Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara

Cerita Rakyat Nusantara – Memang sudah tidak heran lagi bahwa Indonesia memiliki banyak sekali cerita atau legenda yang terkenal di berbagai daerah. Semua cerita dari Nusantara rasanya tidak ada bosannya untuk membaca atau mendengarkannya.

Mungkin dikarenakan dari alur cerita dan kisah-kisahnya yang unik dan sangat menarik di dalam pikiran kita. Jika di total secara keseluruhan, tidak bisa dihitung secara pasti banyaknya.

Namun pada artikel kali ini saya akan memberikan kumpulan cerita rakyat dari berbagai penjuru Nusantara secara singkat untuk Anda.

Biar tidak semakin membuat Anda penasaran, yuk kepoin aja penjelasan dibawah ini!.

Cerita Rakyat Malin Kundang

Ilustrasi cerita rakyat singkat Malin Kundang

Dikisahkan pada zaman dahulu, terdapat keluarga miskin yang hidup di daerah pesisir pantai. Ayahnya pergi untuk mencari nafkah mengikuti kapal-kapal para pedagang.

Keluarga ini diberikan satu anak laki-laki yang bernama Malin Kundang. Malin Kundang merupakan anak yang sangat rajin dan gemar membantu ibunya, oleh karena itu ibunya sangat menyayanginya.

Pada suatu hari, ayahnya pergi berlayar ke lautan, namun hingga bertahun-tahun tak kunjung kembali pulang. Ibunya kemudian harus bekerja sangat keras untuk bisa bertahan hidup dan membesarkan Malin Kundang.

Malin Kundang yang melihat ibunya bekerja keras akhirnya merasa iba dan sangat kasihan. Ia kemudian meminta izin kepada ibunya untuk merantau bekerja menjadi kuli panggul supaya meringankan beban ibunya.

Malin Kundang sangat rajin sekali, sehingga membuat nahkoda kapal tertarik mengajaknya berlayar dan bekerja. Ibunya pun tak kuasa menahan kesedihan sebab ditinggalkan pergi sendiri oleh Malin.

Ibunya setiap hari menantikan kedatangan anaknya tersebut, setiap kapal yang berlabuh dihampirinya dan berharap ada anaknya.

Sudah sekian tahun Malin tidak pulang, namun pada suatu hari di pelabuhan ada kapal mewah dan besar singgah. Pemilik kapal tersebut adalah pemuda kaya raya, akhirnya ibunya ikut pergi ke pelabuhan.

Ibunya langsung mengenali pemuda itu adalah Malin Kundang yang tak lain anaknya sendiri. Ia mengenali Malin lewat tanda lahirnya, seketika itu ibunya langsung memeluk erat Malin Kundang.

Namun apalah yang terjadi, Malin Kundang malah mengusir ibunya dan tidak mengakui sebagai ibu sebab malu dengan istrinya. Ibu Malin akhirnya sangat kecewa dan sakit hari atas perlakuan Malin kepadanya.

Akhirnya Ibu Malin mengutuk anaknya sendiri menjadi batu jika memang benar pemuda itu adalah Malin Kundang. Seketika itu juga hujan turun bercampur badai, Malin sangat menyesali perbuatannya, kapal yang ditumpanginya pecah dan Malin pun berubah menjadi batu serta menjadi akhir cerita rakyat Nusantara Malin Kundang.

Cerita Rakyat Keong Mas

Ilustrasi cerita Keong Mas

Dikisahkan pada zaman dahulu terdapat sebuah kerajaan yang rajanya bernama Kertamarta. Raja tersebut memiliki dua putri yang bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh.

Pada suatu hari, mereka kedatangan tamu bernama Raden Inu Kertapati dari Kerajaan Kahuripan. Maksud kedatangan dari Raden Inu Kertapati adalah untuk melamar anaknya yang bernama Candra Kirana,.

Candra Kirana pun menerima lamaran tersebut.

Keadaan inilah yang akhirnya membuat Dewi Galuh iri dan memiliki niat jahat untuk menyingkirkan Candra Kirana. Dewi Galuh akhirnya meminta penyihir untuk mengubah Candra Kirana menjadi keong emas.

Namun penyihir tersebut berkata bahwa sihirnya akan hilang ketika Candra Kirana menemukan cinta sejatinya.

Candra Kirana yang sudah berubah menjadi keong emas tersebut ditemukan oleh seorang nenek dan dibawa pulang. Nenek tersebut sangat terkejut sekali setiap pulang ke rumah sudah bersih dan banyak makanan.

