8+ Simbol Komponen Elektronika

Simbol Elektronika – Pada dasarnya, komponen elektronika merupakan sebuah peralatan yang terbentuk dari berbagai jenis komponen elektronika. Pastinya setiap komponen elektronika ini memiliki fungsi-fungsi tersendiri dalam rangkaian elektronika.

Semakin berkembang pesatnya teknologi, maka berpengaruh juga pada komponen elektronika yang sangat bervariasi dan jenisnya pun bertambah. Namun pada dasarnya, komponen pembentuk sebuah peralatan elektronik seperti resistor, kapasitor, transistor, dioda, induktor, IC, dan Transformer masih tetap digunakan hingga sekarang ini.

Lantas apa saja sih fungsi dan simbol elektronika yang ada di dunia ini? Bagi para pecinta dunia elektronik pastinya wajib mengetahui simbol-simbol yang ada komponen elektronik.

Sebab jika sudah hafal dengan simbolnya, maka akan lebih mudah dalam merangkai perangkat elektronik. Biar tidak penasaran, langsung saja simak penjelasan dibawah ini.

Apa Itu Komponen Elektronika?

Gambar perangkat elektronika

Seperti yang telah sedikit saya singgung diatas, bahwa komponen elektronika merupakan alat berupa benda yang menjadi pendukung dalam suatu rangkaian peralatan elektronik yang bekerja sesuai dengan fungsi masing-masing.

Bahkan termasuk komponen elektronika yang menempel langsung ke PCB, CCB, Veroboard dan Protoboard ataupun jenis papan rangkaian lainnya. Selain itu, komponen seperti kabel yang menempel rangkaian perangkat elektronik termasuk jenis ini.

Pada umumnya, komponen elektronika bisa dibagi menjadi 2 macam berdasarkan fungsi kerjanya, yakni komponen elektronika pasif dan aktif. Untuk penjelasan tentang perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:

  • Komponen Pasif, merupakan komponen elektronika yang bisa bekerja tanpa membutuhkan atau arus tegangan listrik tambahan ketika bekerja. Misalnya, komponen elektronika pasif adalah resistor, kapasitor, induktor, trafo dan transformator.
  • Komponen Aktif, merupakan komponen elektronika yang cara kerjanya membutuhkan tegangan internal (sumber tambahan) untuk bisa beroperasi. Komponen ini bisa menguatkan dan menyearahkan arus listrik, komponen aktif juga bisa mengubah bentuk energi menjadi energi lain. Misalnya, komponen elektronika aktif berupa dioda, transistor, IC (Intergrated Circuit).

Jenis-Jenis dan Simbol Komponen Elektronika

Bagi para pecinta elektronika atau tukang rakit dan servis, memahami tentang komponen dan simbol elektronika sangatlah penting. Maka dari itu, coba perhatikan pengertian dan simbol elektronika dibawah ini.

1. Resistor

Gambar omponen elektronik

Resistor atau yang biasa disebut dengan hambatan merupakan salah satu komponen elektronika pasif yang berguna untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam sebuah rangkaian elektronika. Nilai dari sebuah resistor atau hambatan akan digambarkan dengan Ohm (Ω).

Sementara nilai resistor akan diwakili dengan kode angka ataupun gelang warna yang ada di dalam badan resistor. Hambatan ini biasa disebut dengan resistansi atau resistance.

Berikut ini adalah jenis-jenis resistor, antara lain:

  • Resistor dengan nilai tetap.
  • Resistor dengan nilai yang biasa diatur. Komponen resistor jenis ini biasanya disebut dengan Variable Resistor atau Potensiometer.
  • Komponen resistor yang nilainya bisa berubah sesuai dengan intensitas cahaya. Resistor jenis ini biasanya disebut dengan LDR atau Light Dependet Resistor.
  • Resistor yang nilainya bisa berubah sesuai dengan perubahan suhu. Komponen resistor ini biasa disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Cofficient).

Perhatikan Gambar Simbol Elektronika Resistor dibawah ini:

gambar simbol resistor

2. Kapasitor (Capasitor)

Gambar kapasitor

Kapasitor atau yang sering disebut dengan kondensor ini merupakan komponen elektronik jenis pasif yang bisa menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu.

Kegunaan dari kapasitor (kondensor) adalah memilih gelombang radio pada rangkaian tuner, sebagai perata arus pada rectifier. Kapasitor juga berfungsi sebagai filter di dalam rangkaian power suplay (catu daya). Sedangkan nilai satuan dari kapasitor (kondensor) adalah farad (F).

Berikut ini adalah jenis-jenis kapasitor (kondensor), antara lain:

  • Kapasitor yang nilainya tetap dan tidak berpolaritas. Apabila dilihat dari bahan dasar pembuatannya, ,maka kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari kertas, kapasitor mika. kapasitor polyster dan kapasitor keramik.
  • Kapasitor yang nilainya tetap, namun mempunyai polaritas positif dan negatif. Jenis kapasitor ini adalah kapasitor elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan kapasitor tantalum.
  • Kapasitor yang nilainya bisa diatur, jenis ini biasa disebut dengan Variable Capasitor.

Perhatikan Gambar Simbol Elektronika Kapasitor dibawah ini:

Gambar simbol kapasitor

3. Induktor (Inductor)

Gambar inductor

Induktor atau yang biasa disebut dengan Coil (kumparan) merupakan komponen elektronika pasif yang berguna sebagai pengatur frekuensi, filter dan juga sebagai alat kopel (penyambung). Komponen induktor ini banyak ditemukan pada peralatan atau rangkaian elektronika yang berkaitan dengan frekuensi seperti tuner untuk pesawat radio. Sedangkan satuan induktor adalah Henny (H).

