Daur Hidup Ular

Riverspace.org – Daur hidup ular pada dasarnya tidak masuk atau tidak melalui tahap metamorfosis. Kok bisa begitu ya? Asalannya, ular adalah hewan reptil tanpa kaki yang memiliki tubuh panjang dan pada daur hidupnya tidak mengalami perubahan bentuk.

Salah satu keunikan dari hewan satu ini adalah bisa hidup di berbagai habitat, seperti laut, sungai , danau gurun, padang rumput hingga tempat tinggal manusia.

Layaknya hewan-hewan lainnya, ular juga akan melakukan proses berkembang biak. Mereka akan memulai siklus daur hidupnya dari fase perkawinan- menjadi telur – menetas sebagai anak ular – kemudian menjadi dewasa.

Untuk lebih informasi lebih lengkap tentang daur hidup pada ular, silahkan kepoin penjelasan yang sayang berikan dibawah ini.

Mengenal Hewan Ular

Pengertian hewan ular

Sebelum saya menjelaskan secara panjang lebar tentang daur hidup ular, alangkah baiknya Anda memahami dulu tentang ular itu sendiri.

Ular merupakan termasuk hewan golongan reptilia dalam kelompok reptil tanpa kaki. Hewan ini memiliki bentuk fisik yang panjang dengan ukuran yang beragam, tergantung dari spesiesnya.

Ular mempunyai banyak sekali jenis atau spesies yang semuanya dikelompokkan menjadi satu sub ordo. Sub ordo yang saya maksud disini adalah Serpentes, anggota dari reptil bersisi atau Squamata.

Jika dilihat dari semua anggota Squamata, ular diklasifikasikan golongan reptilia berbadan panjang dan jauh berbeda dengan kadal (cabang Ophidia).

Ular sendiri menjadi salah satu anggota reptilia yang jumlahnya tersebar luas di seluruh belahan dunia. Bahkan di beberapa tempat yang ekstrim seperti gunung juga bisa ditemukan ular.

Berdasarkan penelitian kadal tanah di zaman Jurassic adalah asal mula dari ular zaman sekarang. Oleh karena itu, keberadaan ular sudah diketahui sejak lama sekali.

Ciri-ciri yang paling mudah dilihat dari reptil ini adalah ular tidak pernah menutup mata sepanjang hidupnya. Sebab pada dasarnya hewan ini tidak memiliki kelopak mata dan tidak adanya indera pendengaran.

Bentuk dari lidah ular sangat runcing dan ukurannya cukup panjang. Seperti yang sudah saya singgung diatas, habitat ular sangat beragam, sebab hewan ini tersebar ke berbagai tempat dan spesiesnya berbeda pula.

Tidak jarang ular ditemukan di kawasan hutan, gurun, padang rumput, danau, sungai dan lain-lain.

Bahkan hewan ini kerap membuat takut kebanyakan orang jika bertemu dengannya disawah, ladang atau tempat lain yang dihuni manusia. Namun sepertinya ada satu tempat yang masih belum bisa ditempati ular, yakni kutub utara, sebab tempatnya selalu dingin.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Katak

Siklus Daur Hidup Ular

Contoh gambar daur hidup ular

Tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis hewan lain, ular juga mengalami tahapan daur hidup yang diawali proses perkawinan hingga menjadi ular dewasa. Perlu di ingat kembali, bahwa ular akan mengalami daur hidup tanpa metamorfosis atau tidak berubah bentuk.

Akan tetapi di dalam proses daur hidup ular akan mengalami perubahan ukuran yang semula kecil menjadi besar. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah ukuran siklus daur hidup yang terjadi ular, antara lain:

1. Tahap Perkawinan

Ular juga sama seperti hewan lain yang mengawali siklus daur hidupnya dengan proses perkawinan antara ular jantan dan betina. Hewan ini biasanya akan melakukan proses perkawinan atau fertilisasi ketika musim kawin untuk ular sudah tiba.

Biasanya akan diawali ketika ular betina dewasa menarik ular jantan dewasa dengan cara meninggalkan jejak feromon.

Untuk beberapa jenis spesies ular jantan akan melakukan sesuatu hal sebagai cara menarik perhatian ular betina.

Misalnya saja pada ular kobra, pejantan akan melakukan sebuah tarian supata bisa memenangkan kompetisi untuk mendapatkan betina. Pada umumnya pejantan dengan tubuh paling besar akan memenangkan kompetisi.

Ketika proses perkawinan berlangsung, ular jantan akan menggosokkan bagian bawah tubuh betina dengan kepalanya.

Hal itu dilakukan dengan tujuan merangsang ular betina. Ular jantan yang sudah dewasa akan memiliki dua alat reproduksi yang berguna untuk menyalurkan sperma ke dalam saluran ovum ular betina.

2. Tahap Telur Ular

Sesudah proses pembuahan berhasil, maka ular akan bisa menghasilkan telur-telurnya. Sel telur akan dilepaskan ke ovarim menuju tempat penyimpanan sperma.

Selanjutnya sperma akan membuahi sel telur sebelum telur dikeluarkan dari tubuh betina. Biasanya akan membutuhkan waktu kurang lebih 9 minggu untuk ular betina bisa mengeluarkan telurnya.

