Kapasitor Kipas Angin

Riverspace.org – Kapasitor kipas angin merupakan salah satu komponen atau spare part yang sangat penting dalam sebuah kipas listrik, sebab tanpa adanya komponen ini kipas tidak akan berfungsi.

Namun bagian-bagian lain dari kipas angin listrik juga tidak kalah penting, sebab pada dasarnya setiap komponen akan saling melengkapi dan berhubungan.

Perlu Anda ketahui, bahwa sebenarnya komponen kapasitor pada kipas angin merupakan bagian yang sering mengalami kerusakan. Apabila kapasitor mengalami kerusakan, maka akan ditandai dengan gejala seperti kipas membutuhkan bantuan supaya mau berputar.

Memperhatikan bahwa komponen kapasitor pada kipas angin memiliki peranan yang sangat penting, maka saya akan sedikit memberikan informasi seputar komponen ini.

Lantas apa saja informasi yang akan saya berikan untuk Anda, sudah penasaran? Untuk menjawab semua rasa penasaran Anda, langsung saja simak penjelasan dibawah ini.

Fungsi Kapasitor Kipas Angin

Gambar rangkaian kapasitor pada kipas angin

Komponen kapasitor merupakan sebuah rangkaian yang memiliki kegunaan yang sangat penting di dalam sebagian perangkat elektronika. Meskipun pada dasarnya hanya untuk menyimpan arus atau muatan listrik, akan tetapi pada praktek rangkaian circuit sangat banyak berguna.

Misalnya seperti pada perangkat elektronik seperti kipas, maka komponen kapasitor aan berguna sebagai penyimpan arus dalam membantu proses start kipas angin.

Sebenarnya apa sih kapasitor itu? Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa semua motor listrik akan membutuhkan daya atau torsi yang cukup besar pada saat putaran awal kerja. Oleh karena itu, kapasitor dalam hal ini dibutuhkan sebab bisa menyimpan arus listrik yang nantinya digunakan untuk membantu menggerakkan motor listrik pada kumparan bant atau starting winding..

Ukuran Kapasitor Kipas Angin

Gambar ukuran dari kapasitor pada kipas angin

Ukuran kapasitor kipas angin tidaklah semuanya sama antara satu tipe dengan tipe lainnya sebab ditentukan oleh besarnya kipas. Jika semakin besar ukuran kipas, maka akan semakin besar juga kapasitor starternya.

Oleh karena itu, apabila terjadi kerusakan pada kapasitor tidak perlu memperhatikan merk kipas maupun merek kapasitornya. Misalnya seprti kipas angin maspion, kipas angin cosmos. Atau kipas angin merek-merek lainnya.

Namun yang sangat perlu diperhatikan adalah kapasitas penyimpanan arus listriknya dalam satuan Farad dan kapasitas tegangan dalam satuan Volt. Untuk lebih mudahnya silahkan perhatikan gambar yang saya berikan diatas sebagai tambahan pengetahuan tentang ukurannya.

Pelajari Juga Apa Itu Kapasitor

Ciri-Ciri Kapasitor Kipas Angin Rusak

Gambar contoh kapasitor kipas angin rusak

Sebelum melakukan pembelian komponen kapasitor kipas angin, maka perhatikan terlebih dulu dari mana kerusakan dari kipas angin yang sedang Anda perbaiki. Melihat kerusakan pada perangkat elektronika tidak bisa dilakukan pengecekan pada bodi fisiknya saja, meskipun sebagian besar memang ada yang bisa.

Namun Anda juga harus memastikan secara sungguh-sungguh selain dari bentuk fisiknya, cobalah melakukan pengecekan dengan alat bantu elektronik seperti multimeter atau avometer.

