:

1. Menguras

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa nyamuk akan bertelur di genangan air, maka dari itu Anda harus membersihkan genangan air di rumah.

Anda bisa memulai memutusukan rantai daur hidup nyamuk dengan cara membersihkan pipa pembuangan air dan tidak meletakkan wadah atau botol di halaman atau teras rumah.

Biasakan menguras tempat penampungan air yang sering Anda gunakan seperti bak mandi, ember, tempat air minum, lemari es dan lain-lain.

2. Menutup

Tutup kembali rapat-rapat tempat penampungan air yang Anda miliki seperti kendi, drum air, ataupun pot tanaman.

3. Memanfaatkan Kembali Barang Bekas

Cobalah memanfaatkan kembali barang-barang bekas dirumah Anda yang bisa berpotensi menjadi tempat nyamuk melakukan daur hidup.

4. Langkah Tambahan

  • Cobalah taburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
  • Pakailah obat anti nyamuk.
  • Hindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.
  • Gunakan kelambu ketik Anda tidur.

Akhir Kata

Nah, mungkin hanya itu saja sedikit penjelasan yang bisa saya berikan untuk Anda tentang 4 tahapan atau siklus daur hidup nyamuk. Semoga dengan adanya artikel yang saya tulis di blog ini bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda lagi.

Tinggalkan komentar