Ringkasan Cerita Wayang Ramayana Jawa & Sunda Lengkap

Riverspace.org – Cerita wayang Ramayana menjadi salah satu kisah populer tokoh pewayangan yang hingga kini masih banyak diminati, bahkan kisah ini juga sering dijadikan pertunjukan drama. Di dalam kitab Ramayana, terdapat kisah asmara dari Rama dan juga Sinta yang sangat populer.

Menurut pandangan Hindu, Rama merupakan awatara dari Dewa Wisnu yang kemudian turun ke bumi, sedangkan Sinta merupakan inkarnasi dari Laksmi yakni istri Dewa Wisnu. Tak hanya kisah asmara, cerita Ramayana juga menceritakan perjalanan Rama mengalahkan Rahwana.

Ringkasan Cerita Wayang Ramayana Lengkap

Cerita wayang Ramayana Bahasa Jawa dan Sunda
Cerita wayang Ramayana Bahasa Jawa dan Sunda

Di dalam kitab Ramayana, kisah Rama dan Sinta dibagi menjadi tujuh Saptakanda yang terdiri dari kurang lebih 14.000 sloka alias ayat. Penasaran dengan bagaimana alur cerita menurut tujuh Saptakanda ini? Silahkan simak informasi berikut ini:

1.      Balakanda

Saptakanda yang pertama bertajuk Balakanda dan di dalamnya menceritakan tentang kisah Prabu Dasarata. Sang prabu memiliki tiga orang permaisuri yang berparas rupawan bernama Kausalya, kemudian Keikayi, dan yang terakhir permaisuri Sumitra.

Dari ketiga permaisuri tersebut, Prabu Dasarata memiliki empat keturunan yang semuanya putra, yakni Rama, Bharata, Lakshmana, dan yang terakhir Satrughna. Tak hanya mengisahkan perjalanan Prabu Dasarata, di dalam kita Balakanda juga terdapat cerita sang putra, yakni Rama.

Dalam kitab tersebut dikisahkan bahwa Rama telah berhasil memenangkan sayembara, sehingga dapat memperistri Sita alias Sinta yang merupakan putri dari Prabu Janaka.

2.      Ayodhyakanda

Cerita wayang Ramayana juga ada di Saptakanda yang kedua, yakni Ayodhyakanda. Di dalam kitab kedua ini, dikisahkan bahwa Rama merupakan putra tertua dari Prabu Dasarata hasil dari pernikahannya dengan permaisuri Kausalya.

Sedangkan putra lainnya, yakni Lakshmana dan Satrughna adalah anak dari Prabu Dasarata dengan Permaisuri Sumitra. Sementara pernikahan Prabu Dasarata dengan permaisuri Keikayi yang merupakan istri kesayangan menghasilkan putra, yakni Bharata.

Dalam kitab Ayodhyakanda, sang prabu sudah berusia tua dan beliau bermaksud mewariskan tahtanya kepada sang putra pertama, yakni Rama. Sebelumnya Rama merupakan putra mahkota yang telah digadang-gadang akan meneruskan tahta dari sang ayah.

Akan tetapi, niatan Prabu Dasarata terhenti dikarenakan sang istri kesayangannya yakni Keikayi meminta agar Rama diusir dari istana ke hutan rimba selama kurang lebih 14 tahun lamanya. Sebagai gantinya, putra dari Keikayilah yang dinobatkan menjadi penerus tahta Prabu Dasarata, yakni Bharata.

Sita sang istri Rama dan juga Lakshmana meminta izin untuk mengiringi Rama untuk diasingkan di hutan rimba dan pihak istana pun mengizinkannya. Ketika Prabu Dasarata wafat, Bharata yang diberikan tahta menolak dinobatkan sebagai raja dan menyusul Rama agar kembali ke istana.

3.      Aranyakanda

Aranyakanda merupakan Saptakanda ketiga yang mengisahkan tentang perjalanan Rama, Sita, dan juga Laksmana di tengah hutan rimba selama masa pengasingan, yakni 14 tahun lamanya. Ketika diasingkan, adik dari Rahwana sang raksasa jahat muncul dan kemudian hidungnya dipotong oleh Lakshmana.

Adik Rahwana tersebut bernama Sarpanaka dan ia melaporkan kejadian tersebut kepada sang kakak, sehingga menganjurkannya untuk menculik istri Rama, yakni Sita. Rencana penculikan tersebut berhasil, sehingga Sita dipisahkan dengan sang suami dan ditempatkan di Taman Asoka yang merupakan Taman Sari di Negara Alengka.

