Amplifier

Pengertian Amplifier – Amplifier sendiri sering diartikan sebagai suatu rangkaian dari berbagai komponen elektronika yang berguna untuk meningkatkan sinyal output berupa gelombang suara. Dengan menggunakan perangkat elektronik ini, maka bisa meningkatkan karakteristik dan juga kualitas suara juga.

Alat atau perangkat elektronik ini cukup familiar, namun tidak banyak orang yang mengetahui secara lengkap tentang alat ini. Berbagai informasi dasar tentang perangkat amplifier, mulai dari pengertian amplifier, fungsi, kelas, hingga komponennya jarang dipelajari.

Perangkat ini banyak dimiliki oleh setiap orang, khususnya untuk Anda yang suka dalam dunia musik dan elektronika.

Dengan menggunakan amplifier ini, output suara yang dikeluarkan akan semakin besar dengan bantuan komponen speaker. Lantas sebenarnya apa amplifier itu? Jika dari Anda masih belum mengenalnya, simak saja penjelasan yang saya berikan dibawah ini.

Pengertian Amplifier

Gambar amplifier gitar

Amplifier merupakan salah satu perangkat elektronika yang terdiri dari rangkaian beberapa komponen yang berguna untuk memperkuat sinyal output pada suara. Amplifier akan memproses gelombang suara yang masuk, misalnya dari HP atau DVD untuk dijadikan suara yang memiliki tekanan lebih besar dengan menyesuaikan watt dari amplifier itu sendiri.

Sebab pada dasarnya, semua amplifier akan memiliki karakteristik dan besar watt yang berbeda, tergantung amplifier itu termasuk kelas dan jenis apa. Sedangkan untuk poin-poin yang bisa diambil adalah sebagai berikut:

  • Amplifier bisa mengubah sinyal audio rambatan kecil yang berbentuk analog sebagai input menjadi lebih besar untuk output.
  • Untuk bisa mendapatkan inputnya, maka akan dibutuhkan alat tranduser seperti mikrofon yang bisa mengkonversiakn suara menjadi listrik.
  • Jenis sinyal listrik tipe AC atau bolak-balik akan diperkuat lagi tegangannya, sehingga bisa menjadi outpu lebih besar. Pada umumnya besaran penguatannya disebut dengan gain dan akan diberikan potensiometer untuk mengaturnya.

Dengan demikian, jadi bisa dikatakan bahwa speaker akan mengkonversikan suara menjadi lebih besar. Misalnya, apabila Anda melihat pada sebuah spekaer, megaphone dan lain-lain.

Fungsi Amplifier

Gambar kegunaan amplifier

Pada dasarnya, amplifier banyak dipakai untuk menghasilkan sinyal suara output yang kuat atau lebih besar. Namun amplifier juga memiliki beberapa fungsi, antara lain:

1. Menyesuaikan Suara Keluar (Output)

Perangkat elektronik berupa amplifier dapat membuat output-nya memiliki sinyal suara yang sama dengan inputnya. Sebab amplifier mempunyai komponen pre-amp di dalamnya.

Selain itu, untuk sinyal-sinyal masukan atau input seperti:\

  1. DVD.
  2. MP3 Player.
  3. Dan sebagainya.

Akan memiliki kualitas yang berbeda-beda ketika gelombang suaranya diproses oleh amplifier.

Namun, dengan hadirnya komponen pendukung tersebut, maka amplifier akan bisa menguatkan dan menyamakan suara yang dihasilkan.

2. Bisa Mengatur Karakteristik Suara

Amplifier juga berguna untuk mengatur karakteristik dari audio seperti karakter bass, trible, balance, midle, volume, dan gain.

Ditambah lagi jika di dalamnya terdapat komponen AUX (seperti yang ada di TOA). Maka karaktersitik suara pada suatu amplifier akan bisa diubah sesuai dengan yang kita inginkan.

Biasanya untuk para pecinta elektronik akan menambahkan beberapa aksesoris lain untuk mengatur suara yang dihasilkan, seperti:

  • Equalizer.
  • Crosover.
  • Mixer.
  • Compressor
  • Dlms (Digital Loudspeaker Management System).
  • Dan sebagainya.

3. Sebagai Penguat Suara

Penguat suara ini adalah fungsi utama dari sebuah amplifier, yakni dengan menguatkan sinyal audio yang kemudian sinyal tersebut akan dikeluarkan melalui gelombang pada loudspeaker.