Pada suatu hari, nenek tersebut pura-pura pergi dan mengintip dari belakang rumahnya. Ia kemudian melihat keong emas berubah menjadi seorang gadis, akhirnya Candra Kirana menceritakan semuanya kepada nenek tersebut.

Raden Inu Kertapati terus menerus mencari Candra Kirana hingga ke desa-desa seberang. Ia kemudian menemukan tunangannya tersebut dan membuat kutukan dari penyihir menjadi hilang.

Hingga akhirnya Raden Inu Kertapati dan Candra Kirana kembali ke istana dan melakukan pernikahan. Sedangkan untuk Dewi Galuh dan penyihir diberikan hukuman oleh ayahnya sendiri.

Cerita Rakyat Timun Mas

Ilustrasi cerita rakyat Timun Mas

Dikisahkan pada zaman dulu, terdapat seorang janda yang hidup sebatang kara. Ia masih belum diberikan seorang anak, hingga membuatnya selalu berdoa kepada Tuhan supaya diberikan anak.

Janda tersebut setiap harinya bekerja mengumpulkan kayu bakar untuk menyambung hidupnya. Pada suatu hari, ia bermimpi di datangi seorang raksasa dan terjadi percakapan panjang.

Janda tersebut menceritakan bahwa ia sangat menginginkan kehadiran seorang anak perempuan. Kemudian raksasa tersebut memberikan biji timun kepada janda untuk ditanam.

Dengan catatan, ketika sudah besar nanti anak tersebut akan diminta oleh raksasa untuk dijadikan makanannya.

Ketika biji timun tersebut sudah ditanam dan berbuah satu dan sangat aneh, maka janda tersebut membelahnya. Betapa kagetnya janda itu melihat isi dari buahnya adalah seorang bayi perempuan yang sangat cantik.

Namun disisi lain ia juga cemas sebab perjanjiannya dengan raksasa sebelumnya.

Singkat cerita, anak tersebut sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik serta sangat rajin dan cerdas. Pada suatu hari janda itu menceritakan asal muasal dari anaknya tersebut.

Ibu dari Timun Mas akhirnya menemukan cara untuk melawan raksasa tersebut dengan meminta bantuan dari petapa di gunung.

Ketika raksasa tersebut datang, Timun Mas kemudian diminta melarikan diri, namun diketahui oleh raksasa tersebut. Ia kemudian melemparkan biji timun yang diberikan petapa dan membuat langkah raksasa menjadi lambat sebab terlilit pohon timun.

Biji pertama masih belum mempan untuk melawan raksasa, kemudian ia melemparkan lagi bungkusan kedua yang berisikan jarum. Seketika itu, bungkusan jarum berubah menjadi bambu rimbun dan runcing, membuat kaki raksasa berdarah dan kesakitan.

Timun Mas melemparkan lagi bungkusan ketiga, seketika itu berubah menjadi lautan, namun raksasa masih bisa lolos. Hingga akhirnya ia melemparkan bungkusan keempat yang berisikan terasi, seketika itu berubah menjadi lautan lumpur mendidih yang menenggelamkan raksasa tersebut.

Baca Juga Yuk! Cerita Rakyat Timun Mas

Cerita Rakyat Batu Menangis

Cerita rakyat Nusantara Batu Menangis singkat

Dikisahkan pada zaman dahulu, hiduplah seorang janda dengan anaknya yang sangat cantik. Namun anak tersebut mempunyai sifat yang buruk, seperti pemalas, manja dan tidak mau membantu ibunya.

Ketika ibunya mengajaknya ke pasar yang melewati desa, banyak sekali pemuda yang terpesona dengan kecantikannya. Anak tersebut berjalan di depannya, sementara ibunya berjalan dibelakang sembari membawa belanjaan dengan baju yang dekil.

Banyak sekali orang yang penasaran dengan wanita di belakangnya tersebut. Setiap ditanya orang, anaknya menjawab bahwa menganggap ibunya sebagai pembantunya.

Ibunya yang mendengar jawaban dari anaknya merasa sakit hati, sebab jawabannya berulang-ulang. Kemudian ibunya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menghukum anaknya yang durhaka.

Seketika itu, petir menyambar dan hujan turun sangat lebat sekali. Selain itu, tubuh anaknya secara perlahan berubah menjadi batu, anaknya pun meminta maaf kepada ibunya namun terlambat.

Kemudian anaknya terus-terusan menangis hingga seluruh tubuhnya berubah menjadi batu.