 

4.      Kiskindhakanda

Kisah Ramayana pun berlanjut di Saptakanda keempat, yakni Kiskindhakanda. Di dalam kitab keempat ini dikisahkan tentang pertemuan Rama dengan raja kera, yakni Sugriwa yang dikenal juga dengan sebutan Hanoman si kera putih.

Pada pertemuan tersebut Rama sepakat untuk membantu Sugriwa dalam merebut kerajaannya dari Subali, sang kakak. Dalam peperangan untuk memperebutkan kerajaan tersebut, akhirnya Subali terbunuh, sehingga Sugriwa berhasil merebut tahta dan menjadi raja di Kiskindha.

Setelah pertempuran tersebut selesai, akhirnya Sugriwa membalas budi kepada Rama dan membantunya untuk menggempur Kerajaan Alengka dengan tujuan mengalahkan Rahwana serta membawa kembali Sita sang istri.

 

5.      Sundarakanda

Sundarakanda merupakan kitab kelima yang menceritakan tentang kisah Rama menyelamatkan Sita dan dibantu oleh Hanoman di kera putih. Ketika hendak menggempur Kerajaan Alengka, tentara Kiskindha yang merupakan anak buah Hanoman membangun jembatan Situbanda.

Jembatan tersebutlah yang menghubungkan India dengan Alengka untuk memudahkan Rama beserta pengikutnya menyerang Alengka. Awalnya, Hanoman yang menjadi suta Sang Rama pergi ke Alengka untuk menghadap Dewi Sita, namun sayangnya ia ditangkap.

Tertangkapnya Hanoman bukanlah menjadi sebuah halangan besar, karena ia berhasil meloloskan diri dan berhasil pula membakar Ibu Kota Alengka.

6.      Yuddhakanda

Kisah Ramayana pun berlanjut pada Saptakanda keenam, yakni Yuddhakanda yang mana di sini dikisahkan tentang pertempuran panjang antara pasukan Rama dan pasukan Rahwana untuk memperebutkan Dewi Sita.

Pertempuran ini dapat dikatakan sebagai pertempuran besar di sepanjang sejarah pewayangan, karena selain waktunya yang panjang juga mengorbankan banyak pasukan. Rama dan Lakshmana pun tidak luput dari serangan dan berhasil dilukai oleh Indrajit dengan panah ularnya.

Selain itu, adik Rahwana yakni Kumbakarna yang hibernasi selama enam bulan pun dibangunkan untuk maju di medan perang. Akan tetapi, nyawanya tak tertolong karena berhasil dilumpuhkan oleh Rama dalam pertempuran.

Akhir dari pertempuran besar tersebut adalah Rahwana berhasil dilumpuhkan oleh Rama dan tewas saat itu juga, kemudian Wibisana dinobatkan menjadi raja Alengka yang baru. Kendati demikian, Rama yang bertujuan merebut Sita justru hendak meninggalkannya karena meragukan kecusian Sita.

Namun, setelah Sita berhasil membuktikan kesuciannya, akhirnya Rama membawa ia kembali pulang ke Ayodhya. Setelah sampai di tanah kelahiran Rama, ia pun dinobatkan sebagai Raja Ayodhya dan memerintah selama kurang lebih 10.000 tahun lamanya.

7.      Uttarakanda

Saptakanda yang terakhir yakni Uttarakanda merupakan kitab yang berkisah tentang pembuangan Dewi Sita, karena Rama mendengar desas-desus dari rakyatnya tentang kesucian Dewi Sita. Seluruh rakyat Ayodhya meragukan kesucian Dewi Sita karena penculikan yang dilakukan oleh Rahwana.

Akhirnya, Dewi Sita pun diasingkan dan tinggal di pertapaan Rsi Walmiki, kemudian melahirkan dua putra yakni Kusa dan Lawa. Kedua putra Dewi Sita pun datang ke Kerajaan Ayodhya ketika di sana diselenggarakan upacara Aswamedha.

Cerita wayang Ramayana terdiri dari banyak versi karena banyaknya sumber cerita. Namun, kurang lebihnya kisah asmara Sri Rama dan Dewi Sita adalah yang sudah dijabarkan di atas. Kisah Ramayana hingga kini masih menjadi favorit, sehingga tidak heran jika banyak yang membuatnya sebagai pertunjukan.

Bagi anda yang ingin mencari tugas cerita wayang ramayan dalam bahasa daerah kalian,  kalian bisa copast artikel ini dan pakai google translate lalu rubah ke dalam bahasa jawa ataupun sunda.

 

Tinggalkan komentar