Cerita Wayang Gatotkaca Bahasa Jawa Singkat

Riverspace.org – Cerita wayang Gatotkaca merupakan salah satu kisah pewayangan yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah dan sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas. Dari cerita rakyat, disebutkan bahwa ksatria Gatotkaca menjadi ksatria legendaris dari Pringgadani. Baca Juga: Cerita Wayang Dewa Ruci Bahasa Jawa

Tak hanya sebagai ksatria yang memiliki kekuatan serta senjata sakti, Raden Gatotkaca juga disebut sebagai panutan, karena memanfaatkan kesaktiannya secara bijaksana. Menurut kisahnya, kekuatan Gatotkaca ia dapatkan dari sebuah kawah, yakni Kawah Candradimuka.

 

Cerita Wayang Gatotkaca Singkat dan Lengkap

Cerita Wayang Gatotkaca
Cerita Wayang Gatotkaca

Ksatria dari Pringgadani ini ternyata memiliki banyak sekali senjata, dan beberapa senjata yang terkenal adalah rompi antakusuma, kemudian caping basunandha, dan juga aji-aji narantaka. Senjata-senjata tersebut dipergunakan untuk membuat kebajikan di Pringgadani dan sekitarnya. Baca Juga: Unsur Intrinsik Cerita Wayang

 

1. Lahirnya Gatotkaca

Dewi Arimbi dan Raden Werkudara ketika sangat bergembira, karena pernikahan mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Mereka pun memberikan nama yang bagus untuk sang putra, yakni Tetuka. Ketika Tetuka lahir ke dunia, ada satu hal yang aneh, yaitu tali pusarnya tidak mempan dipotong dengan pisau.

Bahkan Raden Werkudara mencoba senjata lain untuk bisa memotong tali pusar Tetuka, namun nyatanya tidak ada yang berhasil. Ia pun mencoba aneka macam kesaktian yang dimiliki, namun tali pusar Tetuka tetap tidak bisa dipotong.

Pada akhirnya, senjata yang mampu memotong tali pusar putra Dewi Arimbi dan Raden Werkudara adalah pusaka yang didapatkan oleh Arjuna dalam pertempurannya melawan Kresna. Pusaka itulah yang akhirnya berhasil membuat tali pusar Tetuka terpotong dan terpisah dari tubuhnya.

 

2. Tetuka Diceburkan ke Kawah Candradimuka

Tetuka memiliki kesaktian ksatria yang kuat dan diperlihatkan ketika Prabu Kala Sekipu ditantang Batara Narada pada saat meminang Dewi Supraba. Sang prabu pun diminta untuk melawan Tetuka yang pada saat itu masih bayi.

Prabu Kala Sekipu cukup kewalahan melawan kesaktian Tetuka, hingga akhirnya ia menggigit leher Tetuka hingga bayi tersebut tidak bergerak sama sekali. Setelah itu, Tetuka dilemparkan ke arah Batara Narada oleh Prabu Kala Sekipu, karena ia mengira Tetuka telah tewas di tangannya. Baca Juga: Cerita Wayang Arjuna Singkat Jawa dan Sunda

Batara Narada pun menangkap Tetuka, kemudian ia dibawa ke sebuah kawah yang bernama Kawah Candradimuka dan di sana seluruh dewa menceburkan berbagai macam senjata berbahan dasar baja dan kuningan. Setelah itu, Tetuka dilemparkan ke Kawah Candradimuka agar melebur menjadi satu dengan senjata-senjata dari baja dan kuningan.

Akan tetapi, bukannya melebur Tetuka malah semakin bertambah besar dan senjata-senjata yang diceburkan ke Kawah Candradimuka juga membuatnya menambah kesaktian. Ketika keluar dari Kawah Candradimuka, Tetuka berubah menjadi sosok pemuda yang sangat tampan dengan kesaktian mandraguna.

 

3. Tetuka Berubah Menjadi Gatotkaca

Cerita wayang Gatotkaca yang berasal dari bayi kemudian diceburkan ke dalam sebuah kawah dan keluar dengan sosok baru, yakni pemuda tampan dengan kesaktian tinggi pun disaksikan oleh Batara Narada.

Setelah berhasil keluar dari Kawah Candradimuka, Tetuka diminta oleh Batara Narada untuk mengalahkan Prabu Kala Sekipu terlebih dahulu di Padang Oro-Oro sebelum ia bertemu dengan Raden Werkudara, sang ayah.

Tetuka pun mengiyakan permintaan Batara Narada dan berangkat menuju Padang Oro-Oro untuk melawan Prabu Kala Sekipu. Sang Prabu ternyata masih menggunakan trik yang sama, yakni menggigit leher Tetuka sampai sempat tidak sadarkan diri.

Ketika Tetuka tidak sadarkan diri, Batara Narada pun menuangkan air kehidupan sehingga Tetuka bisa kembali bangun dan melawan Prabu Kala Sekipu, sehingga akhirnya sang prabu kalah di tangannya.

