Batik Jambi

Motif Batik Jambi – Jika berbicara seputar kebudayaan Indonesia, tentunya akan banyak sekali yang harus dibahas, sebab di setiap daerah memiliki keragaman tersendiri. Salah satunya adalah kerajinan membatik yang sudah diajarkan turun-temurun hingga sekarang ini.

Bahkan seperti yang kita ketahui sendiri, bahwa batik sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia. Penciptaan berbagai motif batik sendiri banyak dilatarbelakangi sejarah pada zaman dulu.

Ragam hias motifnya pun memiliki makna filosofis yang mendalam tentang kehidupan serta apa yang diharapkan bagi si pengguna. Begitupun dengan motif batik dari daerah Jambi yang kaya akan sejarah dan makna filosofi di setiap motifnya.

Nah, seperti apa sejarah dan makna filosofis di setiap motifnya, penasaran? Yuk langsung saja kita bahas tuntas pada artikel kali ini.

Sejarah Batik Jambi

Gambar motif batik dari Jambi

Berdasarkan catatan yang ada, sejarah batik daerah ini berasal dari masa Kesultanan Melayu di Jambi. Namun untuk penempatan waktu dan tahunnya masih belum diketahui secara jelas dan pasti, akan tetapi pada masa kesultanan tersebut batik sudah ada dengan motif utama berupa flora dan fauna.

Terlepas dari itu, perbedaan dari jenis batik ini hanya boleh digunakan oleh lingkungan keluarga sultan saja, masih belum menyebar hingga ke kalangan masyarakat umum.

Hal ini disebabkan oleh ketika zaman kesultanan dahulu masih sangat jarang orang yang mampu membuat seni kerajinan batik Jambi. Kemudian penyebaran batik Jambi pada masa itu juga masih kurang diperhatikan yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial antara masyarakat berekonomi tinggi dan berekonomi rendah.

Salah satu keunikan dari batik Jambi adalah motifnya yang tidak memperlihatkan rangkaian sesuatu, maksudnya adalah kesan gambar batik yang sendiri-sendiri.

Ragam Hias Motif Batik Jambi

Berbagai ragam hias batik Jambi disebabkan oleh faktor estetika dan filosofis yang digali dan diperkaya dari muatan lokal berupa keadaan geografis, kebudayaan, kepercayaan, dan hasil seni juga kerajinan.

Jika dilihat secara umumnya, ragam hias batik Jambi adalah satu kesenian dari elemen-elemen yang terdiri dari titik, warna, dan tesktur. Kombinasi elemen tersebut kemudian mewujudkan keindahan melalui pengulangan, pusat perhatian, keseimbangan dan kekontrasan yang mempunyai bobot kultur setempat, opini dan nilai-nilai filosofis.

Sedangkan untuk motif batik Jambi sendiri sebenarnya ada banyak sekali, namun kali ini saya akan memberikan 8 motif yang paling terkenal dari motif batik Jambi, antara lain:

1. Batik Jambi Angso Duo

Gambar batik Jambi

Salah satu motif batik Jambi yang paling terkenal dan banyak dijumpai di pasaran adalah motif angso duo. Motif ini memiliki penggambaran dua ekor hewan angsa yang sedang berhadapan atau beriringan pada beberapa modifikasi motif lainnya.

Makna yang terkandung di dalam motif ini adalah bahwa setiap orang haruslah selalu berusaha untuk mencari tempat yang lebih baik. Manusia di bumi juga diajarkan untuk selalu selaras dan harmonis dengan sesamanya. Selain itu, batik ini juga memiliki makna berupa manusia juga diajarkan untuk tetap gigih dan sabar dalam berusaha.

Pelajari Juga! Motif Batik Jawa Timur

2. Batik Jambi Batanghari

Gambar batik batangari

Batik Jambi yang terkenal lainnya dan mudah ditemukan adalah motif batik batanghari. Motif ini dilukiskan menggunakan berbagai detail seperti gunung sungai mengalir, flora dan fauna.

Akan tetapi, nama batanghari sendiri diambil dari nama salah satu sungai utama yang ada di Jambi dan menjadi salah satu sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Motifnya sendiri berbentuk sulur tanaman yang membentang dari bagian bawah keatas, yang  terinspirasi dari lekukan sungai batanghari itu sendiri.

Makna filosofi yang terkandung di dalam motif ini adalah mengajarkan supaya tidak mudah menyerah ketika dihadapkan oleh berbagai masalah penuh liku-liku. Dengan cara tetap mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya agar sampai ke hilir sungai atau kehidupan yang damai.

3. Batik Jambi Kaco Piring

Gambar batik kaco piring

Batik motif Jambi yang tidak kalah terkenal dari dua motif diatas adalah motif kaco piring. Apabila dilihat secara sepintas, maka pada batik Jawa mirip dengan motif batik kawung yang berasal dari Jawa Tengah atau motif madubronto.

Motif ini merupakan gambaran dari bentuk simetris dan tipikal berulang. Untuk namanya sendiri diambil dari motif bunga jeruk bercabang, dan terdapat kesalahan ketika enarik cantingnya, sehingga lebih mirip dengan bunga kaca piring (Gardenia Jasminoides).

Makna yang terkandung dalam motif kaco piring adalah supaya manusia selalu senantiasa tegar dalam menjalani kehdiupan dan menggambarkan hati yang bersih.

4. Batik Jambi Bungo Melati

Gambar batik bungo melati

Motif selanjutnya dari batik Jambi adalah bungo melati yang di banyak dipercayai lebih harum dari pada bunga melati di daerah lainnya. Jika dilihat sekilas, motif ini mempunyai kemiripan layaknya batik di Jawa, yakni motif truntum, dimana motif ini berisikan bunga-bunga kecil yang berulang di satu helai kain.

