Cerita Batu Menangis

Riverspace.org – Cerita batu menangis merupakan salah satu dongeng atau serial film yang tentunya pernah kalian dengar atau lihat pada waktu kecil. Namun apakah kalian masih ingat dengan cerita rakyat satu ini?

Cerita atau legenda yang berasal dari Kalimantan Barat ini sudah tidak asing lagi bagi semua anak-anak di Indonesia. Sebab di dalam ceritanya yang memiliki banyak pesan moral untuk dijadikan pelajaran.

Nah, kebetulan sekali, untuk kalian yang ingin nostalgia atau bagi ibu yang ingin memberikan dongeng tidur kepada anaknya. Pas sekali ketika Anda membuka artikel ini, sebab cerita tentang batu menangis saya sajikan secara singkat dan mudah dipahami.

Penasaran kan? Yuk langsung saja kepoin cerita rakyat batu menangis singkat dibawah ini.

Awal Cerita Batu Menangis

Ilustrasi dongeng batu menangis

Pada zaman dahulu di Pulau Kalimantan Barat, terdapat seorang ibu tua bersama anak gadisnya yang cantik bernama Darmi. Sejak suaminya meninggal, sang ibu terpaksa harus bekerja menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh sawah dengan upah yang kecil.

Walaupun keadaan keluarganya seperti itu, Darmi tetap saja senang bersolek. Ia sangat senang sekali memamerkan kecantikannya ke seluruh kampung.

Setiap harinya Darmi hanya menghabiskan uang ibunya dengan cara membeli perhiasan dan alat-alat kecantikan. Kerap sekali ibunya memberikan nasehat kepada Darmi supaya mau hidup sederhana sesuai kemampuan.

Namun Darmi malah tidak menggubrisnya sama sekali, ia malah menyuruh ibunya untuk bekerja lebih keras lagi.

Darmi seakan-akan tidak pernah mau membantu ibunya bekerja di sawah. Ia selalu saja memiliki alasan supaya tidak ikut ke sawah bersama ibunya.

Ketika ibunya bekerja, Darmi akan mulai lagi bersolek dan berjalan-jalan di desa untuk memamerkan kecantikan dari wajahnya. Oleh karena itu, banyak sekali pemuda yang mengagumi kecantikan Darmi dan jatuh cinta.

Baca Juga Yuk! Cerita Rakyat Bahasa Jawa

Darmi Minta Dibelikan Kosmetik Pada Ibunya

Ilustrasi berjalan dalam pasar

 

Pada suatu ketika, saat ibunya ingin pergi ke pasar, Darmi meminta kepada ibunya untuk di belikan peralatan kosmetik. Ibunya lalu mengajak Darmi untuk pergi bersama-sama ke pasar, sebab ibunya tidak tau alat kosmetik yang di inginkan Darmi.

Awalnya Darmi menolak ajakan ibunya untuk pergi bersama-sama ke pasar. Akan tetapi, ia yang sangat menginginkan alat kosmetik tersebut, maka ia ikut pergi bersama ibunya ke pasar.

Darmi pun mengajukan syarat supaya ibunya berjalan di belakangnya saja. Ibunya sebenarnya tahu bahwa Darmi malu mempunyai ibu sepertinya, namun ia tetap saja menuruti keinginan anak semata wayangnya tersebut.

Mereka berdua kemudian pergi ke pasar secara bersama-sama dengan syarat seperti tadi. Di sepanjang perjalanan, ketika ada temannya bertanya siapa ibu yang berjalan di belakangnya, maka ia spontan menjawab ibu tersebut adalah pembantu.

Sungguh miris sekali memang, ibunya sendiri dianggap sebagai pembantu.

Ibunya yang mendengar perkataan dari anaknya dibuat sakit hati, namun ia masih mendiamkannya.

“Siapa ibu yang berjalan di belakangmu itu Darmi?” Tanya temannya kepada Darmi.

