Cara Membaca Kapasitor

Cara Membaca Kapasitor – Mungkin masih banyak orang yang kebingungan, bisa-bisa belum tahu bagaimana cara membaca ataupun menghitung nilai kapasitor. Bahkan ditambah lagi dengan berbagai kode yang sering membuat para teknisi lupa dalam menghitung sebuah nilai kapasitor.

Kapasitor sendiri merupakan salah satu komponen elektronika yang biasa disebut juga dengan kondesor. Fungsi utama atau kegunaan dari kapasitor adalah untuk menyimpan arus listrik sementara.

Oleh karena itu menjadikan komponen kapasitor sangat penting di dalam sebuah rangkaian perangkat elektronika. Satuan Kapasitansi untuk kapasitor berupa Farad, namun Farad sendiri menjadi satuan yang besar untuk sebuah kapasitor yang biasanya digunakan.

Perlunya perhitungan dalam kapasitor sendiri sangat berpengaruh pada fungsi komponen ini dalam sebuah rangkaian elektronik. Jadi, bagi Anda yang masih belum mengerti cara menghitung dan membaca nilai kapasitor, simak saja penjelasan dibawah ini.

Cara Membaca Kapasitor Besar

Mencari nilai dan mengukur kapasitor

Nilai satuan dari komponen kapasitor sendiri jika besar adalah menggunakan Farad (F), sedangkan jika diturunkan lagi akan menghasilkan satuan sebagai berikut:

  • 1 Farad = 1.000.0000 µF (mikroFarad).
  • 1 µF = 1.000 nF (nanoFarad).
  • 1 µF = 1.000.000 pF (pikoFarad).
  • 1 nF = 1.000 pF (pikoFarad).

Sedangkan untuk cara menghitung dan membaca nilai kapasitor besar adalah sebagai berikut:

1. Ketahui Unit Pengukuran Kapasitor

Gambar satuan nilai kapasitor besar
id.wikihow.com

Seperti yang telah sedikit saya jelaskan diatas, bahwa unit ukuran kapasitansi adalah Farad (F). Nilai ini masih termasuk besar untuk digunakan dalam rangkaian listrik besar, oleh karena itu kapasitor rumah tangga diberi salah satu label unit berikut ini:

  • 1 µF, uF atau mF = 1 mikroFarad = 10-6  Farad (perlu hati-hati, dalam konteks lainnya mF merupakan singkatan untuk miliFarad atau 10-3 Farad.
  • 1 nF = 1 nanoFara = 10-9 Farad.
  • 1 pF, mmF atau uuF = 1 pikoFarad = 1 mikromikroFarad = 10-12 F.

2. Membaca Nilai Kapasitansi

Gambar nilai kapasitansi
id.wikihow.com

Pada umumnya komponen kapasitor mempunyai nilai kapasitansi yang sudah tertera di bagian fisiknya. Namun biasanya terdapat sedikit variasi pada tulisannya, maka coba carilah nilai yang paling mendekati unit diatas.

Mungkin Anda akan melakukan beberapa penyesuaian cara mengukur kapasitor seperti berikut ini:

  1. Jika huruf kapital di dalam sebuah unit, misalnya seperti “MF” hanyalah berupa variasi “mf” (tidak sam dengan megaFarad, meskipun  MF memang merupakan singkatan resminya).
  2. Anda jangan sampai dibingungkan dengan tanda “fd”, sebab hal ini hanyalah singkatan lain dari Farad. Misalnya, “mmfd” yang sebenarnya sama saja dengan “mmf”.
  3. Perhatikan juga tanda satu huruf, seperti “475m” yang umumnya ditemukan kapasitor kecil.

3. Mencari Nilai Toleransi

Gambar sebuah nilai toleransi kapasitor
id.wikihow.com

Tidak jarang juga komponen kapasitor yang sudah tercantum nilai toleransi, atau rentang perkiraan kapasitas maksimum dibandingkan dengan nilai yang tercantum. Perlu diketahui juga bahwa tidak semua rangkaian listrik memerlukan tolerasni.

Misalnya seperti komponen kapasitor yang berlabel “6000 uF = 50% / 70% pada dasarnya mempunyai kapasitansi sebesar 6000 uf+ (6000 * 0,5) = 9.000 uF atau sekecil 6.000 uF – (6.000 uf * 0,7) = 1800 uF.

