Motif Batik Cirebon

Riverspace.org – Motif batik Cirebon merupakan salah satu hal yang menarik untuk dipelajari. Perkembangan kerajinan batik di daerah Cirebon tidak bisa dilepaskan dari peran murid Sunan Gunung Jati yang bernama Ki Gede Trusmi, yang saat ini dijadikan nama salah satu desa yang ada di Kota Cirebon.

Ki Gede Trusmi merupakan anggota dari kelompok tarekat dari Sunan Gunung Jati ketika zaman dulu. Motif yang paling terkenal dari daerah Cirebon adalah batik mega mendung yang menjadi kebanggan dan ikon kota ini.

Lantas bagaimana cerita sejarah tentang awal mula kerajinan batik mulai berkembang di Cirebon yang dibawa oleh Ki Gede Trusmi? Apakah ada filosofi makna yang terkandung di dalam setiap maknanya?

Nah, untuk menjawab semua pertanyaan dan rasa penasaran Anda, langsung saja simak informasi tentang motif batik Cirebon dan penjelasannya di bawah ini.

Sejarah Batik Cirebon

Gambar pembuatan batik Cirebon

Catatan sejarah tentang batik Cirebon bermula ketika zaman dulu banyak dipakai oleh sultan keraton, kemudian berkembang di kalangan masyarakat biasa. Awalnya ragam motif yang tersebar di Cirebon berasal dari lingkungan abdi dalem keraton Cirebon.

Namun sebenarnya penyebaran batik di daerah Cirebon sama saja dengan penyebaran kerajinan batik di daerah Solo dan Jogja.

Sebelum terkenal, batik di Kota Cirebon hanya dipelajari untuk putri keraton saja sebagai sarana untuk mengisi waktu luang mereka. Pembuatan kerajinan batik ketika masa itu masih menggunakan ornamen-ornamen seperti, siti inggil, paksi naga liman, kanoman, taman kasepuluh dan taman sunyaragi.

Semua ornamen di atas oleh masyarakat Cirebon biasa disebut dengan batik gaya keraton.

Pada awal mulanya masyarakat Cirebon mempelajari kerajinan batik untuk kegiatan berdagang dalam rangka menambah penghasilan. Namun seiring berkembangnya zaman, batik semakin terkenal dan menjadikan salah satu motif batik dari Cirebon sebagai ikon kebudayaan masyarakat Cirebon tersendiri.

Kerajinan batik dari Cirebon merupakan jenis batik yang memakai motif unik dan khas, yang termasuk kelompok batik pesisiran. Akan tetapi, ada beberapa jenis batik Cirebon yang tergolong sebagai kelompok batik keraton, keraton kasepuhan dan keraton kanoman.

Makna Filosofi Batik Cirebon

Gambar motif-motif batik Cirebon

Makna filosofi dari ragam motif batik dari Cirebon tidak lepas dari cerita sejarahnya. Banyak cerita yang mengatakan bahwa awal mula munculnya batik di Cirebon dipengaruhi oleh peranan Ki Gede Trusmi yang merupakan pengikut setia Sunan Gunung Jati.

Salah satu metode dakwah penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Gunung Jati adalah melalui kesenian membatik.

Ketika masa itu, kegiatan membatik juga dilakukan oleh anggota tarekat yang mengabdi di keraton Cirebon, serta para anggota ini tinggal di Desa Trusmi dan sekitarnya.

Kerajinan membatik digunakan sebagai sumber pendapatan kelompok tarekat tersebut ketika masa itu berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Menurut berbagai cerita yang beredar, perkembangan motif batik Cirebon memiliki kaitan erat dengan perkembangan kelompok tarekat tersebut.

Baca Juga Daftar Motif Batik Jawa Timur

Ragam Motif Batik Cirebon

Ragam motif batik yang berkembang di Kota Cirebon pada dasarnya memiliki 10 motif yang sering dijumpai. Namun perlu diketahui juga bahwa masih banyak lagi jenis motif selain yang saya sebutkan dibawah ini, semuanya disebabkan oleh pengaruh perkembangan zaman memunculkan banyak motif baru.

Berikut ini motif-motif batik Cirebon yang umum berkembang di masyarakat, antara lain:

1. Motif Batik Mega Mendung

Gambar motif mega mendung

Motif batik mega mendung merupakan salah satu dari sekian banyak jenis batik di kota Cirebon yang paling terkenal. Batik mega mendung ini mempunyai ciri khas yang berbeda dengan daerah lain, yakni motifnya berupa gambar yang mirip dengan awan dengan warna cerah.

Nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalamnya berkaitan erat dengan sejarah lahirnya batik Cirebon secara keseluruhan.

Motif batik Cirebon satu ini mendapatkan inspirasi dari garis-garis awan dengan bentuk lancip, lonjong dan segitiga. Semua bentuk ini juga dipengaruhi oleh unsur-unsur China, namun tetap yang menjadi pembeda adalah pada bentuk China awannya bulat, sedangkan mega mendung bentuknya lancip dan lonjong.

