Bisnis Model Canvas

Riverspace.org – Apa sih yang dimaksud dengan bisnis model canvas itu? Tentunya pertanyaan ini akan sering muncul di pikiran orang yang barus saja mendalami bidang bisnis.

Apabila ingin menjalankan bisnis dengan lebih baik, maka harus terus mengikuti perubahan dan inovasi terkini dalam bidang bisnis. Salah satu metode terbaru dalam bidang bisnis yang bisa diterapkan untuk menjalankan bisnis supaya semakin baik ialah bisnis model canvas (BMC). BMC ini pada dasarnya merupakan alat atau model yang digunakan untuk menjalankan bisnis agar lebih fokus.

Di dalam sebuah bisnis, pastinya terus diperlukan inovasi-inovasi baru agar sebuah bisnis bisa semakin besar. Tidak hanya hanya omset saja yang perlu diperhatikan, tetapi metode atau model dalam berbisnis juga penting dipertimbangkan.

Nah, maka tidak ada salahnya untuk mengubah model bisnis saat ini dengan model canvas untuk kemajuan yang lebih baik. Pada artikel ini sudah saya berikan sedikit pemahaman tentang apa itu bisnis metode canvas, langsung kepoin aja yak dibawah ini.

Apa Itu Bisnis Model Canvas?

Ilustrasi pengertian BMC

Sebenarnya apa itu model bisnis canvas? Tidak menutup kemungkinan juga sebagian besar orang belum mengetahui atau memahaminya.

Pada dasarnya BMC (Business Model Canvas) adalah kerangka kerja yang mempunyai tujuan agar memudahkan melakukan presentasi model bisnis. Jika menggunakan model ini, maka bisa jadi suatu bisnis akan semakin mudah dipahami bagi yang melihatnya.

Model bisnis canvas sering kali dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis untuk mengadakan diskusi yang terstruktur atau membangun portofolio ide. Hal ini disebabkan oleh BMC yang memang lebih cepat, lebih intuitif, efektif bagi pebisnis pemula, cocok untuk merancang strategi ke depan. Selain itu, masih banyak lagi manfaatnya apabila menggunakan BMC dalam sebuah bisnis.

Apa Saja Alasan Menggunakan Bisnis Model Canvas?

Contoh gambar pemahaman bisnis metode canvas

Sekarang ini BMC semakin banyak digunakan oleh para pelaku bisnis sebagai inovasi baru yang memiliki banyak kelebihan. Tidak sedikit pula alasan para bisnisman yang memilih model bisnis ini dalam melakukan usahanya, seperti di bawah ini:

  • Mudah Divisualisasikan

Model bisnis ini memang digunakan untuk memvisualisasikan sebuah bisnis hanya dalam 9 elemen. Pembuat model harus memilih-milih bagian dari bisnis ke dalam 9 kotak atau blok yang sudah ditentukan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan sebuah proposal binis, maka model bisnis ini memang lebih mudah digunakan untuk memvisualisasikan sebuah bisnis. Tentunya siapa saja yang melihat model bisnis ini maka bisa langsung tahu visualisasi 9 elemen dalam sebuah bisnis.

  • Lebih Mudah Dipahami

Bisa jadi para pemula juga dapat dengan mudah memahami sebuah bisnis jika melihat bisnis model canvas ini. Kurang lebih begitu, sebab sebuah bisnis hanya digambarkan dalam 9 blok yang sudah menuangkan semua dari isi sebuah bisnis.

Cukup melihatnya saja bisa langsung memahami sebuah bisnis dengan mudah karena tidak perlu membaca proposal dengan ratusan halaman.

  • Menjadi Jelas Alurnya

Bukan hanya menggambarkan elemen-elemen dalam sebuah bisnis secara lengkap, model bisnis ini juga menggambarkan alurnya. Hal ini ditandai dengan nomor elemen atau pilar yang membentuk alur berfikir bagi siapa pun yang membacanya.

Oleh karena itu, sangat mudah memahami bagaimana alur sebuah bisnis dijalankan dan juga memvalidasi apakah sebuah bisnis flexible atau tidak.

  • Lebih Efektif

Apabila menerapkan model bisnis ini akan jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan model bisnis yang lama menggunakan proposal. Sebelum model bisnis ini ada, maka ketika melakukan presentasi dibutuhkan sekitar 40 lembar rencana bisnis yang detail dan merepotkan. Namun jika menggunakan BMC, memang sangat efektif dan tidak merepotkan bagi pemilik bisnis ketika harus membuatnya.

Memang berbagai alasan di atas sudah cukup digunakan sebagai bahan pertimbangan ketika seorang pelaku bisnis memilih bisnis model canvas. Sudah banyak bisnis yang sukses dengan menerapkan model bisnis yang satu ini dalam menjalankan usahanya. Akan tetapi, di dalam membuat bisnis model canvas, tidak boleh sembarangan ada elemen-elemen wajib yang harus ada di dalamnya.

