Batik Lasem

Riverspace.org – Salah satu topik menarik untuk dibahas kali ini adalah tentang motif batik Lasem yang sangat menawan. Batik sendiri bukan hanya dipakai untuk memperindah penampilan seseorang saja. Akan tetapi memiliki nilai guna lebih dari itu, serta menyimpan banyak makna filosofi di setiap motifnya.

Kerajinan batik lasem yang berasal dari Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah contohnya. Di dalam setiap motif yang tertuang di dalam lembaran kain adalah hasil dari akulturasi budaya Tiongkok dan Jawa.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika motifnya nampak terlihat corak Jawa dan Tiongkok. Pada faktanya, hal menarik lain dari batik Lasem adalah dibuat menggunakan cara yang masih tradisional.

Sudah penasaran ya sama informasinya? Yuk langsung simak saja penjelasan dibawah ini!

Sejarah Batik Lasem

Gambar sejarah batik lasem

Seperti yang telah sedikit saya singgung diatas, bahwa Lasem merupakan salah satu daerah yang ada di pantai utara Pulau Jawa. Dimana menurut beberapa ahli sejarah merupakan tempat pertama kali para pedagang dari Tiongkok mendarat di Indonesia.

Berawal dari Lasem kemudian mereka menyebar luas ke Kudus dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa. Sebagian dari pedagang Tiongkok tersebut ada yang menetap di Lasem, oleh karena itu hingga sekarang ini masih banyak ditemukan rumah-rumah tua bertembok tinggi dengan tata bangunan khas Tiongkok kuno.

Pastinya lahirnya batik lasem sendiri tidak terlepas dari sejarah dan perkembangan orang-orang Tiongkok yang tinggal di Lasem. Akan tetapi, sejauh ini belum banyak diketahui secara pasti tentang sejarah kapan dimulainya kerajinan batik di Lasem.

Namun ada salah satu versi yang banyak dipercayai tentang sejarah awal mula adanya batik lasem, yakni berasal dari Serat Badra Santi dari Mpu Santi Badra. Surat ini ditulis pada tahun 1479 Masehi dan diterjemahkan oleh P Ramadharma S Reksowardojo pada tahun 1966.

Serat ini menyatakan bahwa pada tahun 1335 Saka (1413 Masehi), salah seorang nahkoda kapal dari armada laut kekaisaran Ming di Tiongkok dibawah kepemimpinan Laksamana Cheng Ho (digelari Ma Sam Po atau Dampu Awang) yang bernama Nang Un, mendarat bersama istrinya Na Li Ni di pantai regol Kadipaten Lasem yang sekarang ini disebut sebagai pantai Binangun.

Bi Nang Un sendiri merupakan seseorang yang berasal dari Campa, yakni salah satu nama wilayah di Indonesia sekitar Vietnam, Kamboja, dan Laos yang pada waktu itu masih menjadi wilayah kekaisaran Dinasti Ming.

Na Li Ni merupakan seseorang yang sangat menyukai dan menguasai berbagai kesenian seperti seni tari dan seni membatik. Ketika Na Li Ni mendarat di Lasem, beliau melihat sebagian besar rakyat Lasem yang hidup sangat miskin.

Oleh karena itu, Na Li Ni kemudian bergerak untuk mengajarkan seni membatik dan seni menari kepada putra-putrinya dan para remaja putri lainnya di Taman Banjar Mlati Kemadhung dan mulai memikirkan supaya bisa membatik dengan baik dan lebih berseni

Pelajari Juga! Motif Batik Jawa Timur

Ragam Hias Motif Batik Lasem

Kerajinan batik yang berkembang di daerah Lasem sebenarnya tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah lainnya, yang saya maksud disini dalam hal ragam hias motifnya. Penciptaan motif batik Lasem sendiri memiliki makna filosofis dan sejarahnya tersendiri.

Sebenarnya motif batik yang berasal dari Lasem sangat banyak sekali dan beragam, namun disini saya memberikan 4 motif yang paling terkenal dari daerah ini. Untuk penjelasan 4 motif tersebut silahkan pelajari dibawah ini ya.

1. Batik Lasem Burung Hong

Gambar motif batik lasem burung hong

 

Motif batik lasem berupa burung hong merupakan motif batik yang mendapatkan inspirasi ide dari hewan legenda di kehidupan zaman dahulu. Selain itu, burung hong juga biasa disebut dengan Fenghuang yang melambangkan keindahan dan keabadian.

2. Batik Lasem Liong atau Naga

Gambar motif naga Lasem

Motif batik lasem liong atau naga ini memiliki makna harapan-harapan mulia serta simbolisasi perjalanan spiritualisme. Di dalam tradisi Tiongkok, naga banyak dikaitkan dengan sumber kekuatan alam, oleh karena itu juga naga selalu melambangkan kekuatan alam yang sangat luar biasa.

3. Batik Lasem Gunung Ringgit

Gambar motif gunung ringgit batik lasem

Motif batik lasem berupa gunung ringgit ini memiliki makna berupa harapan supaya si pengguna selalu dilimpahi kekayaan yang. Selain itu, sebagai bentuk harapan di dalam motif ini juga berupa sindiran untuk orang-orang kaya atau yang ingin kaya.

