Dioda Bridge

Riverspace.org – Dioda bridge adalah jenis dioda yang berguna sebagai penyearah arus bolak balik atau AC (Alternating Current) dijadikan satu arah DC (Direct Current). Pada dasarnya jenis dioda bridge ini adalah susunan dari empat buah dioda yang dirangkai dalam rangkaian jembatan (bridge) hingga menjadi komponen dioda berkaki empat.

Sistem kerjanya adalah mengubah polaritas yang telah dialiri supaya menjadi arus listrik DC (Direct Current).

Biasanya dioda ini digunakan dalam rangkaian power supply dari trafo sebelum masuk ke elco atau kapasitor pada amplifier. Sebab arus yang dikeluarkan oleh trafo CT masih berupa AC atau bolak-balik, maka akan dibutuhkan dioda sebelum arusnya masuk ke kapasitor.

Ingin tau lebih lanjut tentang apa itu dioda bridge kan? Kalau begitu langsung saja simak penjelasan yang saya berikan dibawah ini.

Pengertian Dioda Bridge

Gambar bentuk-bentuk dioda bridge

Dioda bridge bisa diartikan sebagai sebuah komponen berbahan semikonduktor berisikan 4 buah dioda yang berguna untuk mengatur arah polaritas. Polaritas yang dimaksud disini adalah mengubah arus AC yang masuk ke dua kaki, kemudian dikeluarkan menjadi satu arah arus listrik atau DC.

Tujuan pemakaian dioda bridge dalam rangkaian elektronik adalah arus listrik yang keluar dari kaki DC tidak terjadi pembalikan fase, ketika sumber arus listrik AC dibalik atau ditukar.

Sebuah dioda bridge atau 4 buah terminal yang terdiri dari 2 buah kaki arus AC sebagai input (masuk) sumber daya. Sementara 2 buah kaki lainnya akan mengeluarkan tegangan arus listrik DC satu arah yang terdiri negatif dan positif.

Sebutan untuk jenis dioda bridge ini sangat banyak sekali, baik nama resmi atau tidak resmi. Dibawah ini adalah sebutan yang sering digunakan untuk menamai dioda bridge, antara lain:

  1. Dioda Sisir.
  2. Dioda Bridge.
  3. Modul Diode .
  4. Dioda Kiprok.
  5. Dioda Kotak.

Fungsi Dioda Bridge

Gambar fungsi dioda bentuk kotak

Bridge diode atau dioda bridge sering dikatakan dengan istilah dioda jembatan, yakni jenis dioda yang berguna sebagai penyearah arus AC (bolak-balik) menjadi DC (satu arah).

Berbagai peralatan elektronik yang menggunakan jenis rangkaian dioda dioda bridge dapat menghasilkan polaritas atau arah yang sama pada output dari kedua polaritas input bolak-balik.

Pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan jenis dioda pada umumnya, dioda bridge ini dibuat dari bahan semikonduktor. Biasanya dioda jembatan atau bridge ini memiliki bentuk Single In Line (SIL) dan Dual In Line (DIL).

Dioda ini termasuk penyearah arus listrik gelombang penuh (full wave rectifier) merupakan penyearah yang lumrah dipakai dalam rangkaian Pencatu Daya (Power Supply), biasanya akan ditambahkan indikator berupa led.

Dikarenakan cara kerjanya lebih baik dengan ukuran yang lebih kecil dan biayanya yang lebih murah, jika dibandingkan dengan penyearah gelombang penuh yang dihubungkan dengan transformator center tap (trafo CT).

Kegunaan yang paling utama dari komponen ini adalah memiliki polaritas keluar (output) yang sama, walaupun polaritas inputnya terbalik atau bolak-balik.

1. Full Bridge Rectifier Memakai Trafo CT 2 Dioda

Layaknya rangkaian arus setengah gelombang, susunan penyearah gelombang penuh menghasilkan tegangan output murni DC atau terdapat beberapa komponen DC.

