Motif Batik Kawung

Motif Batik Kawung – Indonesia sebagai negara asal dari seni membatik tentunya memiliki ragam motif yang sudah banyak sekali tercipta di setiap daerah. Terlebih lagi motif-motif yang ada di Pulau Jawa yang memiliki banyak nilai dan filosofi termuat di dalam setiap coraknya.

Setiap zaman batik semakin mengalami perkembangan yang sangat pesan dan muncul-muncul corak baru. Bahkan seperti yang kita ketahui sendiri bahwa batik diakui oleh UNESCO sebagai bentuk warisan budaya Indonesia.

Jika berkaitan dengan batik di Pulau Jawa, maka ada salah satu motif batik yang memiliki sejarah dan makna yang cukup dalam dari Jawa Tengah berupa batik kawung.

Motif kawung sendiri termasuk motif yang paling tua di Jawa dan sering dikaitkan dengan filosofi kehidupan di zaman kerajaan.

Nah, pada artikel kali ini saya akan memberikan sedikit ulasan tentang awal mula munculnya batik kawung beserta motifnya. Seperti apa sih iformasinya? Yuk simak saja dibawah ini.

Sejarah Batik Kawung

Gambar kawung batik

Catatan sejarah tentang awal mula munculnya batik kawung adalah menjadi salah satu jenis motif batik yang dilarang ketika zaman dulu, dan hanya kalangan tertentu yang boleh memakainya.

Batik motif kawung sendiri asli Pulau Jawa serta dianggap sebagai salah satu motif tertua di Indonesia. Berdasarkan beberapa penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, motif batik kawung telah ada mulai abad ke-9.

Akan tetapi sering berkembanya zaman, batik motif kawung mulai dikenal luas sekitar tahun 1755 abad ke-18. Yakni ketik masa pemerintahan Kesultanan Ngayoyokarto Hadiningrat yang cara pembuatannya masih sangat tradisional.

Terdapat banyak macam versi yang berkaitan dengan asal mula batik kawung sendiri, namun kurang lebih ada 3 versi yang banyak diyakini masyarakat, antara lain:

1. Berawal dari Kerajaan Mataram

Versi pertama ini menceritakan tentang awal mula munculnya batik kawung adalah hanya dipakai oleh keluarga lingkungan kerajaan saja. Batik kawung sendiri mencerminkan tentang kepribadian sebagai seorang pemimpin yang bisa mengendalikan hawa nafsu dan menjaga hati nuraninya.

Makna ini berkaitan dengan harapan berupa terbangunnya keseimbangan dalam perilaku kehidupan manusia.

Motif batik kawung lahir ketika terdapat seseorang pemuda dari sebuah desa yang memiliki kewibawaan yang tinggi dan disegani oleh kaumnya. Pemuda tersebut sangat bijaksana serta sopan santun yang sangat baik, membuatnya terkenal hingga ke kalangan kerajaan Mataram.

Pihak kerajaan Mataram kemudian mengundang pemuda tersebut untuk datang ke kerajaan, sebab penasaran atas terkenalnya pemuda itu. Kemudian ibu dari pemuda ini merasa sangat bangga dan berpesan supaya anaknya bisa menjaga dirinya dari hawa nafsu dan tidak lupa asal-usulnya.

Setelah melalui beberapa waktu, singkatnya sang ibu pemuda tersebut membuatkan kain batik dengan motif kawung. Harapan dari ibunya yang dituangkan dalam motif ini supaya anaknya bisa menjadi pribadi yang berguna untuk masyarakat banyak.

Akhirnya sang pemuda ini dijadikan sebagai Adipati Wonobrodo, sebab ketangguhannya dalam menyelesaikan amanah kerajaan. Ketika proses pengangkatannya menjadi Adipati, tak lupa menggunakan kain batik yang diberikan oleh ibunya dengan motif kawung.