Cerita Rakyat Danau Toba

Ilustrasi cerita rakyat Nusantara Danau Toba

 

Dikisahkan pada zaman dahulu, hiduplah seorang petani bernama Toba dengan kondisi sebatang kara. Ia bekerja di sawah dan mencari ikan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Pada suatu hari, ia pergi ke sungai untuk menangkap ikan, singkat cerita ia mendapatkan ikan yang besar dan bisa berbicara. Seketika itu juga ia dikembalikan lagi ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

Toba yang melihat kejadian itu sangat terkejut, lalu wanita tersebut menceritakan asal-usulnya dan bersedia menjadi istri Toba sebab sudah membebaskan dari kutukan. Akan tetapi wanita itu berpesan kepada Toba untuk tidak menceritakan asal-usulnya.

Setelah menikah, keduanya dikaruniai seorang anak, namun disini anaknya mempunyai kebiasaan selalu lapar.

Ketika suatu hari, anak tersebut diminta untuk mengantarkan makanan dari ibunya untuk ayahnya yang sedang bekerja di sawah. Akan tetapi, ditengah jalan anak tersebut menghabiskan makanan ayahnya lalu tidur di gubuk.

Toba pulang sebab merasa lapar, bertepatan juga ia menemukan anaknya sedang tidur di gubuk. Toba pun sangat marah sekali sebab makanannya sudah dihabiskan anaknya dan melanggar perjanjian dengan istrinya.

Akhirnya anak dan istri Toba menghilang. Seketika itu, terdapat semburan air dari pijakan anak dan istrinya yang tiada henti hingga membentuk danau yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba serta cerita rakyat Nusantara yang menarik.

Cerita Rakyat Rakyat Lutung Kasarung

Ilustrasi cerita lutung kasarung singkat kartun

Dikisahkan pada zaman dahulu, hiduplah dua orang putri kerajaan bernama Purbasari dan kakaknya Purbararang. Ketika suatu hari, ayahnya menunjuk Purbasari untuk menggantikan ayahnya sebagai raja.

Akan tetapi, disisi lain kakaknya tidak setuju dengan keputusan dari ayahnya. Ia kemudian menemui penyihir untuk membuat Purbasari terkena penyakit aneh, hingga membuatnya diusir dan diasingkan ke hutan.

Ketika di hutan ia bertemu dengan banyak sekali jenis hewan. Pada saat bulan purnama, Lutung Kasarung bersemedi, seketika itu munculah telaga yang bisa digunakan obat untuk Purbasari.

Lutung Kasarung meminta Purbasari untuk mandi di telaga tersebut dan akhirnya ia kembali cantik seperti semula.

Saat itu bertepatan juga kakaknya menghampiri ke hutan. Kakaknya sangat terkejut mendapati Purbasari lalu mengajak berlomba panjang rambut dan ketampanan tunanangannya.

Purbasari kemudian mengajak Lutung Kasarung untuk menjadi tunangannya. Lutung tersebut kemudian berdoa dan seketika itu tubuhnya berubah menjadi pemuda yang sangat tampan dan melebihi tunangan kakaknya.

Maka akhir dari cerita rakyat Nusantara berjudul Lutung Kasarung ini diakhiri dengan kakaknya Purbararang yang mengakui kekalahannya. Purbasari juga memaafkan perlakukan yang sudah dilakukan Purbararang kepadanya dan membuatnya diangkat menjadi ratu didampingi Lutung Kasarung.

Cerita Rakyat Asal Mula Selat Bali

Ilustrasi cerita rakyat Selat Bali

Dikisahkan pada zaman dahulu, terdapat seorang Brahmana yang sangat terkenal sebab kesatiannya bernama Sdiki Mantra. Ia diberikan hadiah berupa harta dan istri yang cantik jelita.

Mereka berdua hidup bersama dan dikaruniai anak bernama Manik Angkeran. Akan tetapi anaknya sangat suka sekali berjudi dan menjadikan harta kekayaan orang tuanya sebagai taruhan hingga pada suatu hari anaknya tidak bisa membayar hutang.

Akhirnya Sidi Mantra berdoa serta meminta supaya menemui Naga Besukih di kawah Gunung Agung untuk meminta harta. Ia membacakan mantra-mantra untuk memanggil Naga Besukih.

Saat Naga Besukih selesai mendengarkan ceritanya, maka ia memberikan emas dan intan untuk Sidi Mantra. Harta yang Naga Besukih berikan kepada anaknya dengan harapan tidak digunakan berjudi lagi.

Namun apalah daya, kebiasaan berjudi masih saja dilakukan oleh anaknya. Kemudian anaknya pergi sendiri ke kawah Gunung Agung untuk meminta harta, Naga Besukih pun memberikannya dengan syarat ia harus merubah kebiasaan buruk tersebut.