Kemenangan Tetuka tersebut membuat Prabu Kala Praceka tidak terima dan ingin menuntut balas, namun pertempuran tersebut tetap dimenangkan oleh Tetuka. Sesuai janjinya, setelah Tetuka berhasil mengalahkan Prabu Kala Sekipu, Barata Narada pun mempertemukan Tetuka dengan sang ayah.

Akan tetapi perjalanan untuk bertemu sang ayah tidak begitu mulus, karena Raden Werkudara tidak bisa mengenali Tetuka karena perubahan wujudnya, bahkan ia kini memiliki taring. Beruntung pada akhirnya sang ayah menerima anaknya kembali setelah Batara Narada memberikan penjelasan secara gamblang.

Setelah itu, oleh Hyang Pramesthi, Tetuka yang telah berubah menjadi pemuda tampan diberikan nama baru, yakni Raden Gatotkaca. Tidak hanya itu, Tetuka juga diberikan senjata baru berupa topeng baja yang dapat membuatnya semakin sakti dan juga rompi antakusuma yang dapat membuatnya terbang ke angkasa.

 

4.      Gatotkaca Menjadi Raja Pringgadani

Ternyata, sebelum Raden Gatotkaca kembali ke Pringgadani, ia sempat diberi tahta dan dinobatkan sebagai raja sehari di Jonggring Saloka. Kepulangan Raden Gatotkaca sangat membuat hati sang ibu gembira, sehingga Dewi Arimbi dan Raden Werkudara menyambutnya dengan sangat hangat.

Setelah itu, akhirnya Raden Gatotkaca dinobatkan sebagai Raja Pringgadani dan memimpin kerajaan didampingi oleh sang ibu, yakni Dewi Arimbi. Sesudah penobatan Raden Gatotkaca sebagai raja baru di Pringgadani, sang ayah Raden Werkudara harus kembali lagi ke Amarta.

Raden Gatotkaca memimpin Kerajaan Pringgadani dengan segenap hati dan bijaksana, sehingga tidak heran jika selama dipimpinnya kerajaan ini bertambah makmur, aman, dan menjadi salah satu kerajaan paling kuat di cerita pewayangan.

Semasa menduduki tahta sebagai Raja Pringgadani, Raden Gatotkaca juga semakin sakti dan kuat apalagi ketika ia berguru kepada Resi Seta. Oleh Resi Seta, Raden Gatotkaca diberikan ajian yang sangat kuat dan dahsyat, yakni ajian narantaka.

Ajikan tersebut berupa kekuatan yang berada di telapak tangan, sehingga mampu menghancurkan batu besar dan keras sehingga berubah menjadi abu.

 

5. Apa Sebab Gugurnya Gatotkaca?

Pada perang Bharatayudha, Raden Gatotkaca bersama dengan seluruh pasukan Pringgadani menghadapi pasukan Karna yang ketika itu membawa prajurit Awanggana. Pertempuran berlangsung secara seimbang dan membuat Karna sangat kesal, apalagi ketika anak panahnya tidak mampu mengenai Raden Gatotkaca.

Pertarungan sengit antara Gatotkaca dan Karana membuat Karana semakin beringas dan kesal, sehingga pada akhirnya ia mengeluarkan Indrastra, sebuah senjata cakra dari surga yang diperolehnya dari Dewa Indra.

Raden Gatotkaca yang menerima serangan Indrastra akhirnya memperbesar ukuran tubuhnya dan gugur seketika. Tubuh Raden Gatotkaca jatuh ke bumi dan mengenai ribuan prajurit Kurawa, sehingga tewasnya Gatotkaca juga menimbulkan banyak korban dari pihak Kurawa.

Banyak yang sudah tahu kegagahan dari Gatotkaca, bukan hanya dari cerita wayang Gatotkaca, melainkan dari banyaknya patung-patung penggambarannya. Ia berperawakan sangat gagah dan menawan, sehingga tidak heran jika dinobatkan sebagai Raja Pringgadani pada masanya.


FAQ

Apa sebab gugurnya Gatotkaca?

Seperti yang sudah kami ringkas diatas penyebab gugurnya Gatotkaca yaitu oleh Karna yang menggunakan senjata cakra yang ia peroleh dari dewa Indra.

Apa senjata pusaka gatotkaca?

Senjata pusaka gatotkaca ada tiga 3 yaitu Kutang Antakusuma, Caping Basunanda, dan Tiumpah / Sepatu Padakucarma. Ketiga senjata tersebut memiliki kekuatan yang berbeda beda. Kutang Antakusuma memiliki kekuatan yang menjadikan gatotkaca bisa terbang, caping basunanda memiliki kekuatan tidak panas dan kehujanan, sedangkan sepatu padakkucarma memiliki kekuatan gatotkaca agar dapat menapak di tanah maupun di air.

Cerita Wayang Gatotkaca Singkat Versi Bahasa Jawa

Bagi anda yang sedang mencari tugas untuk sekolah dan harus menyertakan bahasa jawa, anda bisa translate saja dengan google translate atau bing.translator lalu pilih gunakan bahasa jawa.

Tinggalkan komentar