Contoh Cerita Rakyat Roro Jonggrang

Cerita Roro Jonggrang adalah sebuah legenda atau cerita rakyat yang berasal dari Yogyakarta, Jawa Tengah Indonesia. Pasti ketika Anda masih kecil pasti sering atau bahkan di buat dongeng pengantar tidur oleh orang tua Anda.

Pada dasarnya, cerita ini mengkisahkan percintaan seorang pangeran kepada seorang putri. Kisah ini berakhir dengan dikutuknya sang putri akibat tipu muslihat yang sudah dilakukannya.

Selain itu, dongeng ini menceritakan asal mula terciptanya Candi Sewu, Candi Prambanan, Keraton Ratu Baka dan Arca Dewi Durga yang ditemukan di lingkungan Candi Prambanan.

Biar tidak semakin penasaran serta sembari mengingat-ingat masa lalu ketika mendengar cerita ini, langsung saja kepoin penjelasan dibawah ini.

Cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso

Gambar dongeng Roro Jonggrang

Cerita rakyat ini berasal dari masa lalu yang tergolong cukup lama serta sudah terdengar dan diceritakan dari mulut ke mulut oleh masyarakat. Hampir semua daerah di Indonesia mempunyai cerita rakyatnya masing-masing.

Dibawah ini sudah saya berikan cerita Roro Jonggrang singkat supaya mudah dipahami.

1. Penaklukan Kerajaan Prambanan

Ilustrasi penaklukan Kerajaan Prambanan oleh Bandung Bondowoso

Pada zaman dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan yang bernama Prambanan. Kerajaan tersebut dipimpin oleh raja yang bernama Prabu Baka dan dikenal sebagai raja yang baik oleh masyarakatnya.

Rakyat yang berada di wilayah kekuasaan Kerajaan Prambanan sangat hidup damai dan makmur di pimpin oleh raja tersebut. Sedangkan di tempat lain, terdapat sebuah kerajaan bernama Kerajaan Pengging.

Bertolak belakang dengan Prabu Baka. Raja Pengging tersebut mempunyai sifat yang sangat buruk. Dia sangat suka sekali melakukan peperangan untuk memperluas daerah kekuasaannya dengan memiliki kesatria sakti bernama Bondowoso.

Bondowoso terkenal mempunyai senjata yang sangat kuat dan pasukan gaib dari bangsa jin. Kesatria ini oleh masyarakat lebih banyak dikenal dengan sebutan Bandung Bondowoso.

Pada suatu hari, Raja Pengging ingin sekali menaklukkan Kerajaan Prambanan dengan cara memanggil Bondowoso untuk merebutnya.

“Aku perintahkan engkau dan pasukanmu untuk menyerang dan merebut Kerajaan Prambanan!”. Perintah dari sang raja.

Tidak berpikir panjang, Bandung Bondowoso langsung menjalankan tugasnya. Maka ia dan pasukannya menyerang Kerajaan Prambanan dan sangat mudah sekali Bandung Bondowoso berhasil menaklukkan Kerajaan Prambanan.

Prabu Baka pun tewas di dalam pertempuran melawan Bandung Bondowoso. Sebagai bentuk hadiahnya, Raja Pengging akhirnya mengizinkan Bandung Bondowoso untuk mengurus Kerajaan Prambanan.

Ternyata Kerajaan Prambanan mempunyai seorang putri yang sangat cantik jelita bernama Roro Jonggrang. Akhirnya Bandung Bondowoso memanggil Roro Jonggrang untuk menghadapnya.

“Apa yang kamu inginkan Bandung Bondowoso?. Tanya dari Roro Jonggrang dengan ketus.

“Aku ingin menikahimu. Maka menikahlah denganku, pasti kehidupanmu akan tentram dan damai”. Ungkap Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang.

Tentu saja permintaan ini sontak membuat Roro Jongrang kaget sekali. Ia tidak menyangka bahwa Bandung Bondowoso akan melamarnya, padahal Roro Jonggrang sama sekali tidak menyukai Bandung Bondowoso.

Hal ini disebabkan oleh Bandung Bondowoso adalah orang yang sangat kejam sekali. Ia sudah membunuh ayah dari Roro Jonggrang dan membuat Kerajaan Prambanan sengsara.

Maka dengan tegas Roro Jonggrang menolak lamaran dari Bandung Bondowoso secara lantang.