Motif paling terkenal dari Cirebon ini didaftarkan ke UNESCO untuk memperoleh pengakuan sebagai salah satu warisan budaya dunia. Selain itu, motif mega mendung sempat dipakai menjadi cover buku yang berjudul “Batik Design” terbitan dari luar negeri.

Buku tersebut ditulis oleh Pepin Van Roojen, warga asli negara Belanda. Kemudian bapak H. Komarudin Kudiya S.IP selaku ketua harian yayasan batik Jawa Barat (YBJB) memberikan pendapat bahwa motif mega mendung adalah karya sangat  luhur dan penuh makna.

Oleh karena itu, penggunaan motif mega mendung sebaiknya dijaga dengan baik dan ditempatkan semestinya.

2. Motif Batik Paksi Naga Liman

Gambar batik paksinagaliman

Motif batik Cirebon paksi naga liman  ini merupakan motif asli Cirebon yang memiliki gambar kereta kencana paksinagaliman. Bentuk dari paksi naga liman adalah gabungan antara 3 binatang, yakni paksi (garuda), naga (ular) dan liman (gajah).

Unsur warna yang digunakan pada motif ini cenderung berlatar putih dan warna coklat sangat keraton sekali.

Paksi Naga liman sendiri merupakan simbol dari kekuatan keraton atau kerajaan Cirebon, yakni paksi (udara), naga (laut) dan liman (darat). Bahkan untuk motif yang satu ini sering sekali dipesan oleh turis mancanegara (khususnya Jepang) untuk dijadikan bahan kimono.

3. Motif Batik Singa Payung

Gambar batik singa payung

Motif batik Cirebon berupa singa payung tidak bisa dilepaskan dari pengaruh gaya keraton di daerah Cirebon. Sebab motif singa payung adalah salah satu jenis batik yang inspirasi pembuatannya dari lingkungan Keraton Kanoman.

Di dalam batik jenis ini memiliki beberapa arti dan makna yang terkandung di dalamnya, antara lain:

  1. Wit-Wit, adalah bentuk motif garis halus dan tipis yang menjadi ciri khas batik Cirebonan. Kata wit sendiri mempunyai makna kesabaran dari para pengrajin ketika proses membatik.
  2. Gunungan, memiliki arti perjalanan atau kisah para raja dari awal hingga akhir hidupnya.
  3. Gerbang Kraton, mempunyai makna keterbukaannya keraton bagi masyarakat Cirebon.
  4. Rucuk Bung, merupakan bentuk ujung bambu yang menjadi motif penghias pinggiran yang ada pada batik singa payung.
  5. Wadasan, merupakan batu cadas yang mempunyai arti kekokohan keraton sebagai pusat kerajaan yang kekuatannya digambarkan layaknya batu cadas.
  6. Daun Pandan, memiliki arti keharuman nama keraton atau kerajaan di kalangan masyarakat.
  7. Pohon Beringin, mempunyai arti bahwa keraton menjadi tempat berlindungnya masyarakat dari ancaman atau bahaya.
  8. Singa, mempunyai arti raja sebagai pemimpin dan kekuasaan.
  9. Paksi Naga Liman, untuk artinya sama seperti yang sudah saya jelaskan di bagian sebelumnya.
  10. Payung Sultan, mempunyai arti bahwa keraton atau kerajaan menjadi pengayom untuk adalah.
  11. Bata Tumpuk, adalah ciri khas bangunan yang ada di daerah Cirebon. Pada umumnya bata tumpuk akan kerap ditemukan pada gapura atau gerbang-gerbang pusat pemerintahan kabupaten Cirebon dan di keraton-keraton yang ada di daerah Cirebon.

4. Motif Batik Patran Keris

Gambar batik Patran keris

Bentuk motif batik Cirebon patran keris adalah motif yang tergolong klasik, namun sering dipesan oleh orang-orang Jepang layaknya motif paksi naga liman yang digunakan sebagai bahan pembuatan kimono.

Hal ini juga menjadi bukti bahwa batik Cirebon telah dikenal dan digemari oleh masyarakat internasional.

5. Motif Batik Kompeni

Gambar batik kompeni

Motif batik Cirebon yang satu ini memiliki sedikit perbedaan dengan motif-motif sebelumnya. Pada motif batik daerah Cirebon umumnya menggunakan ornamen flora fauna dan berbagai simbol tertentu, namun pada motif kompeni ini merupakan motif bergambar cerita.

Gambaran yang terdapat pada motif batik ini adalah suasana perang pada masa kolonial Belanda yang motifnya terdiri dari meriam, tank, truck, bambu runcing dan senapan.

Ciri utama dari motif kompeni adalah menggambarkan tentara VOC dan kondisi penduduk Cirebon ketika masa kerajaan. Untuk tentara VOC biasanya akan digambarkan dengan senapan laras panjang dan meriam, sementara penduduk akan digambarkan melalui kehidupan petani, nelayan dan pedagang.

Unsur warna latar untuk motif batik kompeni ini biasanya akan dibiarkan berwarna putih, dan menjadi ciri khas dari motif ini. Namun akan ditemukan juga motif batik kompeni yang memiliki latar yang berikan warna.