Akan tetapi ketika Naga Besukih membalikkan badannya, tiba-tiba Manik memotong ekornya untuk mendapatkan harta lebih banyak. Kemudian jejak kaki Manik dijilat oleh Naga Besukih yang menyebabkan ia meninggal.

Sidi Mantra akhirnya meminta kepada Naga Besukih untuk menghidupkan lagi anaknya tersebut. Singkat cerita, ketika Manik sudah hidup kembali, ia meminta maaf dan bertobat.

Ia juga memutuskan untuk hidup berpisah dengan orangtuanya. Di tempat berdirinya Sidi Mantra kemudian mengeluarkan air yang hingga sekarang ini menjadi lautan serta membuat garis untuk memisahkan diri dengan anaknya.

Cerita Rakyat Ande-Ande Lumut

Cerita rakyat Ande-Ande Lumut

Dikisahkan pada zaman dahulu, ada dua pihak kerajaan, yakni Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri. Kedua kerajaan tersebut masih berada dalam wilayah yang sama, yakni Kerajaan Kahuripan.

Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri akhirnya meminta untuk disatukan supaya tidak terjadi peperangan. Pada akhirnya, Panji Amarabangun menikah dengan Dewi Sekartaji.

Ketika suatu hari, Kerajaan Jenggala diserang oleh musuh dan membuat Dewi Sekartaji melarikan diri ke sebuah desa. Ia kemudian tinggal bersama janda beranak tiga, yakni Klenting Abang, Klenting Ijo dan Klentin Biru.

Sekartaji diangkat menjadi anak oleh janda tersebut dan berubah nama menjadi Klenting Kuning, serta disuruh mengerjakan pekerjaan rumah dan diperlakukan kasar.

Terlepas dari itu, ada Panji yang kebingungan mencari istrinya tersebut, hingga membuatnya menyamar di sebuah desa menjadi Ande-Ande Lumut dan tinggal di rumah Mbok Rondo.

Panji kemudian membuat sayembara untuk mencari jodoh, serta membuat kabar ini terdengar ke tiga anak janda tersebut. Akhirnya mereka semua pergi menemui Ande-Ande lumut, namun si Klenting Kuning tidak diperbolehkan ikut.

Diam-diam Klenting Kuning pun pergi untuk mengikuti sayembara tanpa sepengetahuan ibu dan saudaranya.

Singkat cerita, mereka bertiga tidak ada yang dipilih oleh Ande-Ande Lumut sebab bekas dicium oleh Yuyu Kangkang ketika menyeberangi sungai. Akhirnya Ande-Ande Lumut lebih memilih Klenting Kuning yang datang terlambat dalam sayembara.

Hal tersebut membuat kaget ketiga saudaranya, sebab malah Klenting Kuning yang dipilih. Panji kemudian menceritakan kejadian yang sesungguhnya kepada semua tentang penyamarannya itu.

Pada akhirnya Panji dan Dewi Sekartaji kembali ke kerajaan dan hidup bahagia berdua.

Cerita Rakyat Asal Mula Banyuwangi

Ilustrasi cerita rakyat asal kota Banyuwangi

Dikisahkan pada zaman dahulu, terdapat seorang raja yang mempunyai anak laki-laki bernama Raden Banterang. Di suatu hari, ia berburu ke hutan dan bertemu dengan salah seorang putri dari Raja Klungkung bernama Surati.

Singkat cerita, mereka berdua saling mencintai dan menikah setelah bertemu pertama kali. Namun ketika bertemu kakaknya, Surati diberi tahu bahwa yang membunuh ayah mereka adalah suaminya, namun ia tidak mau membalas dendam.

Ketika Raden Banterang berburu di hutan, ia diberi tahu bahwa istrinya sedang merencanakan sesuatu. Kemudian ia pulang dengan kondisi marah dan membawa istrinya ke sungai.

Raden Banterang menceritakan semua yang sudah diberitahukan kepadanya. Namun istrinya membantah tuduhan dari suaminya dan mengatakan jika ia mencintai Raden Banterang secara tulus. Raden Banterang masih tidak percaya dengan perkataan istrinya.

Kemudian Raden Banterang hendak membunuh istrinya, lalu Surati berkata akan mengorbankan nyawanya untuk membuktikan bahwa dirinya memang jujur. Surati akhirnya melompat ke sungai dan menghilang, seketika itu juga sungai tersebut berbau harum dan membuat Raden Banterang menyesali perbuatannya.

Cerita Rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih

Ilustrasi cerita bawang merah dan bawang putih

Dikisahkan pada zaman dahulu, hiduplah seorang janda dengan kedua anaknya bernama Bawang Merah dan anak tirinya Bawang Putih. Anak tirinya tersebut sering diperlakukan kasar oleh mereka, hingga tiba di suatu hari, Bawang Putih menganyutkan selendang ibunya ketika mencuci di sungai.