2. Berkaitan dengan Serangga Kumbang

Hewan sejenis serangga berwarna cokelat yang kerap menjadi hama bagi tumbuhan kelapa. Kumbang sendiri dianggap menjadi pengganggu tanaman kelapa dan banyak membuat para petani menjadi tidak menyukainya.

Pendapat versi ini banyak dikaitkan dengan warna cokelat dan bentuk serangga kwangwung menjadi ide inspirasi dan bentuk motif kawung. Bentuk motif kawung yang melingkar dan warna cokelat gelap mengkilap banyak diyakini berasal dari bentuk serangga kwangwung yang legam dan oval.

3. Berkaiatan dengan Buah Kolabng-kaling

Pendapat versi terakhir ini lebih banyak disetujui oleh masyarakat Jawa Tengah pada umumnya. Buah kolang-kaling atau aren ini memiliki bentuk komposisi kulit dan buah yang sama seperti motif kawung.

Ketika dibentuk serta dikomposisikan dengan benar, buah kolang-kaling ketika ditata berjajar empat akan membentuk menjadi bagian-bagian simetris layaknya motif batik kawung.

Pelajari Juga! Motif Batik Jawa Timur

Makna Batik Kawung

Gambar kumpulan kawung

Meskipun nampak sederhana, namun motif batik kawung mempunyai banyak makan yang temuat di dalamnya, bukan sekedar satu atau dua makna saja. Berbagai makna yang terkandung di dalamnya dapat disimpulkan bahwa batik kawung adalah salah satu motif klasik yang bermakna doa yang baik bagi pemakainya.

Berbagai makna yang termuat dalam batik kawung adalah sebagai berikut:

1. Persatuan Rakyat

Makna sebagai bentuk persatuan rakyat ini dikemukakan oleh S.K Sewan Susanto, yakni seorang pakar batik Indonesia. Beliau mengungkapkan di dalam bukunya yang berjudul “Seni Kerajinan Batik Indonesia” sekitar tahun 1973.

Bapak Sewan Susanto juga berpendapat bahwa batik motif kawung di dalam bahasa Jawa diartikan sebagai sederek sekawan gangsal pancer.

Pada empat macam buah kawung adalah lambang dari persaudaraan yang berjumlah ada empat. Untuk satu titik motif yang berada di tengahnya dianggap sebagai pusatnya atau patokan kekuasaan alam semesta.

Oleh sebab itu, motif batik kawung yang terdiri dari empat bulatan lonjong dengan titik pusat ditengah menjadi penggambaran persatuan seluruh rakyat dan bangsa.

2. Kebersihan Hati

Kolang-kaling merupakan buah yang berasal dari pohon aren yang memiliki daging buah berwarna putih tersembunyi di balik kulitnya yang keras.

Banyak masyarakat Jawa yang mempercayai bahwa batik kawung dimaknai penggambaran hati yang bersih. Sesungguhnya itikad yang bersih adalah sebuah ketetapan hati yang tidak peduli diketahui oleh orang lain.

3. Bermanfaat Bagi Banyak Orang

Makna lain dari pohon aren juga tertanam di dalam motif kawung, yakni pohon yang mempunyai banyak manfaat untuk manusia. Mulai dari ujung daun hingga akarnya, baik dari batang, daun, nira dan buahnya bisa dimanfaatkan oleh manusia.

Oleh karena itu, hal ini disimbolkan sebagai seorang manusia sebaiknya harus senantiasa berguna untuk siapa saja dan dimana saja dalam kehidupan bersosial.

4. Simbol Kearifan, Kebijaksanaan, Pengendalian Diri

Di dalam sebuah buku yang berjudul “Cerita Batik” tahun 2013 karangan Iwet Ramadhan, kata kawung sendiri diambil dari bahasa Jawa yakni Suwung yang berarti kekosongan. Maksud dari kekosongan disini adalah bukan tidak berfikir, namun lebih mengarah ke kekosongan nafsu dan hasrat duniawi.

