Kode Warna Resistor

Riverspace.org – Kode warna resistor merupakan pita warna yang ada di bagian fisik komponen resistor yang berguna sebagai penanda nilai resistansi dan toleransinya. Biasanya kode warna ini hanya diaplikasikan pada resistor yang memiliki ukuran kecil dengan daya dibawah 5 Watt.

Sebagai cara untuk membedakan kapasitas daya dari berapa watt dalam resistor tersebut, maka akan bisa dilihat dari bentuk fisik resistor itu sendiri. Jika semakin besar bentuk dari resistornya, maka akan semakin besar pula daya yang dimilikinya.

Namun apakah kalian sudah mengerti bagaimana cara menghitung kode warna pada resistor itu sendiri? Sebab pada pita warna komponen resistor memiliki nilai yang berbeda-beda, tentunya akan membutuhkan daya ingatan yang kuat pula, ditambah lagi ada juga jenis resistor chip yang menggunakan kode angka.

Jika Anda masih belum mengerti tentang kode warna resistor dan cara membacanya, maka saya sarankan untuk mempelajari artikel ini. Yuk langsung saja simak penjelasan dibawah!

Kode Warna Resistor

Pada dasarnya, di dalam komponen elektronika berupa resistor memiliki 12 warna yang biasanya dicetak pada bagian fisiknya. Cara untuk membaca kode warna ini adalah selalu diawali dari kiri ke kanan dengan posisi pita warna sebelah kanan adalah pita warna untuk toleransi, serta ditandai dengan rais pita lebih besar.

Dengan cara mencocokan warna sesuai urutan, maka akan diperoleh angka digit pertama, kedua dan ketiga dengan pembacaan bisa mengikuti contoh gambar yang saya berikan dibawah ini.

Contoh gambar pita warna komponen

Namun perhatikan juga ya pada komponen resistor jenis 4 warna, maka warna ketiga adalah pengali (banyaknya jumlah nol).

Tabel Kode Warna Resistor

Setelah mengetahui kode warna yang saya berikan diatas, maka untuk memudahkan kalian memahaminya, saya juga akan memberikan tabel warna dibawah. Hal ini bisa dijadikan untuk mengetahui posisi pita warna pertama, bisa juga mengacu untuk besaran angka toleransi hanya ada beberapa warna saja.

Komponen resistor dengan nilai toleransi lebih kecil pastinya mempunyai kualitas yang lebih bagus. Sebab nilai penyimpangan resistansi resistor jika semakin kecil akan lebih baik, namun untuk harga jenis ini akan lebih mahal dari yang biasa.

Coba perhatikan tabel warna di bawah ini:

WarnaDigitPengaliToleransi
Hitam01
Cokelat110± 1%
Merah2100± 2%
Orange31,000
Kuning410,000
Hijau5100,000± 0,5%
Biru61,000,000± 0,25%
Ungu710,000,000± 0,1%
Grey8± 0.05%
Putih9
Emas0,1± 5%
Silver0,01± 10%
None± 20%

Pelajari Juga! Apa Itu Resistor Secara Lengkap

Cara Menghitung Kode Warna Resistor

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, bahwa nilai resistor yang berbentuk axial akan ditandai dengan warna-warna yang ada di bagian fisik berupa gelang. Pada umumnya terdapat 4 gelang warna yang ada di tubuh komponen resistor, namun ada juga yang 5 hingga 6 warna.

Untuk warna gelang emas dan perak biasanya akan terletak agak jauh dari gelang warna lainnya, sebagai tanda gelang terakhir. Nah, gelang terakhir ini juga bisa menjadi nilai toleransi pada nilai resistor yang bersangkutan.

Untuk macam-macam cara menghitung kode warna resistor ada di bawah ini.

1. Menghitung Resistor 4 Pita Warna

Jenis komponen resistor yang mempunyai 4 warna saja, yakni warna depan sebagai digit pertama, warna kedua sebagai digit kedua, dan warna ketiga sebagai nilai toleransi. Untuk lebih mudahnya, coba perhatikan gambar tabel dibawah ini:

Contoh tabel resistor 4 warna

Jika dilihat pada bagian bawah tabel ada contoh 1K, warnanya adalah coklat, hitam, merah kemudian emas. Nah, terus dari mana dapat nilai resistornya beserta warnanya?

Jadi, mari kita bahas satu per satu rulenya sesuai daftar urutan dibawah ini,

  1. Gelang pertama merupakan digit pertama dari nilai resistor.
  2. Warna gelang kedua menjadi digit kedua, sementara.
  3. Gelang ketiga merupakan perpangkatan sepuluh.
  4. Gelang keempat merupakan nilai toleransi dari tahanan.

Misalnya ada soal seperti berikut ini:

  1. Merah, Merah, orange, emas?
  2. Coklat, Hitam, Kuning, Emas?

Jawabannya;

  1. Merah = 2, Merah = 2, orange = 3, emas toleransi 5%, jadi nya ialah, 22 x 10³ = 22.000ohm ± 5% atau dapat disederhanakan lagi berupa 22k ± 5%.
  2. Coklat = 1, Hitam = 0, Kuning = 4, Emas toleransi 5%, jadi nya ialah, 10 x 10(pangkat)4 = 100.000 ± 5% atau dapat disingkat berupa 100k ± 5%.