Penyearah gelombang yang saya maksud disini memiliki beberapa keunggulan mendasar atas alat penyearah separuh gelombang mereka. Arus yang dikeluarkan (DC) rata-rata lebih tinggi dibandingkan setengah gelombang.

Tegangan keluar dari penyearah gelombang penuh biasanya lebih rapat jika dibandingkan dengan penyearah setengah yang menghasilkan bentuk gelombang output lebih luas.

Di dalam setiap rangkaian Full Wave Rectifier, 2 dioda disini digunakan sebagai satu untuk setiap setengah siklus. Satu unit transformator jenis CT yang dibagi secara merata menjadi 2 bagian dengan koneksi Center Telp.

Maka dari rangkaian tersebut akan menghasilkan pada setiap dioda yang dilakukan pada gilirannya ketika terminal anoda bernilai positif terhadap titik pusat trafo yang menghasilkan keluaran selama kedua setengah siklus.

Frekuensi atau gelombang yang dihasilkan akan dua kali lipat untuk penyearah gelombang setengah, jadi 100% lebih efisien.

Namun arus yang bisa bekerja pada trafo jenis CT akan bekerja secara bergantian. Oleh sebab itu, trafo yang besar hanya dimanfaatkan setengah dari kapasitasnya setiap saat.

2. Penyearah Full Bridge Memakai Dioda Bridge

Jenis lain dari rangkaian yang bisa menghasilkan gelombang output yang sama dengan rangkaian penyearah gelombang full bridge, yakni menggunakan dioda bridge.

Rangkaian penyearah fasa tunggal ini menggunakan 4 dioda yang semuanya berupa penyearah individual terhubung dalam konfigurasi. Jenis bridge atau jembatan loop tertutup untuk menghasilkan tegangan keluar atau output yang diinginkan.

Kelebihan dari rangkaian jembatan ini berupa tidak memerlukan trafo khusus yang berjenis CT (Center Tap). Oleh karena itu, trafo menjadi lebih kecil atau jumlah lilitan trafo hanya setengah dari jumlah lilitan trafo CT, pastinya akan lebih menghemat biaya.

Di dalam trafo sendiri terdapat dua jenis gulungan, yakni primer dan sekunder. Untuk gulungan sekunder akan terhubung ke satu sisi jaringan dioda bridge dan output ke sisi lain layaknya contoh gambar dibawah ini.

Jika dilihat dari gambar diatas, maka akan menunjukan bahwa dioda bridge berfungsi secara Full Bridge Rectifier lebih menguntungkan dalam segi biaya, sebab trafo bekerja secara full.

Sementara jika menggunakan trafo CT tape akan lebih besar meskipun hanya menggunakan 2 buah dioda. Apabila dibutuhkan trafo lebih besar bekerja dengan kapasitas setengah secara bergantian pada setiap lilitan.

Bentuk Dan Simbol Dioda Bridge

Gambar contoh bentuk

Jika diperhatikan dari segi penampilannya, bentuk dari dioda bridge adalah bulat, sisir, meja, dan kotak. Sedangkan dioda bridge yang memiliki ukuran besar umumnya berbentuk meja atau kotak.

Nah, kalau jenis dioda bridge yang ukurannya kecil akan didominasi dengan bentuk tabung dan sisir.

Penyearah arus listrik berbentuk dioda dengan bahan semi konduktor ini akan membuat pemasangan komponen akan lebih mudah, sebab memiliki susunan yang lebih kompak dan ukurannya lebih kecil. Sedangkan untuk simbol dioda bridge tidak jauh berbeda dengan jenis dioda lainnya.