Namun sebelumnya, gelombang sinyal suara input yang ada akan dikonversikan terlebih dulu menjadi sinyal listrik supaya tegangannya bisa naik. Jika tegangan sudah naik, maka suara yang dihasilkan akan menjadi lebih besar.

Pelajari Juga! Apa Itu Kapasitor

Jenis Amplifier

Gambar jenis amplifier kelas GB

Pada dasarnya, amplifier bisa dibedakan menjadi 4 jenis, antara lain:

  1. Output Transformer
  2. Output Transformer Less
  3. Output Capacitor Less
  4. Bridge Transformer Less.

Untuk penjelasan dari keempat jenis tersebut ada dibawah ini ya.

1. Power Amplifier OT (Output Transformer)

Pengertian amplifier OT adalah jenis power amplifier yang memakai kopling atau sebuah trafo untuk menghubungkan rangkaian penguat akhir dengan beban pengeras suara.

Untuk respon dari frekusensi amplifier jenis Ot sendiri berupa range audio menengah, sehingga reproduksi suara nada karakter bass tidak begitu bagus.

Sedangkan keunggulan dari jenis Ot adalah bisa tahan terhadap short sircuit penguat akhir. Oleh karena itu, penguat suara (loudspeaker) akan menjadi awet dan tidak cepat rusak.

Amplifier jenis OT biasanya akan sering dipakai menjadi pengeras suara ketika berpidato, ceramah dan lain-lain.

2. Power Amplifier OTL (Output Transformer Less)

Pengertian amplifier OTL yang tidak memakai tansformer atau trafo sebagai kopling dari rangkaiannya dengan pengeras suara.

Untuk jenis amplifier ini memiliki ciri khas yang terdapat pada jenis catu daya (power suplay). Power apmlifier OTL juga memakai tegangan non simetris untuk memfungsikannya.

Bukan hanya itu saja, ciri khas lain dari power amplifier ini memiliki ukuran kapasitor yang cukup besar, bisa lebih dari 1.000µF.

Komponen kapasitor yang dipakai dalam rangakain amplifier ini biasanya berupa ELCO yang memiliki arah polaritas yang terdiri dari kutup positif (+) dan negatif (-). Sedangkan fungsi utama dari ELCO pada power amplifier salah satunya adalah untuk menyetabilkan tegangan listrk.

Sementara untuk pengaplikasiannya, power amplifier jenis OTL biasanya akan dipakai dalam perangkat elektronik seperti televisi, handphone, radio, laptop, dan sebagainya.

3. Power Amplifier OCL (Output Capacitor Less)

Power amplifier jenis OCl biasanya akan digunakan sebagai penguat daya amplitudo yang besar, sebab amplifier OCL akan dipasangkan catu daya (power suplay) simetris.

Selain itu, jenis amplifier OCL banyak dianggap lebih aman pada suara output yang dikeluarkan ke beban pengeras suara (loudspaker).

Ciri khas atau karakteristik dari jenis amplifier ini adalah pada salah satu ujung beban keluaran yang terhubung dengan output CT di transformer.

CT pada trasformer berguna untuk sumber tegangan pada titik simpul atau tengah dari suatu gelombang suara yang dihasilkan. Oleh sebab itu, gelombang suara yang dihasilkan oleh amplifier ini akan lebih besar dan karakter bass-nya terasa dibanding lainnya.

4. Power Amplifier BTL (Bridge Transformer Less)

Pengertian amplifier BTL merupakan penggabungan dari dua amplifier menggunakan sebuah sistem yang biasa disebut pecinta elektro sebagai bridge.

Oleh sebab itulah, amplifier BTL akan mendapatkan sinyal amplitudo sebesar 2 kali lipat dari pada hanya menggunakan satu saja. Untuk sekarang ini, jenis amplifier BTL (bridge) memiliki dua jenis, yakni:

  1. Power Amplifier Full Bridge.
  2. Power Amplifier Half Bridge.

Akan tetapi, permasalahan yang sering terjadi pada jenis amplifier BTL adalah memiliki suhu panas berlebihan pada masing-masing IC (Integrated Circuit).

Nah, untuk mengatasinya adalah dengan diberikan pendingin (hatshink) yang cukup besar pada setiap IC dan kipas untuk pembuang suhu panas supaya tidak mudah terbakar dan hangus.