Corak ini berusaha menyampaikan pesan bahwa harta kekayaan harus dicari dengan cara yang baik dan tidak boleh merugikan orang lain. Selain itu, kekayaan juga harus dipakai untuk membantu orang lain dan bukan hanya memikirkan dirinya sendiri saja.

4. Batik Lasem Kricak (Watu Pecah)

Gambar motif watu pecah

Motif kricak atau watu pecah ini adalah motif yang paling terkenal dari batik Lasem, sebab motif watu pecah sendiri di dalam bahasa Indonesia memiliki arti batu yang pecah berasal dari sejarah kelam Lasem.

Makna yang terkandung di dalam motif ini juga cukup mendalam bagi keturunan masyarakat Lasem yang pernah menjadi buruh pada masa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels abad ke-18. Pada masa itu, terdapat pembangunan jalan raya, dan masyarakat Lasem harus menjadi buruh yang tanpa diberikan gaji.

Para buruh tersebut dipaksa memecahkan batu besar-besar menjadi kricak sebagai bahan pengeras jalan. Tidak sedikit juga pekerja yang menderita penyakit malaria, influenza, dan juga kelaparan.

Kekesalan dan perasaan masyarakat Lasem kemudian diekspresikan menjadi salah satu motif batik berupa watu pecah ini.

Pelajari Juga! Motif Batik Cirebon

Fakta Unik Batik Lasem

Gambar ragam hias batik lasem

Selain dari sejarah dan motifnya yang sangat menarik dipelajari, ada juga fakta-fakta unik seputar batik dari daerah Lasem yang tidak kalah menarik dipelajari, antara lain sebagai berikut:

1. Hasil Akulturasi Budaya Jawa dan Tiongkok

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, bahwa Lasem menjadi tempat pendaratan pertama bagi para pedagang Tionghoa di pulau Jawa. Jadi tidak heran sih jika di Lasem banyak ditemukan bangunan seperti khas Tiongkok.

Oleh karena itu, salah satu karakteristik dari batik lasem adalah adanya perpaduan budaya antar motif tradisional dan Tiongkok. Hal ini tidak mengherankan jika dilihat dari catatan sejarah yang saya berikan diatas, yang pada awalnya dibawa oleh para pedagang Tiongkok dan diajarkan ke penduduk pribumi.

2. Mempunyai Berbagai Motif Khas

Anda mungkin bisa mengenali motif batik lasem hanya dengan melihatnya saja, sebab memang kebanyakan adalah perpaduan dengan budaya Tiongkok. Hal ini bisa dilihat dari berbagai motif, seperti motif-motif yang telah saya berikan diatas.

Bukan hanya itu saja sih, Anda juga bisa menemukan motif batik lasem berupa gambar bunga yang berserakan. Biasanya motif ini disebut sekar jagad, namun ada juga motif  latohan, yakni batik dengan gambar buah tanaman yang hidup di tepi laut.

Berbagai ragam hias batik lasem juga banyak yang memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, banyak motif batik dari daerah Lasem yang disukai oleh para penggemar batik, khususnya para kolektor.

3. Unsur Warna Batik Berani dan Mencolok

Ternyata batik lasem juga sudah mengenal warna soga pada kerajinan motifnya. Pada umumnya batik Solo sangat kental sekali dengan warna sogan, yakni berupa warna gelap seperti hitam dan coklat.

Maka dari itu, batik lasem dengan ciri khas warnanya adalah warna merah darah ayam atau di dalam bahasa Jawa diartikan dengan abang getih pithik. Unsur warna ini dihasilkan dari pewarna alami, yakni akar pohon mengkudu atau pace yang menghasilkan warna merah terang pada batik lasem.

4. Harganya Cukup Tinggi

Pada faktanya batik lasem kebanyakan adalah jenis batik tulis yang semua proses pembuatannya menggunakan cara tradisional atau dengan tangan. Dalam segi waktu pembuatan juga cukup lama, membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa menghasilkan satu kain batik berkualitas tinggi.

Jadi tidak heran jika harga dari batik lasem dibandrol dengan cukup tinggi, apalagi jika memiliki tingkat kerumitan yang tinggi pada motifnya. Harga batik lasem biasanya berkisar antara ratusan ribu hingga puluhan juta.

5. Memiliki Banyak Sentra Batik

Kerajinan membatik sudah mengakar di dalam kehidupan masyarakat Lasem, maka di setiap desa Anda bisa menjumpai para pengrajin batik. Lasem sendiri mempunyai beberapa desa sentra wisata batik, seperti Pohlandak, Karaskepoh, Doropayung dan lain-lain.

Selain itu, Lasem juga mempunyai pusat-pusat industri batik di Babagan, Gedongmulyo, Karangturi, Ngemplak, Soditan, Karasgede dan daerah lainnya. Ketika Anda sedang liburan ke Lasem, bisa juga bisa mencoba untuk melihat-lihat kesenian batik disana.

Pelajari Juga! Motif Batik Papua

Akhir Kata

Mungkin hanya itu saja penjelasan yang dapat saya berikan untuk Anda tentang kerajinan batik dari Lasem, mulai dari sejarah, motifnya, dan juga fakta uniknya. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda dalam bidang budaya Indonesia, khususnya batik.

Tinggalkan komentar