Bondowoso yang mendengar penolakan itu tidak terima, ia kemudian mengancam Roro Jonggrang.

“Apabila engkau tidak mau menikah denganku, maka hidupmu akan aku buat sengsara. Semua penduduk kerajaan ini pun akan aku buat menderita”. Ancaman dari Bondowoso kepada Roro Jonggrang.

Seketika itu muncul keraguan dari diri Roro Jonggrang.

“Aku izinkan engkau berpikir dengan tenang terlebih dulu”. Ucap Bandung Bondowoso.

Baca Juga Yuk! Cerita Sangkuriang

2. Syarat dari Roro Jonggrang

Ilustrasi dayang istana menabuh lesung dalam cerita Roro Jonggrang

Dalam hal ini Roro Jonggrang merasa sangat kebingungan dengan lamaran dari Bandung Bondowoso.

Apabila dia tidak menerima lamaran tersebut, maka rakyat kerajaan akan dibuat sengsara oleh Bandung Bondowoso. Namun disisi lain, ia tidak menyukainya yang telah membunuh ayah Roro Jonggrang.

Semalam suntuk Roro Jonggrang memikirkan bagaimana menolak lamaran dari Bandung Bondowoso, namun rakyatknya harus tetap aman. Akhirnya suatu ketika Roro Jonggrang menemukan sebuah ide yang cukup cemerlang untuk Bandung Bondowoso.

Keesokan harinya, Bandung Bondowos menemui Roro Jonggrang.

“Bagaimana, apakah engkau sudah memutuskan pilihanmu wahai Roro Jonggrang?”. Tanya dari Bandung Bondowoso.

“Baiklah Bandung Bondowoso, aku mau menikah denganmu, asalkan kamu bisa memenuhi syarat dariku”. Jawab dari Roro Jonggrang.

“Apa syarat yang kamu berikan itu?”. Tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jongrang.

“Buatkan aku 1000 candi dan 2 buah sumur dalam waktu satu malam saja”. Ujar Roro Jonggrang.

Roro Jonggrang disini sangat yakin bahwa Bandung Bondowoso tidak akan sanggup memenuhi syarat yang ia berikan.

Tanpa pikir panjang, Bandung Bondowoso kemudian menyetujui syarat yang diberikan oleh Roro Jonggrang.

Pada malam harinya, Bandung Bondowo dibantu oleh pasukan gaib (jinnya), membangun 1000 candi dan 2 sumur. Roro Jonggrang yang secara diam-diam menyaksikan hal itu menjadi semakin gelilah.

Sebab pasukan Bandung Bondowoso sangat cepat sekali menyelesaikan tahap demi tahap dari pembangunan syarat yang diberikan Roro Jongrang.

Waktu berlajan sudah menginjak tiga perempat malam, disisi lain hanya tinggal 2 candi saja yang belum selesai dibangun oleh Bandung Bondowoso dan pasukan jinnya.

“Bagaimana cara yang harus aku lakukan untuk menggagalkan usaha mereka?”. Pikir Roro Jonggrang dalam hati.

Aha…! Ternyata Roro Jonggrang menemukan sebuah ide untuk menggagalkan usaha mereka. Ia kemudian memanggil daya di istana dan menyuruh mereka supaya membakar jerami disebelah timur.

Sebagian lain dayang istana membunyikan lesung dan menebarkan bunga yang harum wangi. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya ayam-ayam tersebut lekas bangun dan berkokok.

Tanpa membuang waktu yang banyak, para dayang istana segera melakukan perintah yang diberikan oleh Roro Jonggrang. Benar saja, semua ayam jantan kemudian terbangun dan mulai berkokok bersaut-sautan satu sama lain.

Mendapati langit yang terlihat berwarna merah, bunyi lesung, aroma wangi bunga dan kokokan ayam, maka bala tentara Bandung Bondowoso bergegas pergi dari tempat tersebut.

Ya! Mereka semua mengira waktu sudah pagi.

Melihat bala tentaranya pergi membuat Bandung Bondowoso menghentikan mereka.

“Kembalilah pasukanku, hari masih belum pagi! Masih ada satu candi lagi yang harus kalian bangun!”. Teriak Bandung Bondowoso kepada bala tentara jinnya.

Namun sayang sekali, bala tentara bantuannya sudah pergi meninggalkan tugas dari Bandung Bondowoso.

Akhirnya Bandung Bondowoso semakin marah ketika mengetahui itu semua ulah dari Roro Jonggrang. Ia kemudian menemui Roro Jonggrang dan mengubahnya menjadi candi.

