Daur Hidup Semut

Riverspace.org – Pada dasarnya daur hidup semut tidak jauh berbeda dengan jenis serangga lain yang mengalami metamorfosis sempurna. Daur hidup atau yang sering dikatakan sebagai siklus hidup adalah fase yang dilalui makhluk hidup dari awal hingga dewasa.

Semua makhluk hidup akan menghasilkan keturunan apabila usia mereka sudah memasuki dewasa. Oleh karena itu, di dalam daur hidup akan kembali pada titik awal dan membentuk perputaran.

Semut sendiri termasuk serangga hama yang dikenal memiliki jumlah spesies yang sangat banyak dan beragam. Sebagian besar dari mereka hidup di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.

Serangga kecil ini mengalami banyak sekali perubahan bentuk dari pertama lahir hingga menjadi semut dewasa. Oleh sebab itu, penting juga bagian Anda untuk mengetahui bagaimana sih proses daur hidup semut itu.

Biar tidak semakin penasaran, yuk langsung kepoin saja penjelasan saya dibawah ini.

Sekilas Tentang Semut

Sekilas tentang serangga semut

Semut merupakan salah satu hewan jenis serangga yang hidup berkoloni atau berkelompok dan termasuk ke dalam galur Formicidae, Hymenoptera.

Biasanya didalam satu koloni ada ribuan semut dan terbagi dari beberapa anggota berdasarkan kastanya.

Anggota koloni tersebut berisikan ratu semut, semut jantan, dan semut pekerja. Oleh sebab itu, semut banyak dijuluki sebagai jenis hewan serangga sosial.

Koloni yang ada di dalam semut sering disebut dengan istilah “superorganisme” sebab dalam jumlahnya yang sangat banyak mereka berbentuk satu kesatuan. Bentuk fisik dari semut pun sangat kecil, namun semut termasuk ke dalam hewan terkuat.

Jika dibandingkan dengan gajah yang hanya bisa membawa sesuatu dengan ukuran dua kali beratnya sendiri, semut jantan malah bisa membawa 50 kali berat dari badannya sendiri.

Walaupun demikian, ada juga hewan lain yang lebih kuat dari semut yakni kumbang badak. Sebab kumbang badak bisa menahan berat hingga 850 kali dari berat badannya sendiri.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Nyamuk

Tahapan Daur Hidup Semut

Contoh gambar metamorfosis pada semut

Pada siklus daru hidup semut terdapat 4 tahapan atau perubahan yang akan dialami mulai dari lahir hingga menjadi dewasa.

Kurang lebih fase tersebut akan berlangsung dalam kurun waktu 6-10 minggu saja. Namun lama waktu dari tahapan semut juga bergantung dari jenis dan sepesiesnya.

Secara singkatnya, siklus daur hidup semut terdiri dari empat tahap berbeda, antara lain:

  • Telur
  • Larva
  • Pupa
  • Imago (semut dewasa)

Untuk penjelasan lebih lengkapnya adalah sebagai berikut:

1. Telur

Semut sendiri termasuk ke dalam golongan hewan ovipar, yakni berkembang biak dengan cara bertelur. Oleh karena itu, daur hidup semut diawali dari fase telur.

Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh semut adalah ukurannya yang sangat kecil, yakni hanya sekitar 0,5 mm. Biasanya telur semut berwarna putih, transparan dan teksturnya lengket serta berbentuk lonjong.

Serangga semut ketika sudah menetas akan terbagi menjadi dua berdasarkan pembuahannya. Telur semut yang dibuahi akan menghasilkan betina diploid, sedangkan telur yang tidak dibuahi akan menghasilkan semut jantan diploid.

Dalam masa waktu, telur semut akan membutuhkan kurang lebih 7 hingga 4 hari agar bisa menetas. Akan tetapi, lama waktunya juga tergantung dari beberapa faktor seperti suhu, kelembaban dan jenis atau spesies semut itu sendiri.

Di dalam suatu koloni semut, hanya ratu semut yang akan bisa menghasilkan telur. Oleh karena itu, tugas ratu semut adalah hanya untuk melakukan perkembang biakan dan meletakkan telur di sarang yang sudah dibuat semut kasta lain.

2. Larva

Telur semut yang sudah menetas kemudian akan berubah memasuki fase larva. Dimana fase larva bentuknya hampir sama dengan cacing dan tidak mempunyai mata serta tidak memiliki bagian kaki.

Semut pekerja akan bertugas untuk memberikan makanan pada larva sebab disini larva masih belum bisa bergerak. Makanan tersebut akan ditransfer oleh trofalaxis dan semut akan mendapatkan makanan dengan bentuk cari di dalam cache-nya.

Semut pekerja biasanya akan membawakan berbagai jenis makanan mulai dari biji-bijian, hewan buruan, dan makanan lainnya baik padat maupun cair.

Kurang lebih ada 4 hingga 5 tahap moulting di dalam serangkaian pertumbuhan larva semut. Ketika sudah melewati moulting, maka larva akan berubah bentuk menjadi pupa.

Pada awalnya akan muncul larva semut dengan warna putih semua kuning dan transparan. Namun seiring berjalannya waktu, kulit larva akan berganti dan berubah warna dalam kurun waktu kurang lebih 6-12 hari supaya bisa menjadi pupa.