Ular betina akan membuatkan sarang untuk tempat meletakkan telur-telurnya supaya aman hingga mentas. Sedangkan untuk jumlah telur yang bisa dihasilkan ular betina juga berbeda-beda, tergantung dari spesiesnya.

Ular biasanya akan menggerakkan tubuhnya supaya dapat menghasilkan panas. Sifat ular ini biasanya disebut dengan inkubasi hingga telurnya menetas dalam kurun waktu sekitar 45-80 hari untuk bisa menjadi bayi ular.

3. Tahap Anak Ular

Ketika telur ular sudah dierami oleh sang induk serta sudah cukup waktu, maka telur tersebut akan menetas dan menjadi anak ular.

Untuk ukuran dari anak ular cukup beragam tergantung dari jenis spesiesnya juga. Misalnya anak ular kobra yang baru menetas biasanya memiliki ukuran sekitar 15 hingga 19 inchi.

Anak ular yang baru menetas biasanya akan bisa bertahan hidup selama kurang lebih dua minggu tanpa memakan apapun.

Hal ini disebabkan adanya kantung kuning telur di bagian ular yang berguna untuk memberikan suplay makanan. Walaupun begitu, anak ular akan tetap berusaha untuk mencari makanan sebab masih merasa lapar.

4. Tahap Ular Dewasa

Anak ular akan terus mengalami perkembangan dan pertumbuhan hingga menjadi dewasa. Biasanya ular akan mencapai umur dewasa dalam waktu 1 hingga 4 tahun.

Namun tetap saja tergantung dari jenis spesies ular itu sendiri. Sedangkan untuk ular kobra yang saya jadikan contoh berkisar 4 hingga 6 tahun untuk tumbuh menjadi dewasa.

Ular yang sudah dewasa akan mempunyai ukuran panjang dan berat beragam, tergantung dari jenisnya lagi. Untuk ular kobra dewasa biasanya mempunyai panjang 3 hingga 7 kaki dan berat sekitar 20 pon.

Terdapat juga jenis ular berbahaya dan ada pula jenis ular yang tidak berbahaya. Ular bisa menjadi berbahaya sebab memiliki taring yang mengandung racun.

Jadi, ular bisa dikatakan berbahaya bukan berarti beracun, melainkan berbisa. Sebab pada kenyataannya, manusia yang memakan daging ular masih bisa bertahan hidup.

Namun gigitan ular yang berbisa sangat berbahaya sekali, bahkan bisa mengakibatkan kematian bagi manusia atau hewan lain yang digigitnya.

Ular dewasa juga memiliki metabolisme yang lambat, hal inilah penyebab mereka bisa hidup berhari-hari tanpa makan. Di dalam daur hidup ular, akan mengalami masa pergantian kulit lama dan berganti dengan yang baru.

Tujuan dari proses pergantian kulit ular adalah untuk membuang bakteri yang ada pada tubuhnya. Oleh sebab itu, tidak heran apabila sering sekali ditemukan kulit ular yang terkelupas di tengah hutan atau di alam habitatnya.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Kambing

Cara Berkembang Biak Ular

Ilustrasi gambar cara ular berkembang biak

Di dalam siklus daur hidup ular, tentunya akan selalu melibatkan cara berkembang biaknya. Sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwa ular akan mengalami fertilisasi sebelum mengeluarkan telurnya.

Namun perlu Anda ketahui juga bahwa cara ular berkembang biak berbeda-beda, bergantung lagi pada spesiesnya.

Jika dilihat secara keseluruhan, ular bisa berkembang biak dengan tiga cara, antara lain:

  1. Ovipar.
  2. Vivipar.
  3. Ovovivipar.

1. Ovipar

Pada umumnya ular kurang lebih 70% akan melakukan berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Misalnya saja seperti jenis ular yang berkembang biak secara ovipar adalah ular rumput, ular tikus, mamba, kobra dan masih banyak lainnya.

Ada juga sebagian ular yang mengeluarkan telurnya dan langsung ditinggalkan begitu saja dan ada sebagian yang harus mengerami hingga menetas.

2. Vivipar

Sebagian jenis ular ada yang melakukan perkembang biakan dengan cara melahirkan atau (vivipar). Misalnya jenis ular yang berkembang biak dengan cara vivipar adalah Boa Constrictor dan Green Anaconda.

Kedua jenis ular tersebut akan melahirkan anaknya dalam kondisi di dalam plasenta. Ketika sudah lahir, anak ular akan menggigit plasenta supaya robek dan membuatnya bisa keluar.

3. Ovovivipar

Ketiga, ular juga ada yang melakukan berkembang biak dengan cara ovovivipar. Akan tetapi telurnya tidak langsung dikeluarkan, melainkan disimpan di dalam tubuhnya hingga menetas.

Ketika sudah menetas, maka anak ular akan langsung dikeluarkan dari tubuh induknya. Sehingga ketika sudah dikeluarkan anak ular sudah lahir dalam keadaan siap bergerak.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Anjing

Akhir Kata

Nah, mungkin hanya itu saja sih penjelasan yang bisa saya berikan tentang tahapan atau siklus daur hidup ular secara jelas dan lengkap. Semoga dengan adanya artikel yang saya tulis dalam blog saya ini, bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda dalam bidang dunia hewan.

Tinggalkan komentar