9 Elemen yang Wajib Ada Dalam Bisnis Model Canvas

Contoh gambar sembilan elemen dalam bisnis model canvas

Macam-macam elemen yang harus ada di dalam model bisnis canvas biasa disebut juga dengan pilar utama yang menjadi rangkuman proses bisnis secara menyeluruh. Dengan memperhatikan 9 pokok elemen ini pembaca sudah bisa mengetahui dan memvalidasi apakah suatu ide bisnis itu potensial atau belum.

Berikut ini adalah beberapa elemen yang harus ada di dalam BMC sehingga dapat dengan mudah dipahami:

1. Customer Segment

Pertama adalah elemen customer segment atau segmen pelanggan yang harus diterangkan di sana. Di dalam segmen pertama pelaku bisnis atau pembuat model terlebih dulu harus menentukan siapa segmen pelanggan yang akan menggunakan produk.

Hal ini penting sebab biasanya sebuah perusahaan mengeluarkan dua produk sekaligus dalam waktu bersamaan tapi target pasarnya tidak sama atau berbeda.

Sebagai contoh sederhananya, sebuah televisi mempunyai dua acara yang tidak sama untuk memenuhi segmen penonton yang dimilikinya. Terdapat acara anak-anak untuk segmen penonton anak usia sekolah dan acara berita untuk memenuhui segmen penonton orang dewasa.

Jika sudah menentukan customer segmen, maka akan lebih jelas siapa yang akan menjadi sasaran atau pasar bisnisnya. Apabila sasaran pasar tersebut semakin jelas, maka akan semakin mudah juga dalam melakukan promosi dan pengenalan produk.

2. Value Propositions

Pada elemen kedua ini, pemilik bisnis harus bisa menerangkan kelebihan dari produk yang dimilikinya. Apa saja sebenarnya manfaat dari produk yang ditawarkannya tersebut bagi target konsumen (Customer Segment)-nya.

Di dalam elemen inilah sebenarnya menjadi kesempatan perusahaan untuk menunjukkan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya khususnya untuk produk yang sedang ditawarkan.

Selain itu, perusahaan juga berkesempatan menjelaskan secara mendetail terkait kekuatan bisnis yang dimilikinya dan membedakannya dengan bisnis lain. Bahkan perusahaan juga bisa menjelaskan secara mendetail tentang keunggulan produk yang ditawarkan bagi customer segment.

Oleh karena itu, pembaca atau pemirsa dari bisnis model canvas yang dibuat bisa memahami nilai yang ditawarkan perusahaan tersebut.

3. Channel

Channel yang dimaksud dalam hal ini adalah saluran yang bisa dipakai untuk menyampaikan deskripsi sebuah produk ke pelanggan. Tidak hanya membuat atau menentukan value proposition yang ditunjukkan kepada rekan bisnis, namun harus disampaikan kepada pelanggan.

Melalui pemakaian channel yang tepat barulah seorang pebisnis dapat menyampaikan value perusahaannya pada customer segment yang telah ditentukan sebelumnya.

Jadi sebagai pelaku bisnis harus berfikir cukup keras dalam menentukan channel atau media yang paling cocok untuk menyampaikan value-nya. Hal ini sangat penting sekali dilakukan sebab channel adalah satu elemen paling penting dalam sebuah keberhasilan bisnis.

Salah memilih media atau channel maka akan sangat berdampak negatif dalam perjalanan sebuah bisnis. Oleh karena itu, putuskan dengan bijak dan benar dalam memilih channel yang akan dipakai dalam melakukan bisnis.

4. Revenue Streams

Elemen selanjutnya ialah revenue stream atau aliran pendapatan di dalam sebuah bisnis. Aliran pendapatan bisa dikatakan sebagai bagian terpenting bahkan tujuan utama dari sebuah kegiatan bisnis.

Sebab pada dasarnya alasan utama mengapa sebuah bisnis dilakukan adalah untuk mendapatkan aliran pendapatan. Oleh karena itu, harus dilakukan pengelolaan yang semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan suatu kegiatan bisnis.

Segala aspek seperti bahan baku, produk atau kinerja harus dimanfaatkan dengan maksimal supaya tidak menimbulkan kerugian bisnis atau usaha. Harus bisa memilih metode atau cara yang tepat untuk melakukan pengelolaan revenue stream supaya perusahaan memperoleh keuntungan maksimal dari ini. Maka dari itu, perusahaan juga akan semakin mengalami kemajuan bisnis.

5. Customer Relationship

Customer relationship adalah elemen penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan terkait hubungan perusahaan dengan customernya. Di dalam bagian ini perusahaan bisa menjalin hubungan baik dengan para pelanggan dan memastikan pelanggan memiliki loyalitas tinggi dan tidak berpaling ke produk lainnya.