3. Pupa

Pupa merupakan tahapan atau fase yang akan dilalui oleh semut ketika berhasil melewati fase larva. Pada tahap ini mereka akan mendapatkan makanannya hampir sama ketika dalam fase larva, yakni bergantung pada tugas semut pekerja.

Pupa sendiri mempunyai bentuk tubuh yang hampir sama dengan semut dewasa (imago) namun bagian sayap dan antena tersembunyi oleh tubuhnya.

Biasanya pupa semut akan berwarna putih dan ditutupi dengan kepompong berwarna coklat ataupun putih.

Kepompong yang menutupi bagian tubuh pupa semut berguna untuk melindungi dirinya. Kurang lebih di dalam tahap ini semut akan membutuhkan 9 hingga 30 hari untuk berubah menjadi imago (semut dewasa).

4. Imago (Semut Dewasa)

Setelah berhasil melalui fase pupa, maka mereka akan menjadi semut dewasa atau imago. Di awal kemunculan semut ini, biasanya disebut dengan semut mudah yang memiliki tubuh transparan dan warna terang.

Namun seiring berjalannya usia dari semut, maka akan berubah warna menjadi lebih gelap. Saat sudah menjadi dewasa, semut akan nampak kastanya yang terdiri dari semut, pekerja, semut jantan dan semut ratu.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Kumbang

Kasta di Dalam Semut dan Perannya

Kasta di dalam satu koloni semut

Seperti yang telah sedikit saya singgung diatas, bahwa ketika sudah dalam masa dewasa, semut memiliki 3 kasta. Berikut ini adalah penjelasan mengenai ketiga kasta tersebut:

1. Semut Ratu

Semut ratu adalah jenis semut yang bisa menghasilkan keturunan serta biasa disebut sebagai induk bagi semua semut dalam satu koloni tersebut.

Kasta ini biasanya memiliki usia yang paling lama di dalam koloni semut itu. Sebab peran utama dari ratu semut adalah bereproduksi dan menghasilkan telur, maka dari itu ratu semut adalah anggota yang paling penting keberadaanya.

Tanpa keberadaan semut ratu, maka satu koloni semut yang baru tidak akan bisa disiapkan. Jika dibanding dengan jenis semut lain dalam satu koloni, semut ratu mempunyai ukuran tubuh yang paling besar.

Biasanya ukuran dari semut ratu bisa mencapai 15 cm dan memiliki ciri khas berupa sayap di bagian tubuhnya.

2. Semut Jantan

Kasta semut jantan adalah jenis atau anggota paling kecil di dalam satu koloni semut dan biasa disebut dengan “semut drone”. Semut kasta ini memiliki peran untuk melakukan proses perkawinan dengan semut ratu untuk menghasilkan keturunan lagi.

3. Semut Pekerja

Kasta semut pekerja merupakan semut berjenis kelamin betina di dalam satu koloni, namun bukan menjadi semut ratu.

Semut pekerja mempunyai peranan yang paling banyak diantara kedua kasta sebelumnya, antara lain:

  1. Memberikan perawatan kepada semut ratu.
  2. Memberikan perawatan untuk larva dan pupa seperti makan ataupun membersihkan telur.
  3. Membuat sarang sebagai tempat tinggal semut ratu bertelur dan menjaganya.
  4. Mencari makanan untuk memenuhi kebutuhan pokok koloni semut tersebut.

Meskipun semut pekerja adalah berjenis kelamin betina, namun kasta ini tidak bisa menghasilkan keturunan. Mereka tidak bisa melakukan proses perkawinan dan bereproduksi layaknya semut ratu.

Cara Berkembang Biak Semut

Cara semut berkembang biak

Nah, setelah mengetahui kasta dan juga tahapan dari daur hidup semut, maka berlanjut ke cara berkembang biak dari serangga semut. Untuk syarat terjadinya daur hidup pada semut adalah harus berkembang biak untuk menjaga populasinya.

Perkembang biakan dari semut akan diawali saat semut jantan memasukkan aedagus (alat kelamin) ke dalam saluran reproduksi semut ratu. Maka sperma yang sudah masuk ke dalam saluran reproduksi semut ratu akan disimpan untuk beberapa saat.

Namun disini semut jantan yang sudah melakukan proses perkawinan akan mati. Kemudian sayap semut ratu akan dilepaskan dan ia akan bergabung ke dalam koloni yang baru.

Sperma yang tadinya sudah masuk ke dalam tubuh semut ratu akan menghasilkan telur. Oleh sebab itu, semut ratu akan bisa menghasilkan telur tanpa harus melakukan proses perkawinan lagi.

Cara Menghilangkan Semut di Rumah

Gambar cara membasmi semut

Setelah memahami pembahasan diatas, tentunya Anda tidak asing kan bahwa semut sering dianggap hama oleh sebagian orang. Oleh karena itu banyak sekali orang yang berusaha menghilangkan semut dari rumahnya dengan berbagai cara.

Mendapati rumah Anda yang banyak semutnya pasti akan membuat tidak nyaman. Maka cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan semut dari rumah adalah dengan menggunakan obat pembasmi semut, kapur semut dan obat semprot untuk segala jenis serangga.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Obelia

Akhir Kata

Nah, mungkin hanya itu saja penjelasan yang bisa saya berikan untuk Anda tentang siklus atau tahapan dari daur hidup semut secara singkat dan jelas. Semoga dengan adanya artikel yang saya tulis dalam blog ini bisa membantu dan menambah lagi pengetahuan Anda.

Tinggalkan komentar