  • Apabila tidak mempunyai presentase yang sudah dicantumkan, maka carilah huruf setelah nilai kapasitansi atau di barisnya sendiri. Hal ini bisa menjadi kode nilai tolernasi yang akan saya jelaskan pada bagian dibawah ini.

4. Memeriksa Rating Voltage

Gambar cara memeriksa rating voltase
id.wikihow.comm

Biasanya produsen komponen kapasitor juga akan mencantumkan angka di kapasitor yang diikuti oleh huruf V, VDC VDCW atau WV (untuk “Working Voltage“). Maksud dari hal ini adalah berupa voltase maksimum yang bisa ditangani atau ditampung oleh kapasitor.

  • 1 kV = 1.000 Volt.
  • Coba perhatikan juga bagian bahwa apabila Anda masih merasa kapasitor menggunakan kode untuk voltase (satu huruf atau satu digit angka dan satu huruf). Apabila Anda tidak menemukan sama sekali terdapat simbol, maka sebaiknya kapasitor hanya dipakai dalam rangkaian listrik bertegangan rendah saja.
  • Apabila Anda ingin membuat rangkaian listrik AC, maka carilah kapasitor uang dirancang khusus untuk aliran listrik VAC. Hindari menggunakan kapasitor DC, kecuali Anda telah memahami ilmu dan berpengalaman dalam mengubah voltase. Selain itu, Anda juga harus memahami penggunaan kapasitor tersebut secara aman di perangkat rangkaian AC.

Pelajari Juga! Apa Itu Kapasitor

5. Mencari Lambang + dan –

Gambar kode kaki - dan + kapasitor
id.wikihow.com

Apabila Anda sudah melihat salah satu kode di sebelah terminalnya, maka kapasitor tersebut masuk terpolarisasi. Namun pastikan terlebih dulu Anda menyambungkan kutub + kapasitor dengan sisi positif rangkaian listrik.

Jika Anda salah menyambungkan, maka kapasitor bisa mengakibatkan konsleting atau bahkan bisa meledak. Namun jika tidak menjumpai kode atau tanda + dan -, maka bisa jadi kapasitor tersebut memiliki oreintasi dua arah.

Ada juga sebagian komponen kapasitor yang memakai garis-garis berrwarna atau depresi berbentuk cincin untuk menandakan polaritas. Dulunya tanda ini digunakan untuk menandakan ujung kapasitor elektrolit alumunium (umumnya berbentuk seperti kaleng).

Sedangkan untuk kapasitor jenis elektrolit tantalum (ukurannya sangat kecil, tanda ini digunakan untuk menandai ujung +). Abaikan saja jika ada garis tersebut, bila tanda atau kode + dan – tidak sesuai atau kapasitornya berjenis nonelektrolit).

Cara Membaca Kode Kapasitor Compact

Cara membaca dan mencari nilai

Setelah Anda memahami cara yang saya berikan untuk mengukur kapasitor besar diatas, maka coba pelajari juga cara membaca kapasitor compact  dan mencari nilainya dibawah ini.

 

1. Tuliskan Dua Digit Pertama Kapasitans

Cara mengukur digit angka
id.wikihow.com

Jenis komponen kapasitor lama lebih sulit untuk diprediksi, namun hampir semua contoh modern memakai kode standart EIA apabila kapasitor terlalu kecil untuk dicantumkan seluruh kapasitansinya. Langkahnya adalah, coba tuliskan dua digit pertama, kemudian tentukan kembali langkah berikutnya sesuai kode berikut:

  1. Apabila kode sama persis dengan dua digit, diikuti dengan sebuah huruf (seperti 44M), maka dua digit pertama merupakan kode kapasitas penuh. Lanujtkan ke bagian menemukan unit.
  2. Jika dari salah satu dua karakter pertama merupakan huruf, maka langsung saja lanjutkan ke “sistem huruf”
  3. Apabila dari ketiga karakter pertama berupa angka, maka lanjutkan ke langkah berikutnya.

2. Gunakan Tiga Digit Pertama Untuk Mencari Nol

Gambar contoh digit angka nol
id.wikihow.com

Dalam hal ini kode kapasitansi 3 digit berguna sebagai berikut:

  1. Apabila angka pada digit ketiga berupa kisaran 0-6, maka cobalah menambahkan nol sebanyak angka tersebut pada akhir dua digit pertama (contohnya, kodenya berupa 453 → 45 x 103 → 45.000).
  2. Jika angka digit ketiga berupa 8, maka lakukan perkalian dengan 0,01. (seperti contoh, 278 → 27 x 0,01 → 0,27).
  3. Apabila angka digit ketiga berupa 9, maka coba kalikan dengan 0,1. (contohnya 309 → 30 x 0,1 → 3,0).