Kelebihan Dan Kekurangan Dioda Bridge

Gambar contoh kelebihan dan kekurangan

Secara umumnya, setiap komponen elektronik tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, antara lain adalah:

1. Kelebihan

  • Dioda bridge bersifat Full Wave Rectifier, yakni menghasilkan arus listrik DC dengan gelombang Full Wave. Gelombang ini akan lebih unggul dan baik, maka lebih efisien jika dibandingkan dengan gelombang Half Wave.
  • Dioda ini akan lebih mudah dalam pemasangan, tidak membutuhkan skill khusus untuk menangani polaritas. Semua polaritas dari masuk (input) sudah ada dalam dioda, maka tidak perlu adanya rancangan.
  • Jenis bridge akan lebih mendukung pemasangan heatsink yang lebih besar dan jauh lebih mudah.
  • Jenis dioda bridge lebih mudah untuk dijumpai jika dibandingkan dengan dioda stud yang ukurannya besar.
  • Nominal harga komponen elektronik ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan dioda stud yang besar. Maka perbandingan harga dioda bridge dengan dioda stud untuk full wave hingga 2x lipat.
  • Jika diperhatikan harga trafo yang digunakan dioda bridge lebih murah. Maka dengan menggunakan trafo non CT ini sudah bisa menghasilkan arus yang besar dengan ukuran lebih kecil.

2. Kekurangan

  • Terdapat kerugian tegangan berlapis yakni sekitar 1.4 (2 x 0. 7V) yang diakibatkan oleh pemakaian dua dioda secara bersamaan.
  • Komponen penyearah dengan sistem jembatan juga kurang cocok untuk dijadikan rangkaian dengan arus keluar (output) ganda.

Prinsip Kerja Dioda Bridge

Gambar skema prinsip kerja dioda

Pada dasarnya cara kerja dioda bridge ini sama saja dengan 4 buah dioda penyearah biasa yang disusun dalam rangkaian jembatan. Sistem kerjanya juga sama dengan cara kerja komponen penyearah gelombang penuh (Full Wave Rectifier).

Jika diperhatikan secara teliti, gambar diatas menunjukan keempat dioda yang ditandai dengan D1, D2, D3, D4 akan disusun secara berpasangan. Yakni dengan 2 dioda saja yang melewati arus satu sisi sinyal atau arus setengah siklus gelombang (half circle).

Untuk sisi positif (+) dioda akan diberikan ke input -1 serta sisi negatif (-) akan dialirkan ke input -2 dioda bridge. Sedangkan rangkaian internal D1 dan D2 akan berada dalam kondisi Forward Bias.

Cara Mengukur Dioda Bridge

Gambar cara mengukur dioda

Cara mengukur dioda bridge pada dasarnya sama saja ketika Anda mengukur dioda biasa, hanya saja memerlukan pemahaman susunan kakinya. Cara menentukan kaki dioda bridge dapat dilihat dari simbol yang terdapat pada fisiknya.

Berikut ini adalah cara mengukur dioda jenis bridge:

  1. Langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menyiapkan multimeter atau, baik digital maupun analog.
  2. Aturlah multimeter tadi ke satuan Ohm dan letakkan probe merah pada kaki dengan simbol (+), dan probe hitam di bagian kaki dengan simbol (-).
  3. Jika sudah terpasang semua, cobalah amatilah hasil dari multimeter.
  4. Apabila dioda tersebut masih normal, maka jika probde dibalik jarum tidak akan bergerak. Namun jika jarum bergerak maka dioda yang sedang Anda ukur rusak.

Tips Menggunakan Dan Membeli Dioda Bridge

Gambar tips membeli

Bagi Anda yang suka merakit atau tukang service elektronik, saya akan memberikan sedikit saran dalam membeli dioda bridge, antara lain:

  • Perhatikan untuk membeli spare ketika membeli dioda di toko.
  • Jika memakai dioda ini sebaiknya perhatikan besar ampere yang dikeluarkan dari trafo.
  • Hindari menggunakan dioda dengan ampere dibawah amper jaringan atau trafo. Sebab hal tersebut bisa mengakibatkan kerusakan pada dioda jenis ini.

Akhir Kata

Mungkin hanya itu saja sedikit penjelasan yang dapat saya berikan untuk Anda tentang dioda bridge yang biasa digunakan untuk komponen elektronik power supply. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda.

Tinggalkan komentar