Makna filosofi atau pesan moral yang termuat pada motif batik ini adalah supaya manusia tidak perlu mempunyai sifat iri dengki dengan cara selalu bersyukur. Selain itu ada juga makna lain berupa simbol supaya manusia tidak memaksakan kehendaknya pada orang lain dan tidak perlu mempunyai sifat tinggi hati.

5. Batik Jambi Durian Pecah

Gambar batik durian pecah

Motif batik Jambi yang tidak kalah terkenal lainnya adalah bentuk durian pecah. Tidak jauh dari namanya, motif ini digambarkan dengan buah durian yang terpecah belah menjadi dua.

Selain itu, motif ini juga mirip dengan motif ceplokan yang berasal dari kerajinan batik di Pulau Jawa, yang cenderung berulang dan ti[pikal.

Bukan hanya gambar durian terbelah saja, ornamen lain yang mengisi motif ini berupa hiasan resam, daun pakis, bunga kangkung. Motif durian pecah sendiri memiliki arti berupa buah istimewa bagi masyarakat Jambi.

Ada salah satu pepatah dari masyarakat Jambi yang berbunyi “alam tekambang jadi guru”, artinya adalah seenak apapun rasanya jika sudah rusak tidaklah guna, serta diajarkan juga supaya tidak merusak sesuatu.

Makna yang terkandung dalam motif ini adalah pemimpin haruslah memiliki sifat amanah, tegas dalam ucapan dan perilaku, serta memberikan manfaat bagi orang banyak.

Pelajari Juga! Motif Batik Banten

6. Batik Jambi Tampuk Manggis

Gambar tampuk manggis

Motif batik Jambi berupa tampuk manggis memiliki bentuk yang hampir mirip dengan motif kawung dari beton dan mandubroto. Batik Jambi satu ini mendapatkan inspirasi motif dari buah mabggis yang banyak dijumpai di Jambi dan tersusun rapi di sehelai kain.

Sedangkan untuk jumlah aksen ornamen di diluar dan dalam kurungan pada motif haruslah sama, hal ini menggambarkan sifat masyarakat Jambi yang jujur dan terbuka. Warna  kulit manggis yang hitam tetapi berwarna merah di dalamnya dan putih untuk buahnya menyimbollkan bahwa jangan menilai sesuatu halnya dari bagian luarnya saja.

7. Batik Jambi Kapal Sanggat

Gambar batik kapal sanggat

Batik Jambi satu ini memiliki motif yang cukup sulit untuk dibuat, sebab terdiri dari beberapa bentuk yang berjejer kerap. Gambaran yang ada dalam motif ini adalah kapal laut yang bentuknya kecil dan bermotif kongruen pada sehelai kain, juga diisi dengan beberapa objek lain seperti binatang laun seperti kepiting, udang, ikan kerang dan lain-lain.

Sangat banyak sekali pesan moral yang terkandung di dalam batik motif kapal senggat dari Jambi ini. Nama kapal senggat sendiri diambil dari senggat yang artinya andal dalam bahasa Melayu, maksudnya adalah kapal ini tidak bisa meneruskan perjalanan karena tersangkut sesuatu.

Terdapat pesan adat setempat tentang motif ini berupa “ berlayar sampai ke pulau, berjalan sampai ke tujuan”. Artinya adalah peringatan bagi orang lain supaya dalam mengerjakan sesuatu tidak boleh setengah hati, harus sampai tuntas dan selesai.

Sementara motif lain yang berisikan berbagai hewan laut menandakan bahwa setiap orang, disekelilingnya banyak terdapat teman yang bermanfaat dan baik terkadang terlupakan ketika melakukan perjalanan hidup yang butuh diperhatikan juga.

Selain itu, makna lain dari motif ini adalah dilihat dari tiang kapal di dalam batiknya yang digambarkan terbaik, tidak seiringan dengan bentuk kapal. Hal ini menandakan bahwa seseorang sebaiknya harus tetap waspada dalam mengerjakan sesuatu, janganlah lalai dalam menjalankan tugas yang bisa menyebabkan malapetaka di kemudian hari.

8. Batik Jambi Kuao Berhias

Gambar batik kuao berias

Motif batik Jambi yang cukup terkenal di kalangan masyarakat umum terakhir adalah motif kuao berhias. Kuao sendiri merupakan seekor unggas atau hewan dalam spesies Argusianus, yang terdapat dua jenis, yakni kuao raja (Argusianus Argus) dan kuao bergaris ganda (Argusianus Bipunctatus).

Kedua jenis kuao ini adalah hewan unggas asli Indonesia yang diaplikasikan pada kerajinan batik Jambi dengan gambar kuao sedang bercermin sembari mengepakkan sayapnya. Digambarkan hewan ini sedang berkaca sehingga dua ekor kuao pada satu bidang objek.

Makna filosofi atau pesan moral yang terkandung di dalam motif ini adalah supaya seseorang selalu senantiasa melakukan instropeksi diri, selalu mengevaluasi diri apa yang telah menjadi kelebihan dan kekuranganya. Selain itu, diharapkan juga dengan selalu memperbaiki diri, maka seseorang tersebut bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Pelajari Juga! Motif Batik Yogyakarta

Akhir Kata

Mungkin hanya itu saja penjelasan singkat yang bisa saya berikan untuk Anda seputar batik Jambi dengan berbagai ragam hias motifnya. Semoga dengan adanya artikel ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan Anda tentang budaya Indonesia berupa kerajinan batik.

Tinggalkan komentar