3. Kerjakan Unit Kapasitan dari Konteks

Gambar cara mengukur kapasitor keramik
id.wikihow.com

Jenis-jenis kapasitor terkecil (seperti kapasitor keramik, kapasitor film atau kapasitor tantalum) adalah termasuk satuan pikoFarad (pF) yang nilainya sama dengan 10-12 Farad. Sedangkan jenis kapasitor besar (jenis elektrolit almunium silindris atau berlapis sanda biasa disebut elco) akan menggunakan satuan unit mikroFarad (µF atau uF) yang nilainya sama dengan 10-6 Farad.

Suatu komponen kapasitor bisa mengesampingkan hal ini dengan cara menambahkan sebuah unit di belakangnya (p untuk pikofarad, n untuk nanofarad, atau u untuk mikrofarad).

Akan tetapi, jika sesudah kode hanya terdapat satu huruf saja, maka biasanya inilah kode toleransi kapasitor, dan bukan melambangkan unit. Maksud dari (P dan N adalah kode toleransi yang jarang ditemukan, namun ada juga kapasitor yang mengikutkannya).

4. Bacalah Kode yang Mengandung Huruf

Gambar kode huruf
id.wikihow.com

Apabila kode Anda cantumkan huruf sebagai salah satu dari dua karakter awal, maka akan diperoleh 3 kemungkinan, antara lain:

  1. Apabila hurufnya R, maka gantilah dengan koma desimal supaya mendapatkan kapasitans dengan unit pF. Misalnya, 4R1 berarti kapasitansnya 4,1pF.
  2. Apabila huruf yang tercantum berupa p, n, atau u, maka semua huruf ini melambangkan unit (piko-, nano-, or mikrofarad). Caranya adalah mengganti huruf ini dengan tandakoma desimal. Misalnya, n61 berarti 0,61 nF, dan 5u2 berarti 5,2 uF.
  3. Jika ada kode seperti “1A253” artinya adalah memiliki dua kode. Maksud dari 1A adalah menyatakan voltase, sedangkan 253 menyatakan kapasitans sesuai penjelasan di atas.

5. Bacalah Kode Toleransi Pada Kapasitor Keramik

Gambar kapasitor keramik
id.wikihow.com

 

Pada umumnya jenis kapsitor keramik akan memiliki bentuk dua “kue pan” dengan dua pin. Biasanya sering mencantumkan nilai total toleransi berupa satu huruf setelah tiga digit nilai kapasitas.

Huruf yang menggambarkan toleransi kapasitor yang artinya kedekatan perkiraan nilai aktual kapasitor dengan nilai yang tercantum di kapasitor. Apabila ada rangkaian listrik Anda memerlukan presisi terjemahan kode, maka coba catat berikut ini:

  • B = ± 0,1 pF.
  • C = ± 0,25 pF.
  • D = ± 0,5 pF bagi kapasitor yang berikan rating di bawah 10 pF, atau ± 0,5% untuk kapasitor di atas 10pF.
  • F = ± 1 pF atau ± 1% (pakailah sistem pembacaan yang mirip dengan D di atas).
  • G = ± 2 pF atau ± 2% (perhatikan di atas).
  • J = ± 5%..
  • K = ± 10%.
  • M = ± 20%.
  • Z = +80% / -20% (Apabila Anda tidak melihat terdapat kode toleransi, maka asumsikan nilai ini sebagai skenario terburuk.

Pelajari Juga! Kapasitansi Kapasitor

6. Bacalah Nilai Toleransi Huruf-Angka-Huruf

Gambar contoh kode huruf angka
id.wikihow.com

Banyak sekali jenis kapasitor yang mencantumkan kode toleransi dengan cara tiga simbol yang lebih terperinci. Maksud dari kode yang saya berikan diatas adalah seperti ini:

  1. Maksud dari simbol pertama adalah menunjukan suhu minimum. Z = 10ºC, Y = -30ºC, X = -55ºC.
  2. Simbol kedua dalam hal ini menjadi penunjuk suhu maksimal.2 = 45ºC, 4 = 65ºC, 5 = 85ºC, 6 = 105ºC, 7 = 125ºC.
  3. Simbol terakhir akan menunjukkan variasi kapasitans dalam sepanjang rentang temperatur tersebut. Untuk rentang dalam hal ini dimulai yang paling akurat, A = ±1,0%, sampai ke paling tidak akurat, V = +22,0%/-82%. Sedangkan huruf R disini menjadi salah satu simbol yang paling sering muncul, menunjukkan variasi dari ±15%.