Ketika pulang, ibunya sangat marah sekali dan memberikan hukuman kepada Bawang Putih untuk mencarinya hingga ketemu. Ia kemudian mencari selendang tersebut hingga akhirnya bertemu dengan seorang nenek.

Bawang Putih bertanya kepada nenek tentang selendang ibunya yang hanyut di sungai. Nenek itu pun akan memberikan selendangnya dan meminta Bawang Putih untuk menyinap, dan ia menyetujuinya.

Keesokan harinya ketika ia ingin pulang, ia diminta untuk memilih labu dan ternyata memilih yang kecil. Setibanya dirumah, labu tersebut di belah dan ternyata isinya perhiasan.

Melihat hal itu, Bawang Merah kemudian meminta Bawang Putih untuk menceritakan kejadian yang dialaminya.

Singkat cerita, Bawang Merah akhirnya melakukan sama persis seperti yang dialami Bawang Putih. Ia pulang ke rumahnya dengan membawa labu yang ukurannya besar.

Ketika labu tersebut di belah, ternyata isinya bukan perhiasan tetapi ular. Bawang Merah dan ibunya merasa ketakutan dan menjadi akhir cerita rakyat Nusantara Bawang Merah dan Bawang Putih.

Cerita Rakyat Cindelaras

Gambar ilustrasi cerita rakyat Nusantara Cindelaras

Dikisahkan pada zaman dahulu kala, Raden Putra mempunyai seorang permaisuri dan seorang selir. Namun si selir memiliki sifat buruk sehingga berniat untuk menyingkirkan sang permaisuri dengan cara memfitnahnya.

Singkat cerita, permaisuri yang dalam kondisi mengandung anak Raden Putra diusir dari istana dan diasingkan ke hutan. Patih kerajaan yang diperintahkan membunuh sang permaisuri tidak dilaksanakan, sebab ia tahu bahwa sang permaisuri sedang difitnah.

Sebagai cara untuk mengelabui Raden Putra, sang patih melumuri selendang permaisuri dengan darah kelinci dan melaporkan sudah membunuhnya. Beberapa saat kemudian, sang permaisuri melahirkan anak yang diberikan nama Cindelaras.

Pada suatu hari, permaisuri menjelaskan jati dirinya yang sebenarnya kepada sang anak. Maka Cindelaras pun bermaksud untuk mengungkap kebohongan dari sang selir.

Cindelaras mempunyai ayam jago petarung yang sangat hebat dan kuat. Ia sering sekali mengadu ayam jago hingga mendapatkan banyak perhiasan dan uang.

Akhirnya Raden Putra yang mendengar cerita tentang ayam Cindelaras dibuat penasaran. Ia ingin mengadu ayam jagonya dengan milik Cindelaras.

Alhasil dari pertarungan dua ayam jago tersebut dimenangkan oleh Cindelaras. Setelah menang, ayam Cindelaras berkokok dan mengungkapkan kebenaran.

Raden Putra pun dibuat bingung, kemudian sang patih menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada raja. Akhirnya cerita Rakyat Nusantara Cindelaras diakhiri dengan permaisuri yang kembali ke istana beserta Cindelaras dan hidup bahagia.

Cerita Rakyat Cupak Gerantang

Ilustrasi cerita rakyat Cupak Gerantang

Dikisahkan pada zaman dahulu, terdapat dua orang bersaudara bernama Cupak dan adiknya Gerantang. Sang adik memiliki sifat yang baik, berbeda dengan kakaknya yang bersifat buruk.

Sang kakak selalu berupaya membunuh adiknya Gerantang, namun adiknya selalu memaafkannya. Mereka berdua tinggal di Daha negara yang dipimpin oleh seorang raja bernama Datu Daha.

Datu Daha sendiri mempunyai putri bernama Dewi Sekar Nitra. Pada suatu hari, putrinya diculik raksasa, kemudian ia mengadakan sayembara dan yang berhasil menyelamatkan akan dinikahkan dengan putrinya serta menjadi pewaris kerajaan.

Cupak pun memiliki keinginan untuk ikut sayembara dan mengajak adiknya Gerantang. Namun ketika melawan raksasa, Cupak kalah dan dibantu adiknya hingga bisa mengalahkan raksasa tersebut.

Gerantang kemudian masuk ke dalam sumur untuk menyelamatkan putri raja. Akan tetapi, ketika sang putri sudah di selamatkan, kakaknya malah menutup sumur tersebut.