Berikut ini adalah jenis-jenis kapasitor (kondensor), antara lain:

  • Komponen induktor yang memiliki nilai tetap
  • Komponen induktor yang memiliki nilai bisa diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.

Perhatikan Gambar Simbol Elektronika Kapasitor dibawah ini:

Perhatikan Gambar Simbol Kapasitor

4. Dioda (Diode)

Gambar komponen elektronik

Diode merupakan salah satu komponen elektronika aktif yang berguna sebagai penghantar arus listrik ke satu arah serta menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Komponen diode ini memiliki dua kaki atau kaki kawat yang disebut anoda (+) dan katoda (+).

Jika didasarkan pada fungsinya, dioda memiliki beberapa kegunaan, antara lain:

  1. Dioda biasa atau Dioda penyearah, dibuat dari bahan silikon dan berguna sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
  2. Dioda Zener (Zener Diode), banyak digunakan sebagai pengamanan rangkaian sesudah tegangan yang ditentukan oleh dioda zener yang bersangkutan. Biasanya tegangan tersebut sering dinamakan dengan tegangan zener.
  3. LED (Light Emitting Diode), komponen ini biasa disebut dengan diode emisi cahaya yang bisa memancarkan cahaya monokromatik.
  4. Dioda Foto (Photo Diode), jenis dioda ini sangat peka dengan cahaya, oleh sebab itu sering digunakan sebagai Sensor.
  5. Dioda Shockley (SCR atau Silicon Control Rectifier), merupakan dioda yang berguna sebagai pengendali .
  6. Laser Diode (Dioda Laser), merupakan jenis dioda yang bisa mengeluarkan cahaya Laser. Biasanya dioda laser ini sering disingkat dengan LD.
  7. Dioda Schottky, merupakan jenis dioda yang berguna pada tegangan rendah.
  8. Dioda Varaktor, merupakan jenis dioda yang mempunyai sifat kapasitas yang bisa berubah-ubah sesuai dengan tegangan yang diberikan.

Perhatikan Gambar Simbol Elektronika Dioda dibawah ini:

Gambar Simbol Kapasitor

5. Transistor

Komponen elektronik

Transistor adalah salah satu jenis komponen elektronika aktif yang mempunyai banyak fungsi dan menjadi komponen yang berperan sangat penting dalam dunia elektronik modern ini.

Berbagai fungsi transistor antara lain:

  1. Menjadi penguat arus.
  2. Sebagai switch (pemutus dan penghubung).
  3. Stabilitasi tegangan.
  4. Modulasi sinyal.
  5. Penyearah dan lain sebagainya.

Komponen elektronik transistor ini terdiri dari 3 terminal (kaki) berupa base atau basis (B), emitor (E) dan collector atau kolektor (K). Jika dilihat dari strukturnya, komponen transistor terdiri dari 2 tipe struktur yakni PNP dan NPN.

Sedangkan UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga masih termasuk jenis dari transistor.

Perhatikan Gambar Simbol Elektronika Transistor dibawah ini:

Gambar Simbol Transistor

6. IC (Intergrated Circuit)

Komponen elektro

IC (Integrated Circuit) termasuk jenis komponen elektronika aktif yang terdiri dari penggabungan ratusan bahkan jutaan transistor, resistor dan komponen. Semua komponen tersebut diintegrasikan menjadi sebuah rangkaian elektronika dalam bentuk kemasan kecil.

Sedangkan untuk bentuk IC (Integrated Circuit) juga sangat bervariasi, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Komponen elektronik IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Lantas apakah fungsi dari IC itu?

Pada dasarnya , IC merupakan komponen elektronika yang digunakan sebagai otak dalam sebuah peralatan elektronika. Komponen IC juga dibuat dari bahan semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).

Misalnya, komponen IC yang berguna sebagai otak pada sebuah komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta transistor dan jumlah tersebut belum termasuk berbagai komponen elektronika lainnya.

Perhatikan Gambar Simbol Elektronika IC dibawah ini:

Gambar Simbol IC

7. Saklar (Switch)

Gambar saklar

Saklar termasuk komponen yang dipakai untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Pada rangkaian elektronika, komponen saklar sering digunakan sebagai tombol ON/OFF dalam peralatan elektronika.

Perhatikan Gambar Simbol Elektronika Saklar dibawah ini:

Gambar Simbol Saklar

8. Transformator

Komponen trafo

Pada dasarnya transformator atau yang biasa disebut dengan trafo ini termasuk komponen elektronika aktif yang mempunyai 2 fungsi utama. Dua fungsi utama tersebut berupa untuk menaikan tegangan (transformator step-up) dan menurunkan (transformator step-down).

Trafo atau transformator ini akan bekerja berdasarkan perubahan dari gaya medan listrik.

Perhatikan Gambar Simbol Elektronika Transformator dibawah ini:

Gambar Simbol Transformator

Akhir Kata

Mungkin hanya itu saja sedikit penjelasan yang dapat saya berikan tentang berbagai simbol elektronika yang digunakan dalam rangkaian perlengkapan elektronik seperti ketika ingin mengukur dioda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu dan menambah pengetahuan Anda dalam bidang elektronik.

Tinggalkan komentar