Sekarang ini, candi itu bernama Candi Roro Jonggrang dan bisa ditemui di lingkungan Candi Prambanan.

Baca Juga Yuk! Cerita Wayang Bahasa Jawa

Cerita Singkat Roro Jonggrang (Candi Prambanan)

Gambar ringkasan cerita Roro Jonggrang dalam candi sewu

Sebagai tambahan, saya berikan juga ringkasan cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso untuk kalian dibawah ini.

Pada zaman dahulu di Desa bernama Prambanan, terdapat sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Baka. Raja tersebut memiliki seorang putri yang sangat cantik sekali bernama Roro Jonggrang.

Di suatu ketika, kerajaan tersebut dikalahkan oleh Kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Bandung Bondowoso. Prabu Baka pun tewas di dalam medan perang yang dibunuh oleh Bandung Bodowoso.

Bandung Bondowoso kemudian menempati Kerajaan Prambanan. Ia kemudian melihat putri dari Prabu Baka yang cantik jelita itu membuat ada keinginan untuk memperistri Roro Jonggrang.

Namun Roro Jonggrang tau bahwa yang membunuh ayahnya adalah Bandung Bondowoso. Oleh sebab itu, ia kemudian mencari akal untuk menolak permintaan dari Bandung Bondowoso dengan mengajukan sebuah syarat.

Roro Jonggrang kemudian mengajukan syarat untuk dibuatkan 1.000 candi dan dua sumur yang dalam, serta selesai dalam waktu semalam.

Bandung Bondowoso kemudian menyetujui persyaratan dari Roro Jonggarang. Kemudian ia meminta bantuan kepada ayahnya dan mengerahkan balatentara makhluk gaib dari jenis jin untuk membantunya.

Ketika semua sudah mulai dikerjakan dan waktu menunjukan pukul 4 pagi, ternyata masih ada lima buah candi yang belum selesai dan kedua sumur pun hampir selesai.

Roro Jonggrang yang mengetahui 1.000 candi syarat yang diberikan hampir selesai, maka membuatnya semakin gelisah.

“Apa yang harus aku lakukan untuk menghentikan usaha dari Bandung Bondowoso?. Pikiranya cemas membayangkan harus menerima lamaran dari Bandung Bondowoso yang sudah membunuh orangtuanya.

Akhirnya pun pergi membangunkan gadis-gadis di desa Prambanan dan memerintahkannya untuk menghidupkan obor dan membakar jerami, memukul alu pada lesung serta menaburkan bunga yang harum.

Suasana saat itu menjadi sangat terang dan riuh semburat merah memancar di langit seketika itu.

Ayam jantan pun berkokok secara sahut-sahutan. Mendengar suara tersebut, bala tentara bantuan dari Bandung Bondowoso segera pergi meninggalkan pekerjaannya.

Mereka semua menyangka hari itu sudah pagi dan matahari akan segera terbit. Ketika itu hanya tinggal kurang satu candi yang belum selesai dibuat.

Bandung Bondowoso sangat terkejut dan marah sekali menyadari usahanya telah gagal. Di dalam amarahnya tersebut Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah arca untuk melengkapi satu candi yang belum selesai dibuat.

Kemudian batu arca Roro Jonggrang diletakkan di dalam ruang candi yang besar. Hingga sekarang ini, candi itu disebut dengan Candi Roro Jonggrang, sedangkan candi-candi di sekitarnya disebut dengan Candi Sewu (Candi Seribu), walaupun jumlahnya belum mencapai 1.000.

Baca Juga Yuk! Cerita Danau Toba

Akhir Kata

Bagaimana, menarik bukan ceritanya? Dari cerita yang saya berikan diatas, maka bisa kita ambil pesan moral di dalamnya, antara lain:

  • Jangan suka bersikap buruk, sebab pada dasarnya orang-orang tidak suka dengan orang yang bersifat butuk.
  • Jangan suka melakukan perbuatan curang, sebab perbuatan ini tidak baik dan membuat rugi diri sendiri.

Nah, mungkin hanya itu saja penjelasan yang dapat saya berikan tentang cerita Roro Jonggrang yang berasal dari Jawa Tengah. Semoga dengan adanya contoh cerita rakyat yang saya berikan ini bisa membantu dan dijadikan sebagai referensi.

Tinggalkan komentar