Ia akhirnya kembali ke istana dan sang putri memberi kesaksian bahwa Gerantang yang sudah menyelamatkan dirinya. Cupak pun membantah dan ia menentang patih kerajaan untuk membuktikan perkataannya, namun patih kalah dan akan diadakan pesta pernikahan di istana.

Singkat cerita, Gerantang berhasil keluar dari sumur itu dan pergi menuju istana. Kejadian itu membuat Cupak marah dan menatapnya, awalnya Gerantang mengalah, namun Cupak memaksa dan akhirnya Cupak kalah.

Sang putri pun mengakui bahwa Gerantang yang sudah menyelamatkan dirinya dari raksasa. Kemudian Cupak hendak dibunuh namun diselamatkan oleh Gerantang dan memaafkannya.

Akhirnya Cupak dibuang jauh dari istana. Di sisi lain Gerantang dan putri kerajaan menikah dan menjadi pewaris sah kerajaan tersebut.

Baca Juga Yuk! Cerita Kancil dan Buaya

Cerita Rakyat Candi Borobudur

Ilustrasi cerita Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah candi yang bercorak agama Budha terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, candi Borobudur didirikan oleh raja Mataram dari wangsa Syailendra yakni Raja Samaratungga.

Candi tersebut didirikan pada tahun 824 M, serta selesai dibangun pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani putri Raja Samaratungga. Untuk waktu proses pembangunan kurang lebih berlangsung setengah abad.

Akan tetapi, tahun 928 hingga 1006 M, candi Borobudur ditinggalkan sebab ibu kota Kerajaan Medang dipindahkan oleh Raja Mpu Sendok ke Jawa Timur. Hal ini disebabkan oleh adanya letusan gunung berapi, dan kemudian candi Borobudur ditemukan lagi pada tahun 1814 Masehi.

Cerita Rakyat Candi Prambanan

Cerita rakyat Candi Prambanan

Cerita rakyat Nusantara Candi Borobudur diawali dengan terdapat sebuah kerajaan bernama Prambanan yang dipimpin oleh Prabu Baka serta memiliki putri bernama Roro Jonggrang. Pada suatu hari, Kerajaan Prambanan dikalahkan oleh Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging.

Akhirnya Bandung Bondowoso menguasai Kerajaan Prambanan dan berniat untuk menjadikan Roro Jonggrang sebagai istrinya. Namun Roro Jonggrang menolak sebab Bandung Bondowoso sudah membunuh ayahnya.

Sebagai cara penolakannya, Roro Jonggrang memberikan syarat untuk dibuatkan 1000 candi dalam waktu satu malam. Singkat cerita Bandung Bondowoso menyetujuinya, namun disisi lain Roro Jonggrang masih mencari akal untuk menggagalkannya.

Ia kemudian bersama gadis-gadis desa di Prambanan menyalakan obor, menabur bunga, membakar jerami dan memukul lesung seolah-olah sudah pagi. Akhirnya bala tentara gaib yang membantu Bandung Bondowoso pergi meninggalkan pekerjannya.

Disisi lain masih kurang satu candi yang dibuat oleh Bandung Bondowoso serta membuatnya sangat kesal dan marah. Bandung Bondowoso kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca, sehingga jumlah candinya genap 1000.

Cerita Rakyat Nusantara Ciung Wanara

Ilustrasi gambar cerita Ciung Wanara

Dikisahkan pada zaman dahulu kala, terdapat Kerajaan Galuh yang dipimpin oleh Raden Barma Wijaya Kusuma. Ia mempunyai dua orang istri yang bernama Naganingrum dan Pangrenyep dalam keadaan mengandung.

Keduanya lalu melahirkan batu laki-laki dalam waktu yang cukup berdekatan. Akan tetapi, Pangreyep berniat menguasai kerajaan, sehingga mengganti bayi Naganingrum dengan anak anjing, kemudian bayi aslinya dihanyutkan ke sungai.

Raja pun memerintahkan untuk membunuh Naganingrum, namun Ki Lengser malah membantunya dan membuatkan gubuk di hutan. Lalu ia memberikan kesaksian palsu kepada raja bahwa sudah membunuh Naganingrum.

Pada suatu tempat, terdapat sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak selama bertahun-tahun. Mereka ternyata menemukan bayi yang sebelumnya dibuang ke sungai dan diberi nama Ciung Wanara.

Singkat cerita, Ciung Wanara sudah beranjak dewasa dan menanyakan siapa orang tua kandungnya. Akhirnya mereka berdua menceritakan kejadian yang sesungguhnya kepada Ciung Wanara.

