Daur Hidup Fasciola Hepatica

Daur Hidup Fasciola Hepatica (Cacing Hati) – Secara klasifikasinya termasuk ke dalam golongan animalia dengan filum Platyhelminthes, kelas Trematoda, subkelas Digenea, Ordo Echinostomida dan termasuk famili Fasciolidae.

Pada artikel ini saya akan memberikan penjelasan tentang siklus daur hidup faciola hepaticia secara lengkap dan tentunya sangat mudah dipahami. Sebab pada dasarnya semua makhluk hidup di dunia ini akan mengalami proses daur hidup.

Faciola hepaticia sendiri termasuk hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, sebab melalui empat tahapan atau fase.

Nah, disini apakah kalian sudah tau siklus hidup dari cacing hati ini? Jika belum, langsung aja kepoin penjelasan dibawah ini.

Pengertian Daur Hidup Fasciola Hepatica (Cacing Hati)

Ilustrasi fase daur hidup cacing hati

Proses daur hidup faciola hepaticia atau cacing hati adalah salah satu faktor penyebab menurunnya produktivitas peternakan sapi dan kambing di seluruh dunia. Bukan hanya itu saja, cacing hati juga bisa mengakibatkan beberapa masalah kesehatan dan pencernaan pada manusia.

Cacing hati sendiri bisa menginfeksi hati seluruh mamalia, khususnya hewan memamah biak “ruminansia”. Cacing hati ini memiliki posisi sebagai parasit dengan menghisap nutrisi dari hati hewan untuk bisa hidup dan meneruskan daur hidupnya.

Karakteristik Fasciola Hepatica

Gambar karakteristik fasciola hepatica

Perlu diketahui juga bahwa faciola hepaticia atau cacing hati memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Termasuk hewan hermafrodit.
  • Sistem kelamin jantan terdiri dari sepasang testis dan penis.
  • Testis tersebut bercabang-cabang yang berada di bagian tengah tubuhnya.
  • Sistem reproduksi betina terdirid ari ovarium yang bercabang dilengkapi kelenjar kuning telur.
  • Setiap telur yang sudah mengalami fertilasi bercampur dengan kuning telurdan diberi perlindungan tanpa cangkang.
  • Telur yang sudah keluar dari tubuh cacing hati akan melewati saluran empedu hewan inang, lalu sampai di usus halus (intestin).
  • Telur yang ada di lingkungan ideal akan menetas sesudah 9 hari (apabila suhu tidak sesuai dengan masa inkubasi, telur bisa bertahan untuk beberapa tahun).

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Katak

Siklus Daur Hidup Fasciola Hepatica (Cacing Hati)

Gambar siklus daru hidup fasciola hepatica

Sebelum membahas tentang tahapan dari daur hidup faciola hepaticia, mari pahami terlebih dulu bagaimana bentuk dan ukuran dari organisme ini. Faciola hepaticia atau cacing hati mempunyai ukuran tubuh yang cukup besar, yakni panjang antara 2,5 hingga 3 cm, serta lebar antara 1 hingga 1,5 cm.

Cacing pita menjadi parasit pada hati hewan, khususnya hewan memamah biak, misalnya dalam satu hati sapi yang terinveksi biasanya terdapat cacing hati dalam jumlah lebih dari 200 ekor.

Bentuk fisik dari cacing hati akan dilapisi oleh lapisan kutikula yang berguna untuk menjaganya agar tidak rusak ketika masuk ke pencernaan inangnya. Selain itu, faciola hepaticia juga mempunyai mulut yang berguna sebagai alat hisap nutrisi pada hati inangnya, nutrisi inilah yang digunakan untuk bertahan hidup.

Untuk bisa bertahan hidup, maka cacing hati juga melakukan perkembangbiakan melalui siklus yang cukup rumit. Tidak jauh berbeda dengan jenis serangga, siklus daur hidup faciola hepaticia akan dimulai dari fase telur.

Berikut ini penjelasan lebih lengkap tentang daur hidup cacing hati, antara lain:

1. Telur Cacing Hati

Sama seperti cacing lainnya, cacing hati juga memiliki sifat hermaprodit serta menjadi karakteristiknya. Ia dapat membuahi dirinya sendiri untuk berkembang biak tanpa memerlukan apsangan.

Di dalam satu kali pembuahan, cacing hati bisa menghasilkan telur dalam jumlah yang sangat fantastis, yakni kurang lebih 100.000 butir telur.

Telur-telur yang diperoleh dari proses pembuahan cacing hati akan disalurkan ke empedu untuk bisa melewati usus dan anus. Sehingga akan bercampur dengan fases atau kotoran hewan sapi atau lainnya.

Ketika pada tahap selanjutnya ketika sudah keluar dari pencernaan sapi (kondisi masih basah), telur tersebut sudah siap menetas dan menjadi larva. Masa yang dibutuhkan cacing hati mulai tahap inveksi hingga menetasnya telur kurang lebih 8 hingga 12 minggu.

2. Larva Cacing Hati

Larva faciola hepaticia biasanya disebut dengan istilah merasidium, mirasidium atau bayi cacing hati yang bergumul bersama kotoran sapi akan terbawa hujan melalui siklus air hingga sampai ke sungai.