Memang diperlukan pengawasan yang cukup intensif dan mendalam untuk memastikan pelanggan tetap loyal pada perusahaan dan produk yang ditawarkan.

Perusahaan harus tetap terus berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan para pelanggan setianya agar tidak terjadi putusnya hubungan. Apabila terdapat keluhan atau kekurangan dari perusahaan di mata pelanggan, maka perusahaan bisa langsung mengetahui dan menanganinya. Sebab pada dasarnya pelanggan adalah harta berharga bagi perusahaan karena pendapatan perusahaan berasal dari para pelanggannya.

6. Key Activities

Pada elemen ini, harus dijelaskan secara pasti kegiatan apa yang harus dilakukan supaya menciptakan value preposition. Segala aktivitas yang bisa meningkatkan produktivitas bisnis dan mempengaruhi produk harus dijelaskan dalam elemen ini. Sebab hal ini merupakan kunci kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah bisnis.

Key activities juga sering diartikan sebagai kegiatan atau aktivitas perusahaan yang dilakukan sebagai eksekusi atau hasil akhir dari value preposition. Maka dengan melakukan aktivitas yang sesuai value proposition, perusahaan dapat semakin meningkatkan valuenya di mata pelanggan.

7. Key Resources

Elemen selanjutnya adalah key resources, artinya elemen yang berisi tentang semua yang diperlukan sebuah perusahaan dalam beroperasi. Fungsi utama elemen key resources merupakan membuat key activities dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan. Perusahaan juga harus menentukan dan memenuhi key resources yang diperlukan dalam menjalankan semua aktivitas bisnisnya.

Bahkan sebuah perusahaan harus menghitung biaya yang diperlukan untuk mempunyai key resources yang dibutuhkan dalam bisnisnya. Oleh karena itu, tentukan dengan rinci atau jelas key resources yang diperlukan untuk melakukan semua aktivitas bisnis yang dibutuhkan. Apabila tidak mempunyai resources yang dibutuhkan maka diperlukan juga pinjaman dari partner yang dipilih.

8. Key Partnerships

Menurut situs Failfaire, sebuah perusahaan atau pelaku bisnis yang baik selain mempunyai hubungan baik dengan pelanggan, maka harus memiliki hubungan baik dengan semua stake holdernya. Di dalam elemen ini, harus bisa mendeskripsikan siapa saja stake holder dalam bisnis yang sedang dilakukan. Perusahaan harus bisa menentukan terlebih dulu dengan siapa saja akan menjalin hubungan baik guna menciptakan siklus bisnis yang sehat.

Tentukan dulu siapa saja yang akan menjadi stake holder mulai dari supplier, rekanan, tim pemasaran dan semua yang ikut terlibat dalam menjalankan bisnis. Oleh sebab itu, perusahaan akan bisa tumbuh menjadi perusahaan yang sehat.

Perusahaan juga akan disegani oleh banyak pihak sebab bisa saling memberikan manfaat satu dengan lainnya. Dengan demikian, tentukan key partnership dengan benar dalam membuat siklus bisnis yang baik dan sehat sesuai harapan.

9. Cost Structure

Elemen yang terakhir dan sangat penting di dalam melakukan bisnis model canvas adalah terkait dengan struktur pembiayaan bisnis yang akan dijalankan. Segala kegiatan dalam berbisnis tentunya memerlukan biaya yang harus disediakan oleh perusahaan. Hal ini diperlukan untuk menyediakan key resource dan melakukan key activities yang tepat dalam bisnis.

Pengelolaan biaya juga harus dilakukan secara hemat dan efisien serta meminimalkan kerugian yang mungkin bisa saja terjadi. Pada elemen ini harus dijelaskan dari mana sumber biayanya, bagaimana pengaturannya dan siapa saja yang melakukan pengaturan.

Segala hal yang terkait cost structure harus dijelaskan panjang lebar supaya bisa diketahui apakah sebuah bisnis bisa berjalan dengan baik serta menghasilkan laba atau malah merugikan.

Nah, mungkin hanya itu saja pokok-pokok dalam sebuah bisnis yang harus dijalankan di dalam bisnis model canvas supaya mencerminkan inti dari semua proses bisnis. Suatu BMC yang baik akan bisa dibuat apabila terus dan berlatih membuatnya sehingga menemukan cara-cara yang lebih efektif. Jika semakin memahami elemen-elemen dari BMC, maka akan semakin baik dalam mengisi deskripsi dari bagian-bagian BMC tersebut.

Semoga dengan adanya sedikit penjelasan yang saya tulis dalam blog ini bisa menjadi pengetahuan tambahan bagi Anda ketika ingin melakukan bisnis menggunakan model canvas.

Tinggalkan komentar