Ciung Wanara akhirnya pergi ke Kerajaan Galuh dan mengadu ayam jagonya dan menang serta mendapatkan separuh kekayaan kerajaan. Tak lama setelah itu, kebenaran pun terungkap, jika ibunya masih hidup dan menceritakan semua kejadian aslinya.

Pangrayap kemudian dihukum atas kejahatan yang sudah dilakukan sebelumnya. Ciung Wanara beserta ibu dan orangtua angkatnya tinggal di istana dengan bahagia.

Cerita Ciung Wanara ini alurnya kurang lebih hampir sama dengan cerita rakyat Nusantara Cindelaras dari Jawa Timur.

Cerita Rakyat Nusantara Danau Batur

Ilustrasi gambar cerita rakyat Danau Batur

Dikisahkan pada zaman dahulu kala di Pulau Bali, hiduplah sepasang suami istri yang masih belum dikaruniai anak. Pada suatu hari, doanya terkabul dan istrinya mengandung anak kemudian melahirkan bayi laki-laki.

Bayi laki-laki tersebut diberikan nama Kebo Iwa, ia mempunyai nafsu makan yang sangat besar sekali. Ia gemar sekali menolong warga dengan imbalan makanan, serta terkenal pemarah apabila makanan yang disediakan kurang.

Pada suatu hari, terjadi paceklik sehingga warga sangat sulit sekali mendapatkan makanan. Warga pun resah dan mempunyai siasat untuk melenyapkan Kebo Iwa.

Singkat cerita, mereka memiliki ide untuk menyuruh Kebo Iwa membangun sumur besar dengan imbalan makanan yang banyak dan rumah bagus. Kebo Iwa pun menyetujuinya dan segera membuat sumur yang airnya digunakan untuk mengaliri sawah.

Pada suatu hari, ketika Kebo Iwa menggali sumur, ia kekenyangan dan tertidur sangat pulas. Melihat kondisi tersebut, warga kemudian melemparinya dengan batu kapur.

Disisi lain, air terus-terusan mengalir sehingga menyebabkan Kebo Iwa tidak berdaya dan meninggal. Namun air tersebut masih tetap terus mengalir dan membanjiri desa-desa hingga terbentuklah sebuah danau yang diberikan nama Danau Batur.

Cerita Rakyat Gunung Krakatau

Ilustrasi cerita rakyat Gunung Krakatau

Dikisahkan pada zaman dahulu, hiduplah seorang raja bernama Prabu Rakata yang memiliki putra bernama Raden Sundana dan Raden Tapabaruna. Ketika waktu itu, Jawa dan Sumatra belum terpisah, Raja pun bermaksud untuk menyepi dan membagi kerajaan menjadi dua wilayah yang sama untuk kedua putranya.

Di suatu hari, raja mendengar kabar bahwa kedua putranya terlibat perang untuk merebutkan kekuasaan. Raja pun akhirnya kembali ke istana dan sangat marah sekali, ia meminta kedua putranya kembali ke wilayah masing-masing.

Sang raja, mengambil air di dalam guci yang sudah diisi air laut, kemudian di siramkan ke permukaan bumi diantara kedua putranya.

Akhirnya raja meletakkan guci di tengah-tengah permukaan bumi yang disiram air laut. Lalu bumi bergoncang dahsyat sehingga membentuk celah jurang yang dalam.

Bagian bumi yang pecah tersebut menyatukan ujung laut selatan dan utara. Hal inilah yang menyebabkan terbentuknya selat Sunda, sementara gucinya berubah menjadi gunung yang terkenal dengan nama gunung Krakatau.

Cerita Rakyat Gunung Batok

Gambar ilustrasi gunung batok

Dikisahkan pada zaman dahulu, hiduplah seorang gadis desa di dekat Gunung Bromo. Gadis tersebut bernama Rara Anteng dan banyak sekali para pemuda yang ingin melamarnya, salah satunya raksasa.

Ia sangat takut sekali jika menolak lamaran raksasa, akhirnya ia menerimanya dengan syarat raksasa harus mengubah Gunung Bromo menjadi danau dalam semalam. Singkatnya, raksasa menyetujui persyaratan dari Rara Anteng.

Rara Anteng pun dibuat gelisah sebab malam masih panjang dan raksasa hampir menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian ia menumbuk padi dan seketika itu ayam jantan saling berkokok bersahut-sahutan.

Hal ini kemudian membuat raksasa sangat terkejut dan gagal melakukan syarat yang diberikan Rara Anteng.

Batok dan tanah yang sebelumnya digali oleh raksasa menutupi tubuhnya, sehingga terbentuklah Gunung Batok. Sementara danau yang sudah dibuat oleh raksasa penuh dengan pasir sehingga disebut dengan Segara Wedi dan menjadi akhir dari cerita rakyat Nusantara Gunung Batok.