Setelah mencapai sungai, mirasidium akan mencari inang baru sebagai tempat keberlangsungan hidupnya.

Biasanya target utamanya adalah para moluska, khususnya siput air dan keong-keongan. Mereka akan memasuki tubuh siput dan mengalami perkembangan serta bertransformasi menjadi 3 bentuk, yakni:

  1. Sporocysts.
  2. Rediae.
  3. Serkaria.

Kurun waktu yang diperlukan pada tahap atau fase larva mirasidium adalah sekitar 10 hingga 12 hari.

3. Serkaria

Dari tiga bentuk transformasi mirasidium, maka serkarialah yang bertugas untuk meneruskan siklus daur hidup faciola hepaticia. Ia kemudian akan bergerak layaknya kecebong menuju rerumputan atau dedaunan di pinggiran sungai.

Ketika di sekitar rerumputan yang lembab dan basah, itulah cercaria tinggal dan bertransformasi membentuk kista atau yang dikenal dengan metaserkaria. Untuk lama waktu yang diperlukan pada fase serkaria menjadi metaserkaria kurang lebih 5 hingga 7 minggu.

4. Metaserkaria

Metaserkaria yang ada di rerumputan adalah bentuk infeksi dari cacing hati (faciola hepaticia). Semua hewan mamalia yang memakan rerumputan tersebut akan terinfeksi cacing ini, termasuk sapi, kambing, bahkan manusia.

Infeksi dari faciola hepaticia bisa terjadi apabila rerumputan tersebut tidak diolah dengan dan dibersihkan terlebih dulu sebelum dimakan.

5. Cacing Hati Dewasa

Apabila sudah masuk ke dalam sistem pencernaan melalui konsumsi rerumputan. Metaserkaria akan keluar dari kista dan berubah menjadi cacing hati dewasa.

Faciola hepaticia dewasa ini kemudian akan menembus dinding usus, menuju rongga perut dan mengincar hari sebagai inang barunya.

Cacing hati dewasa akan bereproduksi menghasikan telur-telur baru yang akan menjadi generasi selanjutnya dalam melanjutkan siklus daur hidup faciola hepaticia.

Jika dilihat dari penjelasan yang saya berikan diatas, maka bisa disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

  • Siklus daru hidup faciola hepaticia akan dimulai dari fase Telur > Larva > Serkaria > Metaserkaria > Cacing hati dewasa.
  • Infeksi dari cacing hari bisa terjadi pada 2 fase perkembangan, yakni ketika fase serkaria dan metaserkaria. Kedua fase tersebut hanya memungkinkan terjadi apabila organisme seperti hewan memamah biak dan manusia memakan rerumputan tanpa membersihkan terlebih dulu.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Kucing

Cara Berkembang Biak Fasciola Hepatica

Ilustrasi cara berkembang biak

Setelah mempelajari semua keterangan yang saya berikan diatas tentang proses daur hidup cacing hati, maka kita masuk ke pembahasan terakhir. Sudah ada yang tau belum tentang bagaimana cara berkembang biak cacing hati ini?

Cacing hati akan berkembang biak secara seksual dengan pembuahan silang atau pembuahan sendiri. Faciola hepatician mempunyai siklus hidup mulai dari di dalam tubuh inangnya, ketika keluar dari tubuh inangnya, akan masuk kembali sebagai parasit di tubuh inang baru.

Pada saat di dalam tubuh baru inangnya, cacing hati dewasa akan memproduksi sperma dan ovum, kemudian akan melakukan pembuahan. Telur yang sudah dibuahi lalu akan keluar dari tubuh inang bersama fases (kotoran).

Ketika jatuh di tempat yang sesuai, telur tersebut akan menetas dan menjadi merasidium. Mirasidium lalu akan berenang di perairan sekitar 8 hingga 20 jam.

Apabila menemukan siput air, maka mirasidium akan masuk ke tubuhnya, namun jika tidak bertemu siput kemungkinan ia akan mati. Di dalam tubuh siput, cacing hati akan tmbuh menjadi sporoskista dan berpartenogenesis menjadi redia dan kemudian menjadi sekaria.

Faciola hepaticia akan berenang beberapa lama sehingga melepaskan ekornya di rumput dan tumbuh di air untuk selanjutnya menjadi metaserkaria. Metaserkaria ini akan membungkus diri dengan kista (cyste0 sehingga bisa bertahan pada rumput atau tumbuhan lain.

Jika kista ikut termakan bersama tumbuhan, maka ia akan menembus dinding usus lalu masuk ke hati. Kemudian berkembang hingga menjadi dewasa dan bertelur kembali serta mengulang siklus hidupnya.

Pelajari Juga Yuk! Daur Hidup Lebah

Akhir Kata

Nah, mungkin hanya itu saja penjelasan yang bisa saya berikan untuk Anda tentang siklus daur hidup faciola hepaticia atau cacing hati secara lengkap dan mudah dipahami. Semoga dengan adanya artikel di dalam blog saya ini bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda.

Tinggalkan komentar