Istilah suwung sendiri menjadikan seseorang akan netral, tidak berpihak dan tidak ingin menonjolkan diri, mengikuti aturan yang terdapat disekitar serta berjalan sesuai kehendak alam.

Manusia dengan jiwa kekosongan ini tidak akan ikut serta dalam huru-hara duniawi di sekitarnya, tapi lebih menyembunyikan diri sendiri. Semua pikiran yang berasal dari luar dia pahami, akan tetapi tidak mengeluarkan reakis.

Biasanya orang seperti ini mempunyai pengendalian diri yang sangat luar biasa dan sadar akan tujuan hidupnya di dunia ini.

Selain itu, akan cenderung mempunyai kemerdekaan yang hakiki atas hidupnya, dengan sangat mudah berinteraksi dengan orang lain. Sebab ia bisa menempatkan dirinya pada posisi yang tepat, bahkan dengan hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya.

Pelajari Juga! Motif Batik Solo

Ragam Motif Batik Kawung

Berbagai ragam motif batik kawung juga masih termasuk batik tulis yang sangat tua serta mempunyai catatan sejarah panjang. Motif ini termasuk dalam jenis ceplok (ceplokan, kelpok) yang terinspirasi dari nama pola geometris yang repetitif, pada dasarnya tersusun dari bentuk lingkaran seperti bunga mawar dan bintang.

Jika dilihat secara keseluruhan, terdapat 8 motif kawung yang dikenal masyarakat, berikut ini adalah penjelasannya:

1. Batik Kawung Picis

Gambar kawung picis

Batik kawung picis dari Jawa Tengah ini terdiri dari susunan bentuk bulat-lonjong yang ukurannya kecil layaknya mata uang picis senilai sepuluh sen.

2. Batik Kawung Bribil

Gambar kawung bribil

Batik kawung motif bribil ini adalah sekian dari banyaknya motif batik kawung yang tersusun dari bulatan lonjong berukuran kecil lakyaknya mata uang bribil bernilai setengah sen.

3.Batik Kawung Sen

Gambar batik kawung sen

Motif kawung sen juga termasuk salah satu ragam motif batik kawung, dimana ukuran isen-isennya sebasar mata uang sen. Tidak jarang juga mata uang sen dipakai untuk di tebar disepanjang jalan sebagai pengiring jenazah hingga pada akhirnya kain batik kawung dipakai untuk penutup jenazah sebelum dikafani.

Ada juga sumber lainnya yang menyatakan bahwa filosofi yang terkandung dalam batik kawung sen berupa kehidupan dunia nantinya akan kembali ke alam sawung.

4. Batik Kawung Sekar Ageng

Gambar kawung

Batik kawung sekar ageng terdiri dari ornamen pertama yang berbentuk empat buah bulatan lonjong yang kemudian mengalami perubahan bentuk agak persegi bujur sangkar. Di dalam setiap ornamen utamanya terdiri dari tiga garis (sawut) yang diikuti tiga buah titik (cecek).

Bentuk tersebut di dalam istilah dunia perbatikan sering disebut dengan cecek sawut. Untuk komponen motif kawung sendiri memiliki isen berupa empat bentuk belah ketupat sebagai variasi komposisi visualnya.

Sementara dalam segi warna, biasanya motif kawung sekar ageng ini terdiri dari warna putih ke kuning-kuningan sebagai warna utama. Selain itu warna merah soga di dalamnya memberikan kontur motif isen dan warna hitam sebagai latar pada motif kawung ageng sekar.

5. Batik Kawung Semar

Gambar kawung semar

Batik motif kawung semar terdiri dari ornamen utama yang bentuknya segi empat bulatan lonjong dengan ukuran besar. Namun di dalam ornamen utama ada bentuk bulatan lonjong dengan ukuran yang lebih kecil.