Cerita Rakyat Hanoman

Ilustrasi gambar cerita Hanuman si kera putih sakti

Dikisahkan pada zaman dahulu, terdapat seorang raksasa bernama Rahwana dan masih keturunan raja raksasa dan Rishi yang suci sehingga sakti. Ia bersama saudaranya membangun kerajaan bersama saudaranya bernama Alengka Dirja.

Akan tetapi, kekuatannya masih kalah dengan raja manusia bernama Arjuna. Namun ketika Arjuna sudah meninggal, Rahwana leluasa untuk menyerang hingga ke kerajaan dewa.

Para dewa akhirnya menghadap kepada Sri Wishnu, ia akan membantu apabila Siwa (yang dipuja rahwana) ikut membantunya. Singkatnya Sri Wisnu dan Siwa turun ke bumi untuk menjelma.

Sebelum kejadian itu, di suatu tempat terdapat seorang wanita berbentuk kera yang suka bertapa untuk bertemu dengan Siwa. Keinginanya pun terkabul, Siwa pun mengabukan permintannya menjadi anak wanita tersebut.

Kera itu akhirnya mengandung dan melahirkan kera putih yang bisa berbicara layaknya manusia. Pada saat itu ia sedang lapar, sang ibu menyuruhnya mencari buah-buahan berwarna merah.

Ketika kembali ke ibunya, kera putih tersebut bercerita tentang apa yang sudah terjadi. Bukan hanya menelan buah merah, ia juga memakan matahari yang membuat bumi menjadi gelap gulita.

Perbuatannya tersebut membuat marah Dewa Indra dan kemudian melempari bayi kera dengan Vajra sehingga melukai dagingnya. Sejak itu, bayi tersebut diberikan nama Hanuman sebab dagunya yang terluka.

Cerita Rakyat Gunung Tangkuban Perahu

Ilustrasi cerita rakyat Nusantara Tangkuban Perahu

Dikisahkan pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang anak raja bernama Dayang Sumbi. Ia terkenal mempunyai paras yang sangat cantik dan banyak diperebutkan para bangsawan hingga menimbulkan peperangan.

Suatu hari, ia mengasingkan diri dan melakukan kegiatan menenun untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Pada suatu hari, ketika ia sedang menenun alatnya terjatuh. Ia kemudian bersumpah jika ada yang mengambilkan alat tenunnya, jika laki-laki akan dijadikan suami, jika perempuan dijadikan saudara.

Singkat cerita, yang mengambilkan alat tenunnya adalah Tumang si anjing titisan dewa kesayangan ayahnya. Akhirnya ia menikah dengan Tumang dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sangkuriang.

Pada suatu hari Tumang dan Sangkuriang melakukan kegiatan berburu. Namun sebab Tumang tidak berhasil berburu rusa, maka ia diusir oleh Sangkuriang.

Namun tak sengaja Sangkuriang yang marah tersebut membunuh si Tumang.

Ketika pulang Dayang Sumbi sangat marah dengan Sangkuriang dan memukul kepalanya hingga terluka cukup parah.

Singkat cerita, Sangkuriang sudah tumbuh dewasa, dan suatu saat ia kembali ke hutan tak sengaja bertemu dengan Dayang Sumbi. Mereka ternyata saling mencintai, namun beberapa hari Dayang Sumbi menyadari bahwa Sangkuriang adalah anaknya dengan melihat bekas luka di kepalanya.

Dayang Sumbi yang mencoba menjelaskan kepada Sangkuriang pun tidak dipercayai. Ia tetap ingin menikahi Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibunya sendiri.

Dayang Sumbi kemudian mengajukan syarat untuk dibuatkan sungai Citarum dan membuatkan sebuah kapal.

Baca Juga Yuk! Cerita Lengkap Sangkuriang

Dayang Sumbi yang gelisah akhirnya meminta bantuan kepada warga untuk menggagalkan usaha Sangkuriang. Akhirnya rencana tersebut berhasil dan membuat Sangkuriang marah menjebol bendungan serta menendang kapal yang ia buat sehingga tengkurap.

Hingga sekarang ini tempat tersebut dikenal banyak orang sebagai Gunung Tangkuban Perahu.

Nah, tak terasa saya sudah menulis banyak sekali hingga 4000 kata dalam artikel ini ya, hehe. Mungkin cukup itu saya sih ringkasan berbagai cerita rakyat Nusantara yang bisa saya berikan untuk Anda, semoga bisa bermanfaat.

Tinggalkan komentar