Sebab bisa saja kerusakan yang terjadi pada komponen kapasitor akibat adanya kebocoran penyimpanan, atau malah-malah kerusakannya bukan dari bagian kapasitor. Biasanya pada kipas angin, untuk komponen kapasitor jika terjadi kerusakan akan memiliki ciri-ciri gejala kerusakan seperti berikut:

  1. Ketika switch atau saklar kipas angin pada posisi On, maka kipas tersebut tidak mau berputar, namun pada saat baling-baling dibantu putar menggunakan tangan, maka akan mau untuk berputar.
  2. Kipas angin yang kapasitornya sudah mulai rusak akan menghasilkan putaran yang tidak maksimal. Untuk bagian kerusakan seperti ini harus dilakukan pengecekan juga terhadap dinamo, bearing atau bushing, pelumas As rotor yang kering dan sparepart lainnya.

Harga Kapasitor Kipas Angin

Gambar contoh harga kapasitor untuk kipas angin

Harga kapasitor kipas angin tergolong cukup murah dan terjangkau, sebab kapasitasnya memang kecil jika dibandingkan dengan kapasitor AC dan Kapasitor mesin cuci. Pada umumnya akan terdapat berbagai ukuran kapasitas kapasitor pada kipas angin mulai dari 1.5 µF, 2.5 µF, 3 µF, 4.5 µF dan 6 µF (satuan mikro Farad).

Sebagai bahan perbandingan dan memudahkan Anda untuk memperkirakan harga, maka diatas sudah saya berikan contoh harga dari salah satu toko online di Indonesia. Namun perlu diingat, sebelum membeli kapasitor tersebut, sebaiknya perhatikan dan ingat-ingat ukuran dari kapasitor yang telah rusak sebelumnya.

Cara Mengukur Kapasitor Kipas Angin

Pada dasarnya terdapat banyak cara untuk mengetahui kapasitor kipas angin yang terpasang tersebut sudah rusak atau masih normal. Disini saya akan memberikan tiga cara mudah untuk mengukur kapasitor kipas angin yang bisa Anda praktekkan.

Berikut ini adalah cara-cara mengukur kapasitor kipas angin:

1. Mengukur Kapasitor dengan Multimeter Analog

Gambar cara mengukur dengan avometer analog

Cara yang pertama yang bisa Anda lakukan jika ingin mengetahui kondisi kapasitor sudah rusak atau masih normal adalah menggunakan multimeter atau avometer analog. Jika Anda menggunakan cara mengecek kapasitor kipas angin dengan multitester analog sebagai berikut:

  • Pastikan terlebih dulu bahwa steker kipas sudah tercabut atau terlepas dari sumber listrik.
  • Lakukan pembukaan pada bodi kipas angin, biasanya bagian belakang untuk bisa menemukan kapasitor.
  • Coba pisahkan dulu terminal kapasitor dari rangkaian supaya hasil pengukuran tidak dipengaruhi oleh coil atau lilitan dinamo kipas.
  • Lakukan pengukuran dengan menggunakan multitester dengan selector berada pada posisi Ohm meter x1 tu x100.

Ciri-ciri komponen kapasitor yang masih bagus adalah ketika dilakukan pengukuran, maka jarum penunjuk akan mengarah ke angka 0 di sebelah kanan dan akan kembali lagi ke kiri. Untuk lebih lengkap tentang pengukuran kapasitor menggunakan multimeter analog bisa Anda perhatikan pada gambar dibawah ini.

2. Mengukur Kapasitor dengan Multimeter Digital

Gambar pengukuran dengan avometer digital

Cara mengukur kapasitor kipas angin kedua adalah menggunakan multimeter jenis digital yang hasilnya akan lebih akurat dan mudah untuk dilakukan. Akan tetapi, tidak semua avometer atau multimeter memiliki fitur untuk pengukuran kapasitor.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebenarnya sama saja seperti cara pertama pada multimeter analog. Namun yang jadi pembeda adalah pada pemilihan selector switch atau saklar ke posisi F (Farad) dan pembacaannya akan sangat mudah.

Coba perhatikan gambar yang saya berikan diatas tadi yang berupa contoh pengukuran menggunakan  multimeter jenis digital.

Biasanya untuk jenis multimeter atau avometer yang support untuk pengukuran kapasitor seperti DEKKo DM-133D atau Fluke.