“Ah, itu hanya pembantuku saja” Jawab Darmi sembari bergegas meninggalkan temannya.

Tidak berselang lama, muncul lagi teman Darmi yang menanyakan siapa wanita di belakangnya tersebut. Namun lagi-lagi Darmi menjawab bahwa itu adalah pembantunya saja.

Hati ibunya bagaikan teriris oleh pisau yang sangat tajam ketika mendengar jawaban yang diberikan anaknya tersebut. Hal itu terus berulang setiap kali ada teman yang bertanya kepada Darmi perihal orang yang berjalan di belakangnya dan jawabannya pun tetap sama.

Sebab ibunya yang sudah tidak kuat menahan rasa sakit atas perkataan dari anaknya. Maka sang ibu kemudian berhenti dan duduk di pinggiran jalan.

Melihat ibunya yang behenti dan duduk di pinggir jalan, maka Darmi malah membentak ibunya dengan berkat, “Kenapa berhenti? Ayo jalan lagi!”.

Baca Juga Yuk! Cerita Rakyat Keong Mas

Darmi Berubah Menjadi Sebuah Batu Menangis

Ilustrasi Darmi berubah menjadi batu

 

Sebab sudah tidak mampu lagi mengatasi tingkah laku anaknya yang sangat kurang ajar, kemudian sang ibu berdoa kepada Tuhan supaya memberikan hukuman kepada anaknya.

“Ya Tuhan, hamba sudah tidak sanggup lagi mendidik anak hamba, mohon hukumlah dia” Pinta sang ibu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Seketika itu, terjadilah kejadian yang sangat aneh.

Petir tiba-tiba menyambar kesana-kemari disertai turun hujan deras. Namun kejadian yang lebih aneh lagi terjadi kepada Darmi, perlahan kaki Darmi berubah menjadi batu, lalu merambat ke bagian tubuh lainnya.

Darmi pun merasa sangat panik yang luar biasa. Ia berterik-teriak meminta ampun kepada ibunya.

“Ada apa ini ibu? Kenapa tubuhku menjadi batu seperti begini? Tolong aku ibu, maafkan aku, aku sangat menyesal sekali” Teriak Darmi.

Namun apa boleh di kata, penyesalan Darmi sudah terlambat layaknya nasi yang sudah menjadi bubur.

Tubuh Darmi sudah berubah menjadi patung batu. Setelah hujan reda, nampak dari tubuh Darmi yang menjadi patung tersebut mengeluarkan air mata.

Semua orang kemudian mengangkat dan menyandarkan batu tersebut ke dinding tebing. Hingga sekarang ini, masyarakat menyebut patung batu tersebut sebagai batu menangis dan menjadi akhir cerita batu menangis dari Kalimantan Barat.

Baca Juga Yuk! Cerita Misteri

Pesan Moral dari Cerita Batu Menangis

Pesan moral yang bisa diambil dari cerita batu menangis

Bagaimana sudah jelas kan cerita yang saya tulis diatas, meskipun sangat singkat? Nah, jika belajar dari dongeng diatas, maka pesan moral yang bisa diambil dari cerita batu menangis adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai seorang anaknya harus berbakti kepada kedua orang tua.
  2. Sebagai seorang anak harus taat dan patuh terhadap orang tua.
  3. Jangan pernah sekali pun menyakiti hati orang tua, baik itu melalui lisan ataupun perbuatan.
  4. Selalu hormati dan sayangi kedua orang tua kita selagi masih ada, sebab pada dasarnya rahasia kesuksesan seorang anak terletak pada doa ibunya yang kuat.

Mungkin hanya itu saja sedikit cerita yang bisa saya berikan tentang legenda atau cerita batu menangis dari Kalimantan Barat. Semoga dengan adanya cerita singkat di dalam blog saya ini bisa membantu kalian ketika ingin memberikan dongeng kepada anak.

Tinggalkan komentar