Baca Juga Motif Batik Mega Mendung

6. Motif Batik Singo Barong

Gambar batik singo barong

Mobil merupakan salah satu jenis kendaraan atau alat transportasi masa kini yang sering digunakan oleh masyarakat. Namun ketika zaman dahulu, Kesultanan Cirebon memiliki kendaraan yang bentuknya hampir mirip dengan mobil canggih.

Kendaraan tersebut kerap disebut dengan nama kereta singo barong. Sebab kereta ini ditarik oleh empat ekor kerbau dan dipakai menjadi kendaraan sultan atau raja. Untuk sekarang ini, kendaraan kereta singo barong telah disimpan di museum Kesultanan Kasepuhan Cirebon.

Hal ini juga yang mengilhami para pengrajin batik untuk mengabadikannya dalam motif batik Cirebon dengan nama batik singo barong, dimana ornamen utama motifnya menggambarkan kereta singo barong.

7. Motif Batik Naga Silam

Gambar batik Naga silam

Motif batik Cirebon naga silam merupakan perpaduan dengan latar motif mega mendung dan ada naga silam di dalamnya. Dengan perpaduan keduanya, akhirnya tercipta motif ini yang mempunyai keindahan tersendiri pada ornamennya.

Bentuk gambar naga disini memperoleh inspirasi dari negeri Tiongkok dengan perpaduan India yang memiliki filosofi baik melawan kejahatan.

8. Motif Batik Taman Teratai

Gambar batik teratai

Motif batik tanaman teratai dari Cirebon ini pada awalnya mendapatkan inspirasi dari bunga teratai yang indah dengan daun yang menjulang. Makna filosofi yang terkandung dalam motif ini menunjukan keindahan dari Kota Cirebon dengan bunga-bunga.

9. Motif Batik Wedasan

Gambar batik Wedasan

Motif batik wedasan merupakan motif yang mendapatkan inspirasi dari ranting daun yang lebih cenderung bernuansa alam. Jenis motif ini masih tergolong aliran nuansa keraton sekali dengan corak coklat dengan latar putih.

10. Motif Batik Sawat Pengantin

Gambar batik Sawat pengantin

Nama sawat sendiri memiliki arti sayap atau di dalam bahasa Cirebon disebut dengan nama lar. Terdapat sebuah pendapat bahwa nama sawat berasal dari kata syahwat.

Motif sawat ini adalah salah satu motif batik khas Desa Trusmi yang sering digunakan oleh pasangan pengantin dalam prosesi acara pernikahan. Hal ini disebabkan karena ada makna filosofi di dalamnya berupa dipercaya dapat melindungi kehidupan penggunanya.

Lebih mudahnya kita sebut saja dengan motif batik pengantin yang berdasarkan sejarahnya adalah motif yang sering digunakan oleh para keluarga keraton. Contohnya seperti Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, Keraton Kaprabonan, maka menjadikan motif ini termasuk jenis batik larangan atau hanya digunakan ketika acara oleh kalangan tertentu.

11. Motif Batik Banjar Balong

Gambar batik Banjar balong

Motif batik Cirebon satu ini memiliki gambaran sebuah pohon hayat uang di sisi kanan dan kirinya diapit oleh burung garuda. Batik banjar balong ini merefleksikan tentang pohon hayat yang menjadi simbol dari sebuah lapisan kehidupan, dimana terciptanya keselarasan dan keseimbangan sebagai cerminan kehidupan di dunia.

12. Motif Batik 3 Negeri

Gambar batik 3 negeri

Motif batik Cirebon satu ini sudah banyak didominasi dengan ornamen floral di dalamnya. Batik motif ini akan sering ditemukan di daerah Indramayu, akan tetapi di Cirebon juga memiliki cirinya tersendiri.

Batik kliwed yang ada di Cirebon lebih banyak menggunakan warna redup, namun tetap terlihat agak terang.

13. Motif Batik Cirebon Kliwed

Gambar motif batik Kliwed

Motif batik Cirebon satu ini sudah banyak didominasi dengan ornamen floral di dalamnya. Batik motif ini akan sering ditemukan di daerah Indrmayu, akan tetapi di Cirebon juga memiliki cirinya tersendiri.

Batik kliwed yang ada di Cirebon lebih banyak menggunakan warna redup, namun tetap terlihat agak terang.

14. Motif Batik Cirebon Putri

Gambar batik Putri

Motif batik asal Cirebon satu ini memang benar menggambarkan seorang putri pada kain batik yang dibuat. Meskipun putri yang digambarkan bukanlah putri dari keraton yang ada di Kota Cirebon.

Hal ini menjadi pertanda akulturasi budaya yang diterima oleh masyarakat Cirebon dari beberapa daerah lain yang masuk ke Cirebon. Meskipun budaya yang berbeda, namun tetap bisa hidup rukun berdampingan.

Baca Juga Daftar Motif Batik Lasem

Akhir Kata

Mungkin hanya itu saja sedikit penjelasan yang dapat saya berikan untuk Anda tentang kerajinan tradisional berupa batik, khususnya motif batik Cirebon. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu dan menambah pengetahuan Anda dalam bidang budaya Indonesia.

Tinggalkan komentar