3. Mengukur Kapasitor Kipas Angin dengan Dialiri Listrik

Gambar cara pengukuran dengan diberi tegangan

Apabila Anda masih ragu ketika sudah menggunakan dua cara pengukuran diatas, maka masih dapat dipastikan lagi dengan mencoba memberikan tegangan AC PLN pada komponen kapasitor. Namun usahakan ketika mencoba menggunakan cara ini, ujung kabel yang dialiri sumber listrik dari PLN menggunakan capit buaya, steker dan kabel terminal PLN yang dihubungkan dengan rangkaian paralel.

Untuk memastikan bahwa komponen kapasitor masih bisa menyimpan aliran listrik atau tidak, maka akan tetap dibutuhkan multimeter pada selector pengukuran Volt. Ketika kapasitor diberikan tegangan listrik PLN, maka kapasitor akan mengisi muatan dan biarkan seperti demikian selama kurang lebih 10 detik.

Kemudian cabutlah steker dari stop kontak PLN. Pada voltmeter akan terlihat penurunan tegangan secara bertahap.

Penting! Apabila Anda melakukan pengukuran dengan cara ini, maka pastikan Anda tidak memegang sama sekali terminal kapasitor walaupun steker sudah dicabut dari arus listrik PLN.

Pelajari Juga Kapasitor Pompa Air

Cara Memasang Kapasitor Kipas Angin

Gambar cara mengganti kapasitor kipas angin

Jika Anda sudah melakukan pengukuran kapasitor dan ternyata kondisinya sudah rusak ataupun mengalami kebocoran, maka harus dilakukan pergantian dengan yang baru. Namun hal yang tidak kalah penting adalah melakukan pemasangan dengan benar supaya mencegah terjadinya konsleting listrik.

Cara pasang kapasitor terbilang cukup mudah namun persiapkan dulu peralatan seperti obeng, gunting, pemotong kabel dan selotip. Untuk langkah-langkah cara memasang kapasitor kipas angin sebagai berikut:

  1. Buka terlebih dulu bagian cover mesin kipas angin menggunakan obeng untuk melepas sekrup-sekrupnya.
  2. Kemudian potong kedua kabel yang terhubung pada kedua kaki terminal kapasitor, dan ambilah kapasitornya.
  3. Pasang kapasitor pengganti yang baru dengan cara menghubungkan ke kabel yang sudah dipotong sebelumnya. Untuk pemasangan kabel pada kaki kapasitor ini bebas sebab arus yang dimiliki adalah AC (bolak-balik).
  4. Bungkuslah sambungan tadi menggunakan selotip untuk mencegah terjadinya konsleting arus.
  5. Tutup kembali cover kipas mesin kipas angin dan lakukan pengencangan pada sekrup-sekrupnya.
  6. Pastikan dulu semua sudah aman dan pemasangannya benar.
  7. Coba untuk menghidupkan kipas angin, apabila cara pemasangan Anda benar dan kondisi dinamo masih normal, maka kipas angin akan berputar secara normal.

Bisakah Kipas Angin Menyala Tanpa Kapasitor?

Gambar kipas angin jenis DC

Banyak sekali yang bertanya-tanya tentang apakah bisa kipas angin menyala tanpa menggunakan kapasitor. Pada dasarnya ada beberapa jenis kipas angin yang bisa berputar walaupun tidak memakai kapasitor, lebih tepatnya adalah kipas angin DC.

Biasanya jenis kipas angin ini sering dijadikan pendingin pada DVD, CPU, laptop, kipas amplifier dan peralatan elektronik lainnya. Tidak jauh dari namanya, jenis kipas angin ini hanya bisa berputar jika dialiri arus DC atau searah dan memang dibuat tanpa menggunakan kapasitor.

Pelajari Juga Rangkaian Dimmer AC

Akhir Kata

Mungkin hanya itu saja penjelasan yang dapat saya berikan tentang apa itu kapasitor kipas angin beserta fungsi, harga dan cara memasangnya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu dan menambah pengetahuan Anda dalam bidang elektronika.

Tinggalkan komentar