Daur Hidup Kumbang

Riverspace.org –  Salah satu dari sekian banyaknya hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah daur hidup kumbang. Kumbang juga sering dikatakan sebagai serangga yang mempunyai sebuah holometabolik.

Kumbang termasuk hewan jenis ordo serangga yang terbesar dan paling dominan jika dibandingkan dengan ordo lainnya. Adanya eksoskeleton dengan sangat keras dan sayap elytra keras sebagai pelindung sayapnya yang tipis.

Nah, kenapa sih kumbang kok bisa disebut mengalami metamorfosis sempurna? Alasannya mudah sekali kok, sebab pada dasarnya kumbang melewati empat fase atau siklus di dalam daur hidupnya.

Jika kalian ingin mempelajari lebih lengkap dan jelasnya, langsung aja kepoin informasi-informasi yang saya berikan dibawah ini.

Mengenal Sekilas Tentang Kumbang

Mengenal sedikit tentang hewan kumbang

Kumbang merupakan sebuah serangga yang mempunyai metamorfosis holometabola. Holometabola sendiri adalah sebuah jenis serangga yang bisa mengalami metamorfosis secara sempurna.

Berbagai tahapan di dalam sebuah siklus daur hidup serangga yakni sudah mengalami adanya metamorfosis sempurna dimulai dari tahap telur, larva, pupa dan imago. Larva sendiri adalah hewan yang usianya muda serta memiliki sebuah bentuk dan tekstur berbeda dari dewasa.

Sedangkan pupa merupakan tahap kepompong dalam serangga dan tidak bisa melakukan aktivitas apapun dalam masa ini. Terdapat peningkatan dan pembentukan terhadap organ pada waktu ini. Nah, untuk imago adalah sebuah tahap sebagai berkembangbiak dan masa dewasa.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Nyamuk

Siklus Daur Hidup Kumbang

Contoh gambar daur hidup kumbang

Seperti yang telah sedikit saya singgung diatas, bahwa tahapan daur hidup kumbang termasuk contoh dari jenis serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Sebab kumbang akan mengalami empat fase di dalam daur hidupnya.

Empat fase daur hidup kumbang terdiri dari fase telur, fase larva, fase pupa dan fase imago atau kumbang dewasa. Untuk penjelasan lebih lengkapnya tentang keempat tahap tersebut ada dibawah ini ya:

1. Fase Telur

Telur yang dihasilkan oleh kumbang betina melalui proses perkawinan sebelumnya akan di letakkan dalam jumlah besar (berkelompok) atau sendiri-sendiri. Di dalam masa beberapa hari, telur akan menetas dan kumbang muda akan lahar.

Selain itu, di dalam beberapa kasus kumbang betina juga tidak menyediakan makanan atau perawatan lain untuk kumbang muda. Mereka akan dibiarkan begitu saja atau berjuang sendiri (mencari makanan sendiri supaya bisa bertahan hidup).

Akan tetapi, sebelum menetas dan saat dalam keadaan telur, telur tersebut akan diletakkan di dekat atau di sebuah sumber makanan larva yang sesuai.

2. Fase Larva Kumbang

Setelah kumbang dewasa berhasil keluar dari masa telur, maka ia memasuki fase daur hidup kedua berupa larva dan akan mulai mencari makan. Sebagai bentuk larva yang tumbuh besar, ia akan melewati beberapa tahapan atau instar.

Setiap instar akan berakhir dengan molting larva untuk mengakomodasi pertumbuhannya. Tergantung juga dari jenis spesies, jumlah molt dapat berkisar dari sedikitnya 3 atau lebih banyak.

Untuk tubuh larva kumbang mempunyai beragam bentuk yang cukup berbeda pula. Namun yang paling umum adalah berbentuk -C, wirewormlike, caterpillarlike dan campodeiform.

3. Fase Pupa Kumbang

Daur hidup kumbang setelah fase larva apabila sudah mencapai akhir akan berlanjut ke fase pupa. Di dalam tahap ini berguna untuk tahap transisi dimana larva akan menjadi dewasa (pupa biasanya mempunyai warna pucat).