Sedangkan isen motif kawung semar sendiri memiliki bentuk cecek (titik) yang terletak pada lingkaran di dalam bulatan kawungnya. Di bagian tengah ornamen utamanya terdiri dari isen motif yang berbentuk belah ketupat yang diisi dengan cecek-cecek (titik-titik) dan beberapa titik berbentuk barisan melingkar.

Perpaduan unsur warna kawung semar sendiri terdiri dari warna putih, putih kekuningan sebagai warna pada ornamen utamanya, merah soga untuk latar warna motif, dan hitam sebagai konturnya.

6. Batik Kawung Sari

Gambar kawung kopi

Batik kawung motif sari ini terdiri dari ornamen utamanya berbentuk bulatan lonjong dan di setiap motfinya kawung diberi bentuk garis yang membelah menjadi dua bagian. Seakan-akan motifnya menyerupai dengan bentuk kopi pecah, maka dari hal ini juga motif sari sering disebut sebagai kawung kopi.

Di bagian ornamen utamanya yang terdiri dari empat bulatan lonjong akan disusun berdasarkan garis miring silang atau garis diagonal miring. Polanya disusun dengan garis lurus yang horizontal ataupun vertikal, dan pola garis tersebut seolah-olah seperti tanda silang pada bentuk visual dari motif kawung.

Perpaduan komposisi pada warna motif ini terdiri dari warna putih, putih kekuningan pada ornamen utama, merah soga sebagai bentuk kontur. Sedangkan warna hitam dalam motif ini akan memberikan warna latar dalam motif sari atau kawung pecah.

7. Batik Kawung Buntal

Gambar-kawung-buntal

Batik kawung buntal sendiri terdiri dari ornamen utama yang berbentuk campuran dari kawung picis dan dipadukan dengan motif bunga. Motif pada kawung buntal sendiri berupa bunga kenikir, sehingga bentuk dari campuran tersebut menjadi ciri khas dari motif ini.

Ornamen kawung buntal sendiri terdiri dari bentuk bulatan lonjon kecil yang terbagi menjadi dua bagian diletakkan pada ornamen utamanya. Selain itu, ada juga belah ketupat dengan ukuran kecil, sedang, agak besar diletakkan ditengah-tengah ornamen utamanya.

Penggunaan warna pada motif ini terdiri dari warna putih, putih kekuningan sebagai warna kawung merah soga untuk latar dan hitam sebagai warna kontur dan latar pada motif bunga kenikir.

8. Batik Kawung Kembang

Gambar-batik-kawung-kembang

Batik kawung motif kembang ini terdiri dari ornamen utama berbentuk empat bulatan lonjong yang menyerupai bentuk bunga (kembang). Untuk ornamen utamanya sendiri terdiri dari buatan lonjong memiliki isen motif bentuk garis yang diletakkan pada setiap ujung bulatan kawung.

Pada bagian tengah antar bulatan kawung satu dengan lainnya terdapat isen yang bentuknya deretan titik dengan arah melingkar dan membentuk lingkaran yang kecil dan empat titik yang berbeda.

Unsur warna yang digunakan dalam motif ini memakai warna putih, putih kekuningan sebagai warna ornamen utama, sedangkan untuk merah soga sebagai bentuk kontur dan hitam sebagai warna latar pada motif ini.

Pelajari Juga! Motif Batik Pekalongan

Akhir Kata

Dari semua berbagai penjelasan yang saya berikan diatas, maka saya tarik kesimpulkan tentang berbagai makan filosofi yang terdapat pada batik kawung, antara lain:

  1. Kesucian dan umur panjang.
  2. Asal usul manusia.
  3. Pemimpin yang adil dan perkasa.
  4. Jadi orang yang bermanfaat bagi siapa saja.
  5. Manusia yang unggul.
  6. Mengandung arti persatuan.

Mungkin hanya itu saja informasi yang dapat saya berikan untuk Anda tentang salah satu salah satu kerajinan asli Indonesia. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda di bidang budaya.

Tinggalkan komentar