Komponen Penyusun Amplifier

Di dalam sebuah perangkat elektronik berupa amplifier, umumnya akan terdiri dari komponen-komponen penyusun supaya bisa menjadi satu kesatuan bernama amplifier. Terdapat beberapa jenis komponen penyusun dalam sebuah amplifier yang akan saya jelaskan dibawah ini:

1. Trafo (Transformator)

Gambar komponen trafo

Komponen trafo disini adalah sebagai penyuplay arus listrik yang diperoleh dari sumber utama untuk dimasukkan ke dalam rangkaian amplifier. Selain itu, trafo juga berguna untuk menurunkan tegangan AC menjadi sesuai dengan kebutuhan amplifier.

Pada sekarang ini sudah banyak jenis amplifier yang menggunakan catu daya (power suplay) simetris. Jenis catu daya simetris biasanya akan terdiri dari tegangan positif, negatif dan netral (CT).

Oleh sebab itu, amplifier akan lebih memasok daya yang cukup tinggi supaya bisa menghasilkan output gelombang suara yang besar.

2. Elco (Electrolyte Capacitor)

Gambar ELCO PSU

ELCO atau yang biasa disebut sebagai kapasitor adalah sebuah komponen alektronika yang berguna untuk menyaring dan menyimpan arus listrik bergelombang menjadi rata.

Selain itu, kapasitor juga bisa mempengaruhi karakter suara Bass pada sebuah amplifier, jika semakin besar kapasitasnya maka akan bagus juga suara output yang dihasilkan.

Secara mudahnya, komponen ELCO ini sangat penting untuk menyesuaikan sinyal suara input menjadi output yang berkualitas sebab penyaring arus listriknya.

3. Transistor Final (Sanken, Toshiba, Jengkol)

Gambar transistor final dan heatshink

Sebenarnya disini saya lebih cocok menyebutnya sebagai transisto final yang biasanya terdiri dari sanken, toshiba, mosfet, jengkol, Njw, Mjl, TIP dan lain-lain untuk khusus diaplikasikan sebagai penguat daya atau amplifier.

Pada umumnya power amplifier akan menggunakan minimal dua buah transistor final yang akan dialiri arus listrik positif (+) dan negatif (-) dalam rangkaian amplifier. Namun sekarang ini sudah banyak variasi jumlah yang digunakan dalam setiap jenis amplifier, biasanya menyesuaikan kebutuhan watt yang dibutuhkan.

Transistor final sendiri adalah salah satu komponen yang memiliki pekerjaan cukup rumit di dalam rangkaian power amplifier, sehingga memerlukan heatshink atau pendingin supaya tidak cepat panas.

Setiap jenis transistor final memiliki karakter suara keluaran ke loudspeaker yang berbeda-beda, ada yang cenderung range, high dan bass, bahkan subwoofer.

4. Tone Control

Gambar aksesoris control

Tone control adalah salah satu komponen pendukung dalam rangkaian power amplifier yang berguna untuk melakukan pengaturan terhadap frekusensi suara dari input.

Selain itu, tone control juga berfungsi untuk mengatur amplitudo sinyal audio. Pada umumnya terdapat dua metode tone control, yakni jenis pasif dan aktif.

Setiap metode tone control di dalam amplifier tersebut pastinya mempunyai kegunaan yang berbeda pula. Akan tetapi, sebenarnya fungsi utama komponen ini supaya kita bisa mengatur output sesuai selera kita.

Oleh karena itu, tone control akan bisa digunakan untuk mengatur bass, midle, balance, treble, dan volume.

Seperti yang telah saya sebutkan diatas, untuk tone control yang digunakan dalam jensi power amplifier ber watt besar, biasanya digunakan outdor berupa:

  • Equalizer.
  • Crossover.
  • Mixer.
  • Compressor
  • Dlms (Digital Loudspeaker Management System).
  • Audio Efek (pengatur Echo).
  • Dan sebagainya.

Pelajari Juga! Kapasitor Bank

Cara Kerja Amplifier

Gambar cara kerja amplifier

Setelah mengetahui pengertian amplifier dan berbagai komponen penyusunnya, maka bagaimana hayo cara kerja dari amplifier itu sendiri?

Untuk cara kerja amplifier akan melalui beberapa tahap, mulai dari amplificasi hingga mencapai tahap output daya. Keterangan lebih lengkapnya berada di bawah ini ya.