4. Fase Kumbang Dewasa

Tahap terakhir dari daur hidup kumbang ketika sudah mencapai molt pupa. Pada kumbang dewasa yang baru muncul adalah teneral, eksoskeleton lembut dengan warna pucat. Umumnya hanya memerlukan waktu beberapa jam saja sebelum tubuhnya mengeras dan warna dewasa akan terlihat.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Cacing Pita

Ciri-Ciri Kumbang

Gambar ciri ciri dari serangga kumbang

Serangga kumbang memiliki sifat yang cukup unik loh, dengan adanya eksoskeleton yang sangat keras dan sayap elytra untuk pelindung sayap tipis. Selain itu, kumbang juga memiliki sebuah kerangka luar yang sangat keras terdiri atas berbagai lapisan atau bisa disebut sebagai sklerit dan bisa dipisahkan dengan sebuah benang tipis.

Ada ciri-ciri yang paling mudah untuk diketahui dari serangga kumbang, antara lain:

1. Kepala

Pada bagian kepala kumbang memiliki sebuah bentuk dalam kepala yang sangat keras. Dimana di dalam sebuah kepala tersebut ada mulut yang berbentuk membungkuk ke depan dan beberapa memutar ke bawah.

Kumbang juga memiliki sebuah mata majemuk di mana kedua mata mereka berbeda jika dilihat dari atas dan bawah.

2. Kaki

Tidak jauh dari jenis serangga lainnya,  kumbang juga memiliki sebuah kaki miring dengan bagian ujung dalam dua atau lima segmen kecil, taris. Kumbang juga memiliki sebuah cakar, sehingga bisa merangkak di kayu, dinding, dan bidang miring lainnya.

3. Dada

Pada dada kumbang terdapat dua bagi yakni, dalam bagian depan atau disebut dengan Protorax dan dalam bagian belakang yang disebut Pteratorax. Dada belakang ini merupakan kombinasi dari dada tengah dan dada belakang secara fleksibel terhubung ke dada depan.

Selama di dalam bagian bawah tau anterior ada dua pasang sayap dan tiga pasang sayap kaku. Mungkin masih banyak yang salah menganggap kumbang memiliki tiga bagian di dalam tubuhnya.

Meskipun pada dasarnya kumbang hanya memiliki dua bagian saja yakni bagian depan dan bagian belakang.

Siklus Hidup Kumbang

Ilustrasi siklus hidup kumbang

Di dalam pengelompokkan semua jenis kumbang ke dalam bangsa Coleoptera. Coleoptera sendiri merupakan golongan yang paling banyak diantara bangsa serangga lainnya.

Di dalam dunia ini, kurang lebih ada 300.000 jenis kumbang yang selama masa hidupnya mengalami empat fase daur hidup. Empat tahap tersebut sudah saya jelaskan sebelumnya ya, yakni dari telur hingga menjadi imago atau kumbang dewasa.

Larva kumbang biasa disebut dengan tempayak yang sangat rakus, hal ini menjadi satu-satunya tahap kehidupan kumbang itu saat dia menambah besar badannya.

Apabila termpayak sudah terlalu besar untuk kulitnya, ia akan mengggelongsong atau bergant kulit. Tempayak akan bisa berganti kulit 5 hingga 6 kali sebelum menjadi dewasa.

Ketika ia sudah mendapat tempat yang dirasa cukup aman untuk berlindung, maka tempayak akan menjadi seekor kempompong yang tidak akan makan lagi dan bergerak. Akhirnya kumbang dewasa kan muncul dari selubung kepompong tersebut.

Serangga kumbang ini biasanya hanya akan mampu bertahan hidup selama 2 minggu hingga 6 bulan. Akan tetapi ada juga yang bisa hidup selama beberapa tahun seperti kumbang pengebor kayu.

Sebagian besar bahkan ribuan jenis kumbang adalah menjadi hama yang merugikan dan merusak pohon, tanaman, makanan yang diproses dan pakaian.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Semut

Akhir Kata

Nah, mungkin hanya itu saja penjelasan yang bisa saya berikan untuk Anda tentang siklus daur hidup hewan kumbang ini. Semoga dengan adanya penjelasan ini bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda.

Tinggalkan komentar