7. Terjemahkan Kode Voltase

Gambar-terjemahan-kode-kapasitor
id.wikihow.com

Kalian juga bisa mencarinya pada bagian voltase EIA, namun sebagian besar kapasitor menggunakan salah satu dari kode-kode dibawah ini sebagai penunjuk voltase maksimum (nilai berikutnya untuk kapasitor DC).

  • 0J = 6,3V.
  • 1A = 10V.
  • 1C = 16V.
  • 1E = 25V.
  • 1H = 50V.
  • 2A = 100V.
  • 2D = 200V.
  • 2E = 250V.

Maksud dari kode satu huruf merupakan singkatan dari satu nilai-nilai umum yang saya berikan diatas. Apabila beberapa nilai kapasitor diterapkan (seperti 1A atau 2A), maka Anda perlu mengerjakan konteks.

Sementara untuk perkiraan kode lain yang lebih jarang ditemukan, bisa dilihat dari digit angka pertama. Angka 0 akan mencakup nilai yang lebih kecil dari 10, 1 mencakup 10-99, 2 mencakup 100 hingga 999 dan seterusnya.

8. Coba Cari Sistem Lain

Gambar-mencoba-cara-lain
id.wikihow.com

Jenis kapasitor lama atau yang khusus dibuat untuk spesialis bisa memakai sistem berbeda. Untuk sistem ini sendiri tidak saya bahas secara detail pada artikel ini, namun secara singkatnya seperti berikut:

  1. Apabila komponen kapasitor mempunyai satu kode panjang berawalan “CM” atau “DM,” maka carilah di bagan kapasitor militer AS.
  2. Apabila komponen kapasitor tidak mempunyai kode, namun melainkan rangkaian pita warna atau titik, carilah kode warna kapasitor.

Tips Untuk Anda

Gambar tips untuk Anda

  • Komponen kapasitor juga bisa mencantumkan informasi voltase sistem kerja. Oleh karena itu, komponen kapasitor harus mendukung voltase yang lebih tinggi dari rangkaian listrik yang digunakan, jika tidak maka kapasitor akan mengalami kerusakan bahkan bisa meledak ketika digunakan.
  • Informasi 1.000.000 picoFarad sama saja dengan 1 microFarad (µF). Sebenarnya banyak sekali nilai kapasitor yang mendekati dua unit ini, sehingga pengguannya kerap saling ditukar. Misalnya seperti 10.000 pF biasanya akan lebih sering dituliskan sebagai 0.01 µF.
  • Meskipun kalian bisa menentukan kapasitas melalui berbagai bentuk dan ukuran kapasitor, Anda bisa saja menabaknya secara kasar melalui cara membaca kapasitor.
  • Komponen kapasitor terbesar di dalam komponen perangkat TV berada di dalam pemasok daya (power suplay). Sedangkan setiap kapasitor mempunyai kapasitas mulai 400 hingga 1.000 µF, yang akan berbahaya jika digunakan dengan ceroboh.
  • Kapasitor besar yang terdapat di dalam radio jadul atau antik biasanya memiliki rentang 1-200 µF.
  • Jenis kapasitor keramik umumnya lebih kecil dari jempol dan terpasang di dalam rangkaian listrik dengan dua pin. Komponen kapasitor ini biasanya mempunyai rentang 1 nF hingga 1 µF, meskipun terkadang ada yang mecapai 100 µF.

Pelajari Juga! Pengertian Amplifier

Akhir Kata

Jika Anda sedang menangani permasalah komponen kapasitor, saran saya lebih berhati-hati saja. Sebab beban besar yang ditampung oleh kapasitor akan bisa berbahaya bagi keselamatan Anda, sebab bisa terjadi ledakan juga.

Lebih baik lepaskan dulu muatan sisa listrik yang tersimpan di dalam kapasitor sebelum digunakan pada resistor. Jangan sampai terjadi konsleting lsitrik akibat ulah Anda yang menimbulkan ledakan.

Nah, mungkin hanya itu saja sedikit penjelasan yang dapat saya berikan tentang cara mengukur kapasaitor dan mencari nilainya dengan benar. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu dan menambah ilmu Anda dalam dunia elektronika.

Tinggalkan komentar