1. Tahap Penguat Tegangan

Tahap pertama berupa penguat tegangan ini berupa sinyal pada input dari sumber kemudian akan dialirkan ke amplifier. Sinyal ini mempunyai kisaran milivolt dan berguna untuk menggerakkan tahap berikutnya.

Jadi pada tahap ini sejumlah tegangan sudah diperkuat untuk diproses pada tahap selanjutnya. Tujuan dari pemrosesan ini bisa didapatkan oleh amplifier kelas A. Sedangkan untuk penguatan tegangan esensial dicapai dengan menggunakan dua atau lebih amplifier kelas A yang ditambah lagi dengan RC.

2. Tahap Driver

Pada tahap driver ini sebenarnya berada pada proses tengah yang berguna untuk menampilkan amplifikasi tegangan dan tahap output (keluar) daya. Dalam tahap penguat daya saja akan masih kurang untuk bisa mendorong pada tahap output daya.

Sebab pada dasarnya impedansi input daya yang rendah, maka tahap kedua inilah yang berperan untuk menghasilkan keuntungan dari arus. Bukan hanya itu saja, di dalam tahap ini juga akan diperoleh daya yang cukup untuk output.

3. Tahap Output

Tahap output merupakan proses terakhir dari cara kerja amplifier, maka pada tahap ini terdiri dari dua garis besar, yakni pengaturan push and pull dan transistor tunggal. Akan tetapi kebanyakan lebih memilih memakai push-pull.

Hal ini disebabkan oleh pengaturannya dianggap lebih efesien, output daya yang dikeluarkan juga relatif tinggi. Bahkan keunggulan dari pengaturan ini adalah adanya pembatasan arus DC dan pembatalan harmonik.

Tips Memilih Amplifier

Contoh gambar amplifier

 

Untuk Anda yang ingin menggunakan power amplifier, berikut ini saya berikan tips-tips memilihnya dengan tepat, antara lain:

1. Fitur Suara Sesuai Kebutuhan

Pada dasarnya, setiap produsen amplifier pastinya memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri, seperti segi suara output yang dihasilkan. Oleh karena itu, sebaiknya jika Anda mencari referensi terlebih dahulu supaya bisa memilih jenis yang sesuai Anda inginkan.

Misalnya seperti amplifier Marshall yang mempunyai hasil karakteristik suara cukup jernih dan berkualitas.

2. Menyesuaikan Jenisnya

Sebuah amplifier biasanya akan memiliki beberapa jenis berdasarkan penggunannya, seperti audio kendaraan dan speaker.

Tentunya setiap jenis tersebut memiliki tingkatan suara, karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda. Apabila Anda membutuhkan amplifier sebagai speaker, maka bisa memilih jenis tersebut dengan daya keluaran lebih tinggi dibandingkan audio kendaraan.

3. Menyesuaikan Ukuran Ruangan

Sebelum Anda membeli sebuah amplifier, maka pastikan dulu untuk ruangan apa dan memperhatikan ukuran daya listriknya.

Jika Anda membutuhkan amplifier untuk ruangan seperti rumah, maka bisa memilih amplifier dengan kekuatan daya listrik 10 watt.

Namun jika Anda memerlukan amplifier untuk kelas lapangan atau digunakan untuk persewaan set sound sistem yang biasanya membutuhkan watt besar, berikut ini saya berikan daftarnya:

  • Ashley.
  • RDW.
  • Soundquin.
  • SPL Audio.
  • Behringer.
  • Crown.
  • DBQ.
  • Phase Lab.
  • Soundstandart.
  • Studio Due
  • Hardwell
  • Dan lain-lain.

Pelajari Juga! Cara Membaca Kapasitor

Akhir Kata

Kesimpulannya, pengertian amplifier adalah sebuah rangkaian yang bisa dipakai untuk meningkatkan sinyal suara berupa audio. Oleh karena itu, gelombang suara yang dihasilkan akan lebih besar, berkualitas dan bisa menyesuaikan input-nya.

Sebuah power amplifier akan berfungsi karena terdiri dari beberapa komponen penyusunnya, seperti trafo, ELCO, Transistor final dan tone control.

Nah, mungkin hanya itu saja sedikit penjelasan yang dapat saya berikan untuk Anda tentang pengerian amplifier. Semoga dengan adanya informasi di dalam artikel ini bisa membantu dan menambah pemahaman Anda dalam bidang elektronika.

Tinggalkan komentar