Contoh komponen resistor kode warna 4

Bagaimana, cukup mudah kan untuk cara menghitung nilai komponen resistor? Akan lebih mudah lagi jika sudah menghafalkan tabel warna dengan cara h, co, mem o, ku, ru, vi, a, tih. Maka jika melakukan penghitungan pada resistor akan semakin mudah sekali..

2. Menghitung Resistor 5 Pita Warna

Untuk langkah menghitung komponen resistor yang memiliki 5 pita warna, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan resistor 4 kode warna. Letak perbedaannya adalah hanya bertambah digit ke 4, jika di resistor 4 warna hanya ada 22k, 2k2, 47 dan lainnya, maka untuk resistor 5 pita warna akan lebih presisi lagi, misalnya 222k, 472k dan lain-lain.

Untuk lebih lengkapnya coba perhatikan contoh tabel dibawah ini.

 

Menghitung Resistor 5 Pita Warna

Cara menghitungnya sebenarnya sama persis seperti pada resistor 4 kode warna. Untuk lebih memudahkan penangkapan Anda, coba perhatikan pertanyaan dibawah ini.

  1. Violet/Ungu, Abu Abu, Merah, Merah, Coklat?
  2. Merah, Coklat, Violet/Orange, Hijau, Emas?

Jawabanya:

  1. Violet = 7, Abu-abu = 8, Merah = 2, Merah = 2, Coklat = Toleransi 1%, maka nilai resistornya adalah 782 x 10(pangkat 2) ± 1% = 78.200 ±1% = atau lebih mudahnya 78k2 ± 1% ohm, atau bisa juga disebut 78.2k Ohm.
  2. Merah = 2, Coklat = 1, Violet = 7, Hijau = 5, Emas = 5%, maka nilai resistornya adalah 217 x 10 (pangkat 5) = 21.700.000 ± 5% = 21M7 ± 5% Ohm.

Gambar kode resistor 5 pita

Sama mudahnya kan menghitung resistor 5 kode warna seperti layaknya perhitungan pada 4 kode warna resistor.

Pelajari Juga! Cara Membuat Rangkaian Seri

3. Menghitung Resistor 6 Pita Warna

Cara menghitung komponen resistor dengan 6 kode warna juga sebenarnya sama persis seperti sebelumnya. Namun perbedaannya terletak pada toleransi suhu pada warna ke 6, untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar tabel dibawah ini.

Gambar tabel 6 pita warna resistorJika Anda mendapatkan soal untuk menghitung nilai dari komponen 6 kode warna resistor, maka caranya sama saja seperti pada 5 kode warna, tinggal ditambahkan saja koefisien suhu dari warna keenam.

Komponen resistior dengan 6 kode warna

Cara Menghitung Resistor dengan Kode Angka

Cara membaca komponen resistor yang memiliki bentuk chip akan lebih mudah dari jenis komponen axial atau yang sudah kita bahas diatas. Hal ini disebabkan karena jenis ini tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya.

Kode yang dipakai oleh resistor jenis chip adalah berupa angka langsung. Jadi akan sangat mudah sekali untuk dibaca atau biasa disebut dengan Body Code Resistor (kode fisik resistor).

Resstor chip 473

Saya kasih contoh menghitung resistor chip dengan kode 473, maka seperti berikut:

Maka cara pembacaan dan cara menghitung nilai resistor berdasarkan kode angka adalah seperti berikut ini:

  • Coba masukan angka ke-1 langsung = 4
  • Masukan lagi angka ke-2 langsung = 7
  • Masukkan lagi jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan 10³

Jadi, nilainya akan ketemu 47.000 Ohm atau 47 kilo Ohm (47 kOhm).

Contoh-contoh penghitungan resistor chip lainnya adalah:

  • 222 → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm.
  • 103 → 10 * 10³ = 10.000 Ohm atau 10 Kilo Ohm.
  • 334 → 33 * 104 = 330.000 Ohm atau 330 Kilo Ohm.

Namun biasanya ada juga yang menggunakan kode angka seperti berikut ini :

(Tulisan R menandakan letaknya koma desimal)

  • 4R7 = 4,7 Ohm
  • 0R22 = 0,22 Ohm

Keterangan :

  • Ohm = Ω.
  • Kilo Ohm = KΩ.
  • Mega Ohm = MΩ.
  • 1.000 Ohm = 1 kilo Ohm (1 KΩ ).
  • 1.000.000 Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ).
  • 1.000 kilo Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ).

Pelajari Juga! Apa Itu Impedansi

Akhir Kata

Nah, mungkin hanya cukup itu saja penjelasan yang dapat saya berikan tentang berbagai kode warna resistor beserta cara menghitungnya secara singkat. Semoga dengan adanya penjelasan dalam artikel ini bisa membantu dan memperluas lagi pengetahuan Anda dalam bidang elektronika.

Tinggalkan komentar